Terpasung Gairah 3 Cogan

Terpasung Gairah 3 Cogan
Terkuaknya Siapa Dio Sesungguhnya


__ADS_3

Masih terkena sidang keluarga. Sempat binggung dan heran, kenapa semua orang seakan-akan menyalahkanku dan lebih menyayangi Dio.


"Apa maksud kamu ngak tahu Dilla? Ngak mungkin kamu tidak tahu? Lalu kenapa Dio sampai kamu tampar bertubi-tubi begitu?" ketus Mama berucap.


"Aku beneran ngak tahu, Ma. Yang kutahu Dio sudah menghajar Reyhan habis-habisan, dan aku tak suka atas tindakannya itu, sehingga akupun menamparnya tadi," jawabku jujur.


"Sudah ... sudah, tidak usah diperdebatkan lagi masalah ini, toh Dio sudah pergi dengan membawa kekecewaan pada Dilla. Sementara itu kamu harus ikut tinggal bersama kami dirumah utama, sebab selain Dio tidak ada lagi untuk menjaga kamu, pasti para wartawan dan fans artis pacar kamu itu akan memburu kamu, jadi sekarang lebih aman saja kalau kamu ikut kami tinggal dirumah, mengerti!" tekan Papa memberitahu.



"Tapi, Pa!" ucapku berusaha menolak.


Brak, sorot mata itu tajam ke arahku. Guratan wajah nampak penuh api emosi.


"Ngak ada tapi-tapian Dilla. Kamu kali ini harus nurut sama kami. Bener kata Papa bahwa kamu harus tinggal sama kami, sebab kami tak ingin kamu kenapa-napa, paham!" Suara Mama ikut-ikutan.


Mulut tak bisa berkata-kata lagi, saat orang tua sudah menekanku untuk mengikuti perintah mereka.


"Kamu tahu Dilla kenapa Papa menyuruh Dio untuk menjadi pengawal kamu?" tanya beliau yang membuatku penasaran.


"Tidak, Pa!" jawabku sambil mengeleng-geleng kepala.


Banyak pertanyaan yang menyudutkanku. Hanya menanggapi lesu. Tahu kalau salah sama pengawal, tapi tidak harus melimpahkan semua kesalahan kepadaku, yang padahal Dio sendiri yang awalnya cari gara-gara.


"Papa memilihnya sebab ada hal yang kami sembunyikan dari kamu. Apakah kamu masih ingat kenal dengan pak Ahmad guru beladiri almarhum kakak kamu?" tanya beliau.


"Iya Pa, aku masih ingat-ingat lupa," jawabku lemah.


"Dio adalah anak beliau."


Deg, hatiku begitu kaget, sebab pak Ahmad yang dulu baik dan selalu menyemangati almarhum kakakku untuk terus belajar ilmu diri, tak menyangka saja bahwa Dio adalah anak beliau.

__ADS_1


"Dan kamu tahu kenapa Papa menyuruh Dio menjaga dan menjadi pengawal kamu?" Pertanyaan beliau yang semakin membuatku binggung.


Lagi-lagi gelengan kepala kecil kuberikan atas pertanyaan papaku.


"Sebab Dio adalah pria yang Papa pilih untuk menjadi calon suami kamu," ucap beliau memberitahu.


Jeedaar, kilatan petir terasa telah menyambar jantungku, yang seakan-akan organ itu telah mengelegarkan akibat menerima kekagetan yang luar biasa.


"Apa?" ekspresiku melongo dan kaget.



"Enggak ... enggak, Pa. Mana mungkin Dio yang masih dibawah umurku, mau dijadiian suami. Apa Papa ngak salah pilih?" ucapku mulai angkat bicara tak setuju.


"Kamu ngak bisa mengelak lagi, Dilla. Papa beneran ingin menjodohkan kalian. Asalkan kamu tahu, bahwa Dio awalnya juga menolak perjodohan ini, tapi atas kegigihan kami membujuk Dio akhirnya dia setuju juga, tapi dengan syarat kamu tidak boleh mengetahui. Rencana dia ingin menjadi pengawal kamu, sebab katanya dia bakal bisa mengawasi kamu selama 24jam, yaitu agar menjaga kamu setiap detik dan menitnya waktu berputar. Dio ingin kamu tak sembarangan makan-makanan instan, sehingga tiap hari dia berusaha untuk memasak makanan yang alami dari dapur. Dio berusaha mati-matian ingin menyetir mobil, biar kamu tak terluka maupun terjadi kecelakaan jika kamu habis kelelehan bekerja. Dio berusaha sekamar dengan kamu, biar orang-orang yang ingin menjahati dirimu saat kamu terlelap tidur, maka dengan mudah dia bisa menghajarnya. Apakah kamu tak sadar atas ketulusan hatinya ingin membahagiakan kamu? Dia tak ingin kamu mencintainya hanya karena nafsu belaka seperti kekasih kamu yang lain, tapi Dio ingin membuka hati kamu lebar-lebar bahwa cinta murni dalam dirimu bisa tercurah untuknya, tapi sekarang apa yang kamu lakukan padanya!" Kekecewaan Papa berucap sambil menjelaskan tentang Dio.


Jleb, perkataan Papa itu begitu mengores, bagai bilahan pisau menyayat hatiku, dengan mulut sudah tak dapat mengatakan sepatah kalimatpun untuk bertanya. Entah mengapa hatiku begitu trenyuh mendengar perkataan papaku, rasanya airmata begitu tak bisa kutahan, sehingga bening-bening airmatapun tak kuat lagi untuk mengalir dengan derasnya.



Tetesan airmata begitu tak terbendung lagi, rasanya dada begitu sesak sekali atas sikapku yang sudah tega mengusirnya, padahal selama ini dia begitu perhatian dan berusaha memberikan kasih sayang.


"Aku juga salut atas kegigihan kak Dio, yang berusaha membuat kamu jatuh cinta padanya. Apakah Kakak tahu bahwa kelopak bunga mawar yang seribu tangkai lebih kemarin itu dari siapa?" tanya adik laki-lakiku.


"Tidak!" jawabku melepaskan pelukan Mama.


"Ya ampuuuuun, Kak Dilla. Kamu itu sungguh tidak peka dan tak terpikirkan itu dari siapa? Asalkan kakak tahu kalau yang memberikan hadiah hiasan kelopak bunga mawar merah diulang tahun kamu itu adalah kak Dio," ucap penjelasan adikku.


"What?" Kekagetanku untuk yang kesekian kalinya.


"Beneran, Kakak. Demi membahagiakan kamu dia rela berhutang padaku lho! Sampai tabunganku yang ada dicelengan habis ludes tak tersisa. Katanya uang sakunya dari kampung telah habis oleh pemalakkan kamu, jadi dia kemarin binggung dan meminta bantuanku dengan cara meminjam uang. Apakah kakak ngak kepikiran sampai situ? Kak Dio kemarin begitu marah, kalau hasil hiasannya telah kamu atas namakan dari orang lain bukan dari dia. Berkali-kali jarinya tertusuk duri mawar, tapi dia tak pedulikan itu, sebab katanya harus merias rumah sampai indah, bagus, dan seperfeck mungkin. Balon semua berbentuk hati dan berwarna merah itu tandanya bahwa kak Dio sudah mulai menyukai kak Dilla, tapi sayangnya dia patah hati sekarang," Kesedihan adikku yang ternyata mendukung Dio.

__ADS_1


Tubuh kembali kueratkan pada mamaku lagi, sebab tak kuat lagi atas mendengar penuturan mereka. Aku semakin tersedu-sedu. Isak tangis pecah dan nafas terdengar berat serta bergetar. Rasanya sudah tak kuat lagi menahan airmata yang kini menganak sungai dari sudut kelopak mata. Semakin kuseka pelan semakin deras airmata keluar, yang sudah membuat pakaian Mamapun jadi basah. Tangan beliau begitu nyamannya mengelus belakang punggungku, dan itu rasanya sangat menentramkan sekali.


"Sudah Dilla, semua sudah terjadi. Kamu tidak perlu terlalu bersedih begitu, yang perlu kamu pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya untuk menarik Dio sekarang, sebab kelihatannya Dio tak akan mau kembali kesini," ujar Mama.


"Benar itu, Dilla. Yang sudah terlanjur biarlah terjadi, sekarang yang penting kita harus membawa Dio kesini lagi? Kamu tenang saja, sebab kami semua akan membantu kamu sampai akhir, tapi dengan syarat kamu harus menerima perjodohan ini," Ketegasan Papaku berkata.


"Aku belum bisa menjawab atas terkuaknya semua ini, sebab hati masih binggung juga terhadap perasaanku pada Dio. Apakah aku bisa mencintainya dengan tulus," jawabku lesu.


"Kami paham, Dilla. Memang hati tak bisa dipaksakan, namun kalau bisa kamu harus bersama Dio dalam ikatan pernikahan. Kamu tahu sendiri Dio mengorbankan segalanya untukmu, tak mengenal lelah dan sesulit apa untuk mendapatkanmu, dia sangat gigih berusaha membuka hatimu yang tak menginginkannya. Walau umurnya masih dibilang muda dibandingkan dirimu, tapi pada kenyataannya Dio lebih dewasa atas sikapnya mengambil keputusan," Penjelasan Papa.


Ternyata aku begitu berarti dan istimewa dihatinya. Perjuangannya patut diacungi jempol. Penyesalan terus mengusik hati.


"Iya, Pa."


Acara mengungkap jati diri Dio telah selesai. Semua keluarga terpaksa bermalam dirumahku, sebab katanya takut kalau ada wartawan atau orang iseng sedang mengintai kenyamananku.


*********


Dipart ini perasaan pembaca pasti dibikin meleleh nyes ... nyes akibat perjuangan Dio. Pasti para cewek seneng punya suami kayak gitu😅



Apakah Dio akan kembali, setelah Dilla telah mengetahui semuanya?


Bagaimana dengan Joan dan Reyhan?


Skandal keartisan Reyhan telah muncul, apa yang akan terjadi dikehidupan Dilla dan Reyhan selanjutnya?


Apakah cinta akan tumbuh dihati Dilla untuk Dio?


__ADS_1


Ikuti kisah ini, sebab dipart-part berikutnya akan terjadi ketegangan antara pilihan hati yang akan berlabuh pada siapa.


__ADS_2