
Karena hari ini aku malas untuk keluar rumah, sehingga sopir pribadi Papa telah kusuruh untuk mengantar ke acara pesta Joan.
Hati dibuat terkaget-kaget atas penyataan Joan yang barusan ingin melamarku. Bukan tak mencintai Joan, tapi hati kini benar-benar tengah gundah gulana akibat hati sedang bimbang memikirkan Dio.
"Maafkan aku, Jo. Sudah mengecewakan dan sangat mempermalukan dirimu. Aku tahu salah, namun hati ini tidak mau sembarangan menerima. Maaf ... maaf!" Hati merancau kacau.
Tak sampai situ saja, hati itu terasa syok akibat mendengar tentang ulah Reyhan, yang padahal selama ini ingin kupertahankan cinta kami, tapi malah dia menorehkan luka yang begitu menganga.
"Kenapa semua masalah timbul secara bersamaan. Dio sangat marah, serta Reyhan menghamili wanita lain. Sebenarnya Joanlah yang ada sekarang, namun hati kecil ini belum bisa menerima baik lamaran tadi," Berjalan pelan sambil menundukkan kepala.
Kepala rasanya mau pecah, sebab memikirkan mereka berdua saja binggung, sebab lamaran Joan semakin membuatku berkecamuk binggung atas pilihan hati yang akan berlabuh pada siapa, dengan terpaksa untuk sementara ini kutolak.
Kaki menendang-nendang. Mencoba menghilangkan stres. Kedua tangan kumasukkan ke dalam jaket memanjang. Hawa dingin malam diluar gedung kian menusuk tulang.
Gawai dalam tas kuambil.
[Hallo, pak]
[Iya, Nona. Ada apa?]
[Jemput aku sekarang]
__ADS_1
[Loh, bukannya barusan bapak antar? Bapak saja belum sampai rumah habis mengantarkan Nona tadi]
[Isssh, bapak ini. Ngak usah banyak tanya. Kubilang jemput ya harus jemput, paham!]
[Eeh, iya Nona. Maaf jika lancang]
[Ngak ada kok, pak. Sudah jangan banyak bicara. Jemput sekarang ngak pakai lama]
[Beres, Non. Semoga tidak terjebak macet kayak mengantar tadi]
[Iya. Aku tunggu diluar gedung]
[Baik, Non]
"Dih, mana sih pak sopir? Apa tidak tahu kalau kaki mulai ngilu berat."
"Duh, lamanya."
Gawai menelpon kembali, mau memastikan berposisikan dijalan mana.
[Haduh, pak. Kok lama banget]
__ADS_1
[Maaf Nona, sedikit macet nih akibat ada kecelakaan maut dijalan]
[Ya sudah kalau begitu. Aku tunggu]
[Baik Non]
Lama juga menunggu sopir. Hingga nyamuk sebagai teman dalam kesendirian. Berkali-kali tangan sibuk mematikan nyamuk. Rasanya gatal sekujur tubuh, saat oara nyamuk berlomba menghisap darah wanita cantik.
"Eeem ... emm ... eeem," Suaraku tertahan, saat ada tangan telah berusaha membekap menggunakan sapu tangan dihidung dan mulutku.
"Apa ini? Apa ini? Kenapa sapu tangan ini membuat mataku makin berat," Ketakutan hati yang panik.
"Aaah, jangan ... jangan sampai aku tertidur."
Aku berusaha meronta-ronta, agar bisa melepaskan diri, namun pada kenyataannya aku tidak bisa, dikarenakan tubuh kian lama kian melemah. Mata semakin lama kian kabur tak bisa melihat, dan sampai pada akhirnya aku terpejam tak sadarkan diri.
********
Apa yang terjadi pada Dilla😱😱 ikuti terus kisahnya😊bakalan makin seru, terima kasih yang sudah mampir.
semoga apa yang kalian lakukan untuk karya in berkah dunia akhirat, semakin banyak rezeki yang mengalir dari arah yang tidak disangka-sangka, sehat selalu sekeluarga, semua yang dicita-citakan segera terkabul. Sukses selalu untuk kalian.
__ADS_1
Jaga kesehatan, dan semoga apa yang kalian lakukan akan berkah selalu. Amin ... Amin.