Terpasung Gairah 3 Cogan

Terpasung Gairah 3 Cogan
Berusaha Melepaskan Ikatannya


__ADS_3

Perasaan lega telah datang, ternyata ada satu buah jendela kaca yang ternyata tak terkunci, sehingga akupun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk segera melangkah masuk ke dalam kamar yang masih terang benderang oleh cahaya lampu.


Betapa terkejutnya diri ini saat melihat majikan telah meringkuk tak berdaya, akibat tangan dan kaki telah diikat oleh tali, serta mulut tersumpal kain.


"Awas kamu Joan, akan kubuat perhitungan sama kamu, akibat menyiksa majikanku yang lemah ini," Kemarahan hati yang bertambah kian kesal.



Tanpa membuang waktu langsung saja kuhampiri tubuh non Dilla, yang begitu mengenaskan kondisinya, dengan kini matanya telah terpejam tertidur dengan nyenyak.


"Non ... non Dilla. Bangun, Non!" Suruhku memelankan suara dengan cara seperti berbisik-bisik.


Wajahnya nampak kelelahan. Mata sedikit bengkak. Rambut acak-acakkan. Sempat memukul bagian lengan beberapa kali, agar dia bisa cepat bangun.


"Eem ... emm," balas majikan.


Sepertinya ingin mengatakan sesuatu, maka perekat dimulut mulai kutarik pelan.


"DIO?" Kekagetan majikan yang sudah bisa bisa leluasa berbicara.


"Suuuuusssttt," suruhku diam memelankan suara, dengan jari telunjuk tertempel dibibirku.



Non Dilla mengangguk pelan, tanda menurut atas perintahku supaya diam. Tangan kini sibuk berusaha membuang sumpalan kain.


"Cepat Dio ... cepat, buruan! Nanti keburu Joan datang kesini," suruh non Dilla tak sabar.

__ADS_1


"Iya, sebentar. Talinya terlalu kuat mengikat kaki kamu," balasku berkata.


"Aku senang sekali Dio kamu disini, yang telah berhasil menemukanku. Terima kasih, Dio!" ucap majikan.


"Iya. Ayo kita pergi dari sini secepatnya."


Terburu-buru ingin melepaskan tali. Mulutnya terus saja mengajak berbicara. Tubuh bergetar semua ingin segera kabur akibat takut ketahuan.


"Duh, susahnya!" Kegrogianku berusaha melepaskan tali.


Tanganku dengan tergesa-gesa berusaha melepaskan tali yang mengikat kaki majikan, namun semakin aku cepat semakin susah untuk membuka tali sampulnya.


Cekliek, pintu dibuka seseorang.


"Hai sayang, kita ma-!" Suara Joan yang tiba-tiba masuk kamar yang ada non Dilla.


Menoleh ke arahnya. Langsung panik dan menghentikan aktifitas ingin membantu manjikan yang terikat.


"Apa yang kamu lakulan disini?" tanya Joan.



Mulut ini hanya terdiam, tak menjawab ocehan Joan. Ingin tetap sibuk melepaskan tali.


"Apa yang kamu lakukan disini? Menyingkir dari Dilla," suruhnya yang kini mulai menghampiriku.


"Masa bodoh."

__ADS_1


"Aaakh, dasar kau ini."


Braak ... bhuuug, tanpa aba-aba Joan telah menendangkan kaki kanannya mengenai tubuhku, sehingga badanpun tanpa kesembaingan jatuh tumbang ke lantai keramik.


"Aaahkkgh," Teriak kesakitan.


"Aku sudah bilang harus menyingkir. Ini akibatnya kalau kamu tidak bisa menuruti perkataanku," Kesombongan Joan merasa menang.


Seketika akupun bangkit dari tersungkur tadi, dengan mata sudah melotot tajam seperti ingin meloncat, dikarenakan dada susah panas akibat tersulutnya marah yang membara bagai api.


"Kamu jangan sok diatas segalanya, sebab aku akan memberi pelajaran padamu. Kamu telah tega membuat majikanku terasa lemah tak berdaya sekarang, maka persiapkan diri agar kamu berbalik merasakannya," ujarku ada sedikit nada ancaman.


"Cuiih, silahkan. Bulsit, dengan ancaman kamu. Aku tidak takut."


"Hilih, jangan telalu belagak kau."


"Kamu jangan ikut campur urusan kami. Asalkan kamu tahu saja, aku tak akan melepaskan Dilla begitu saja, kerena selamanya Dilla akan jadi milikku. Oleh karena itu, jika kamu ingin menyelamatkan dirinya maka kamu harus melawanku dulu. Kita akan buktikan siapa yang bakalan bisa menang mendapatkan Dilla!" tantang Joan, dengan tangan sudah mengepal, dan kaki berkuda-kuda siap untuk menyerangku.


"Oke, aku akan melayani kamu. Siapa takut. Majulah, kalau ingin merasakan tinjuan dahsyat ini," jawabku santai.


"Aaah, belagak sok jago kamu."


Kaki sudah berkuda-kuda agar bisa siap menyerang. Joan kelihatan juga tidak aabar ingin berkelahi.


*******


Terima kasih yang sudah hadir memberi like, coment, rate, maupun poin. Author hanya bisa mendoakan kalian sehat selalu dan dilimpahkan rezeki.

__ADS_1


Di part berikutnya akan terjadi ketegangan yang semakin seru diantara keduanya, maka dari itu ikuti terus kelanjutannya


__ADS_2