Terpasung Gairah 3 Cogan

Terpasung Gairah 3 Cogan
Berita Perselingkuhan


__ADS_3

Majalah memperlihatkan Dilla sedang berciuman mesra dengan Reyhan, dan lebih parahnya lagi nampak mereka mesra dalam ranjang pembaringan. Walau mereka masih memakai baju lengkap, tapi membuktikan kalau beberapa hari ini Dilla berkhianat.


Pelukan, ciuman, bahkan kemesraan mereka terpampang jelas dibeberapa halaman tabloid ternama. Yang bikin sakit disitu tertulis (Cinta pacar labih nikmat dari pada suami sendiri). Bagaikan tertampar petir hati ini, ketika penghinaan utama itu ditunjukan hanya padaku. Berasa tidak becus sebagai pria, untuk menjaga nama baik keluarga.


"Aku bisa jelaskan itu semua," Dilla masih ingin membela dirinya sendiri.


Plak, tamparan terdengar keras terlayang dipipinya. Rasa gemetar tubuh ini, membuatku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Entah, perasaan apa lagi yang mengacaukan bathin dan jiwa, yang jelas ada berjuta kekecewaan yang bersemayam diam didasar sana.


"Kamu mau menjelaskan apa lagi, Nak. Sudah jelas semua bukti itu, kalau kamu tega menghianati Dio hanya karena dia pacar terlama kamu. Apa ini didikan kami, ketika sudah banyak orang hormat dan patuh padamu, tapi semua kau hancurkan demi mantan pacarmu itu. Kamu bukan hanya menyakiti hati kami, tapi Mama sangat sedih dan kecewa sekali padamu atas pilihan yang kau pilih," Mertua perempuan mulai angkat bicara juga.


"Kalian salah paham. Ini semua tidak benar. Majalah itu hanya ingin menjatuhkan kita. Semua foto itu palau," Suaranya mulai serak-serak basah, ada hiasan kalau dia mulai menangis juga.


"Kalau palsu kenapa kau terlihat nyata sedang berciuman. Papa, sudah peringatkan kamu untuk menjauhi pria itu. Inilah akibatnya kalau kamu membangkang pada kami. Apakah cinta bualan kamu itu lebih penting daripada suami kami sendiri. Jawab, hah!"


"Kurang apa Dio, sama kamu? Aaah, dasar anak tak tahu diri. Phakkk ... krontang," Semua begitu emosi sampai vas yang ada bunga dipecahkan.


"Dio ... Dio, kamu percaya 'kan apa yang kukatakan barusan. Mana mungkin aku berani melakukan itu dibelakang kamu," Merengek dengan mengoyang-goyangkan lengan tangan.


Diam ini sedang menyimpan cemeti yang siap dicambukkan, namun dia adalah perempuan jadi harus bisa menahan semua emosi dengan kuat, jika tidak bisa sabar pasti perang dunia akan terjadi diantara kami. Kepalan tangan mulai bangkit, ingin rasanya menonjok tembok saja, agar bisa meredakan kekesalan.

__ADS_1


"Gimana Dio bisa percaya, kalau kamu tega menghianati dia didepan matanya. Sudah beberapa kali kami peringatkan, agar jauhi pria itu. Kamu hanya wanita polos yang mungkin saja dimanfaatkan ketika lemah, apalagi kalian dulu sudah menjalin hubungan bagai tak bisa terpisahkan lagi. Kami sungguh ... sungguh kecewa sekali atas tindakam kamu itu. Aah, Mama tidak bisa berkata apa-apa lagi," Beliau terdengar terisak pilu juga.


Kesabaran suami mulai diuji, saat tahu kalau istrinya selingkuh dengan pria lain. Masalah ini membuatku sangat sedih dan kecewa, dan yang lebih penting semua keputusan kembali pada diriku sendiri. Selingkuh itu cuma masalah waktu, karena sebusuk apapun bangkai itu disimpan rapat-rapat, pasti juga bakalan kecium baunya.


Tenaga yang melemah akibat syok, membuatku kini berusaha tegar dengan berdiri. Rasanya tubuh mengambang. Semua gairah hidup terasa dirampas paksa dengan keji.


"Sayang ... sayang, kamu mau kemana? Aku belum menjelaslan semuanya. Please, dengarkan perkataanku dulu," Dilla memohon dengan memegang kuat lenganku.


"Maaf, aku sekarang hanya butuh sendiri." Dengan lembut kugeser pegangan dia.


"Aku tidak melakukannya. Aku mohon, jangan tinggalkan aku sendirian dalam situasi rumit ini," pintanya.


Aku hanya terdiam dan terus meninggalkan dia dalam isakan pilu. Padahal kami baru saja tertawa bersama, namun sambutan dirumah bikin sedih saja.


Pintu kukunci rapat-rapat. Dilla terus saja mengedor-gedor pintu. Nama yang sempat membuat hari-hari dia bahagia, kini seperti asing saja jika terdengar dia memangil terus-menerus.


"Aaahhh, brengs*k kalian semua!"


Kekecewaan dengan menjambak rambut kuat, kemudian kuremas-rem*s, berharap supaya bisa melupakan kasus ini.

__ADS_1


Mertua tidak habis-habisnya ingin mengajak ribut, bahkan bentakan dan menyalahkannya terus terjadi. Hanya menjadi pendengar setia saja, sedangkan istri mulai sesegukan, yang kemungkinan sudah habis lagi airmata untuk ditumpahkan.


"Andai aku tidak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tidak perlu merasa terbang terlalu jauh begini, dan jatuh pun tidak terlalu keras. Ini sungguh sangat sakit ... sangat menyakitkan sekali." Dada kupukul-pukul kuat ketika rasa sesak sudah menghampiri.


Tidak terima dan masih tidak percaya jika Dilla berani melakukan itu.


"Pantas saja kau beberapa hari ini banyak melamun dan diam. Mungkinkah selama ini kamu memang sengaja menyembunyikan, agar kau bisa bebas berselingkuh dariku."


"Apa salahku, sehingga kau tega melakukan ini? Apa kurang rasa kasih sayang yang kuberikan? Ataukah kau, memang masih memendam cinta itu untuknya? Apa cintanya lebih bagus dariku, sehingga kau lengket terus padanya? Apakah karena kau dijodohkan denganku, sehingga selama ini kau hanya berdrama menjadi istri baik? Apakah ini keputusanmu untuk mendua?" Banyak sekali beberapa pertanyaan dalam benak .


"Apakah kau ingin tahu sebatas mana kesabaranku? Aku memang orang yang tidak pernah menjadi terbaik, namun kecewa ini membuatku tertampar begitu keras, sampai rasanya aku tidak ingin melihatmu lagi," Didalam hati menangis pilu. Airmata tidak bisa keluar, ketika masih ada rasa kaget akibat berita mendadak itu.


Rasanya terhenti semua aliran darah, sebab tak terpikirkan jika semua ini bisa terjadi. Mungkin cinta ini tak setinggi langit sepertinya, hingga dia terlalu tega menghancurkan semua impian.


Selingkuh terjadi pada orang yang tak memiliki komitmen dan tak bisa menepati janji.


Tapi bagaimana jika sikap atau perilaku dari salah satu pasangan, perbuatan istri misalnya, berubah dan membuat kecewa?Pasti bagi pria yang jadi kepala keluarga, harus mampu sekuat tenaga menempuh cara lain untuk mempertahankan pernikahan. Jangan biarkan goyangan angin dan masalah membuat pernikahan hancur. Akan tetapi rasa kecewa yang teramat besar dan memuncak, tak jarang membuat hati seakan ingin meletup kesakitan.


"Saat ini juga aku tak akan bertanya di mana dan bagaimana kamu, daripada aku harus menerima kekecewaan lagi karenamu."

__ADS_1


Kecewa adalah saat kita merasakan kehilangan, meskipun tidak memiliki hatinya sejak awal. Kukira itulah kekecewaan sebenarnya. Rasa kehilangan untuk sesuatu yang tidak pernah dimiliki.


"Sesekali aku ingin kau bercermin dan melihat seseorang yang pantas mendampingimu. Apakah aku orang yang bersedia hidup bersamamu, ataukah dia orang yang kau anggap menarik meski sebenarnya pengganggu hubungan kita, namun disebalik itu mungkin aku terlalu bodoh tidak bisa memahami jika cinta kalian tidak bisa terpisahkan."


__ADS_2