Terpasung Gairah 3 Cogan

Terpasung Gairah 3 Cogan
Dipaksa Ingin Menikah Siri


__ADS_3

Mata seakan-akan melekat sekali tidak bisa terbuka, ditambah lagi rasa pusingpun telah bercampur jadi satu. Kuusahakan sekuat tenaga untuk mencoba membuka mata, sebab ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Eeeem, ya Allah. Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa berada disini? Aaah ... emmm," Rotaanku sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari ikatan kaki dan tangan.


Mulut tak bisa leluasa bebas berbicara, sebab ada sebuah lakban hitam telah melekat pada mulutku. Tangan dan kaki mulai sakit akibat rontaanku yang kuat yang ingin segera melepaskan diri. Pandangan telah menyapu keseluruh ruangan yang mewah, dengan hiasan yang menurutku hanya orang kaya saja yang bisa memiliki kamar seperti ini.


"Siapakah yang menculikku? Kenapa ini bisa terjadi? Ya Allah, selamatkan aku dari penculikan ini."


"Aah ... Dio, andai saja aku tidak mengusir kamu, pasti kejadian ini tak akan pernah terjadi. Dio ... Dio, selamatkan aku," Bathin hati yang sedih hanya bisa memanggil nama pengawalku saja.


Bulir-bulir airmata terus saja mengalir, saat diri ini begitu ketakutan sekali dengan penculikan yang sedang menimpaku.


Ceklek, pintu telah terbuka.


"Astagfirullah, Joan? Aah, kenapa kamu bisa melakukan ini? Apakah kamu sakit hati atas lamaran tadi? Sungguh aku tak menyangka kalau kamu bisa melakukan ini, eeeemm!" rancau hati yan tak suka, sambil mencoba meronta-ronta.


"Hai sayang, gimana? Enak ngak terikat kayak gitu? Aduh kasihan sekali, pasti sakit ya? Itu kemungkinan tak seberapa sakitnya, dibandingkan dengan hatiku yang lebih sakit dari apa yang kamu rasakan sekarang," ucap Joan mendekatiku yang teringkuk terikat kaki dan tangan.



"Eeem ... emmm," Suaraku mencoba meronta-ronta untuk minta dilepaskan.


"Kenapa sayangku, Dilla? Jangan bilang kamu minta dilepaskan? Uluh ... uluh, kasihannya. Tenang ... tenang, akan aku lepaskan, ok!" cakapnya yang memuakkan.


Joan kini tak mau melepaskan tangan dan kakiku, hanya perekat mulut saja yang dia lepaskan.


"Apa yang kamu lakukan, Joan?" tanyaku penuh emosi.


"Jangan kamu tanyakan, apa yang kulakukan. Seharusnya kamu itu tanya pada diri kamu sendiri, kenapa aku bisa melakukan ini?" ucapnya santai.


"Lepaskan aku Joan, aku mohon. Maafkan diriku yang telah mempermalukan kamu tadi. Bukan maksud hatiku menolak kamu, tapi sungguh aku belum bisa menerima lamaran itu saat ini," ucapku mencoba menjelaskan.


"Bulsit atas semua itu. Yang jelas sekarang aku mau memiliki kamu selamanya. Masalah mempermalukan itu sangat membuatku tercambuk akan rasa harga diri. Tapi tenang saja, aku bisa memaklumi dan memaafkan semua itu, 'kan yang terpenting kamu sekarang ada disini, bener 'kan sayang!" ucapnya yang membuatku semakin ketakutan tak tahu apa maksudnya.

__ADS_1


Tangan besarnya mengelus pelan pipi. Bergerak agar tidak menyetuhku dengan membuang muka.


"Apa maksud kamu, Joan? Kamu jangan macam-macam padaku. Jadi lepaskan aku sekarang, sebelum sesuatu yang buruk terjadi padamu. Jangan sampai kamu dipenjara atas kebodohanmu ini," cakapku berusaha mengajak negosiasi.


"Aku bodoh? Yap benar, aku bodoh sebab ulah kamu juga. Asalkan kamu tahu, kebodohan ini karena aku terlalu percaya atas semua cintamu padaku, yang nyata-nyatanya hati kamu hanya mempermainkan saja. Kamu tahu sendiri Dilla, bahwa aku sangat mencintaimu melebihi apapun, tapi pada kenyataannya kamu malah lebih mencintai si pria Reyhan yang br*ngs*k itu. Apakah kamu tak melihat ketulusan hati ini? Sehingga kamu menolak lamaran itu mentah-mentah," tutur Joan yang kelihatan mulai tersulut emosi.


"Joan jangan lakukan semua ini, aku tahu bahwa memang ini semua adalah murni kesalahanku, tapi sungguh tak ada niatan mengecewakan ataupun nyakitin kamu," pintaku yang sudah berurai airmata.



"Iiich ... iiichs, jangan nangis begitu, sayang. Kamu tambah jelek saja bila ketakutan sambil nangis gitu. Dan kali ini aku akan menambah rasa ketakutan kamu itu dengan sesuatu kejutan yang luar biasa melebihi lamaran tadi," ucap Joan berbasa basi semakin membuat diriku tenggelam oleh ketakutan.


Benar saja, ketakutan bertambah kuat atas maksud Joan. Kepala dipenuhi pikiran yang jelek atas ucapan barusan.


"Maksud kamu apa, Joan? Kamu jangan macam-macam pada diriku, pasti kamu akan menyesali atas perbuatan yang kamu lakukan ini," Mencoba berani bertanya agar bisa diajak nego.


"Nanti deh, akan aku katakan apa yang akan kurencanakan selanjutnya, yang jelas diriku bakalan memiliki hatimu selamanya, yang tak ada lagi pria lain lagi yang akan mendekati kamu, paham!" ujarnya yang tak mau memberitahu.


Sangat menjengkelkan jika dia tidak mau memberitahu tindakan berikutnya.


Joan telah meninggalku sendirian, saat kembali meringkuk tak berdaya tergolek dikasur. Pikiranpun sudah melayang-layang apa yang akan dilakukan Joan lagi, untuk menumbangkan benteng hatiku agar dimilikinya.


"Ya Allah, kirimkan bala bantuan untuk menyelamatkan. Aku tak tahu siapa yang akan menyelamatkanku sekarang, tapi aku mohon bantulah hamba agar bisa lepas dari si Joan. Aku sungguh takut sekali sekarang, atas apa yang akan dilakukan Joan lagi, Tenangkanlah hati ini ya Allah, untuk sabar menunggu bala bantuan yang engkau kirimkan. Semoga cepat ada orang yang membantuku lepas dari sini, amiiin," Doa dalam hati.


Matapun terus saja mengalirkan airmata yang telah membasahi pipi.


***********


Tanpa sadar mata telah terpejam nyenyak sekali, habis kelelahan menangis, sampai pada akhirnya aku terbangun tiba-tiba dipagi hari, saat mendengar deru langkah mendekati kamar ini.


Ceklek, pintu telah dibuka.


"Hai ... hai sayang. Gimana kabar kamu hari ini? Pasti baik-baik saja 'kan? Ini aku bawakan sarapan untuk kamu makan, supaya kamu ada tenaga, sebab nanti siang kita akan mengadakan acara nikah mendadak. Ha ... ha ... ha, sungguh aku gembira sekali hari ini, akhirnya aku bisa mendapatkan dirimu seutuhnya," gelak tawa Joan merasa menang.

__ADS_1


"Eeem ... emm," Suaraku yang mencoba meminta dibuka bekapan mulut.


"Ada apa lagi, sayang!" tanya Joan sedikit kesal.


"Emm ... emm," cakapku tak bisa berbicara, namun memberi isyarat dengan menggerakkan mata kebawah, tanda aku minta dibuka bekapan.


Untung saja Joan mengerti dengan bahasa isyaratku.


"Apa yang barusan kamu ucapkan? Menikah? Maksudnya?" cecar kebingungganku.


"Iya, kita bakalan akan menikah hari ini. Sebab aku sudah merencanakan jauh-jauh hari acara ini, tapi tadi malam kamu menolaknya, jadi sekarang aku akan mempercepat rencana ini untuk menikahi kamu siang ini juga," jelas Joan.


"Apa? Kamu jangan gila, Joan. Mana mungkin kita menikah tanpa wali maupun restu kedua orang tuaku. Kamu jangan sembarangan mengambil tindakan, sebab aku sungguh tak sudi menikah dengan kamu," cakapku menolak dengan emosi.


"Kenapa repot-repot mendatangkan orang tua kamu atau wali? Asalkan kamu tahu, kita itu akan menikah siri tanpa adanya wali. Iya, aku memang sudah tak waras dan gila, sebab kamu tahu sendiri ini semua akibat ulah dari siapa? Kalau bukan atas kecerobohan kamu menolakku," ucap Joan berbicara, sambil tangannya menjambak rambutku.


"Jangan lakukan itu Joan, aku mohon. Aku masih mencintai kamu, jadi kita bisa bicarakan semua ini dengan baik-baik, tanpa ada paksaan maupun yang tersakiti," Usahaku bernegosiasi.


"Ciiieh, sudah terlambat, Dilla. Yang jelas aku mau nanti siang kita akan resmi menikah, dan bisa memiliki kamu suutuhnya, titik! Jadi makanlah dan bersiapkanlah dirimu saja," Ngototnya Joan berbicara.


"Ya Allah, apa ini? Nikah siri? Aaah, sungguh malang nasibku yang akan berakhir di tangan Joan. Maafkan aku ma, pa! Tak bisa membahagiakan kalian dengan memberikan menantu yang terbaik. Mungkin ini semua jalan takdirku, akibat kesalahan yang telah mempermainkan hati Joan, sehingga dia kalap mengambil tindakan ingin menikahiku dengan secara instan," Kesedihanku dalam hati sambil menangis sesegukan, akibat kehidupanku bakalan hancu, saat akan menikah siri.


******


Woooow tenyata Joan😱😱 dalangnya.



Apakah Dilla akan jadi menikah siri dengan Joan?


Apakah Dio akan berhasil menyelamatkan Dilla?


__ADS_1


Ikuti kisahnya selanjutnya, dijamin akan menegangkan dipart-part berikutnya. Terima kasih yang sudah mengikuti karya recehku ini😊.


__ADS_2