The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Episode 10 asal usul Henzie 1


__ADS_3

Hari ini weekend dan Gin tidak berangkat kekantor, namun meski begitu ia tetap bergelut dengan laptopnya di ruang keluarga. Setelah menyelesaikan sarapan Gin kembali bergelut dengan laptopnya dan Henzie kembali kekamarnya. Gin menatap Henzie sekilas.


Saat ini ia memakai dress sederhana berbahan kaos bagian atasnya dengan sambungan seperti rok menerawang sampai ke bawah lutut. Hari ini mengikat rambut hitam ikal nya tinggi membuat leher jenjangnya terekspose, kalung choker yang menempel membuat leher itu semakin kelihatan sexy. Gin baru menyadari jika Henzie memiliki leher yang cukup panjang dan ramping.


“ kau sedang apa?” tanya Gin yang melihat Henzie memakai headseat di depan laptop nya.


“ aku.., aku sedang belajar bahasa Gin, meski berjauhan dengan keluargamu tak ada salahnya aku tetap belajar lagi pula ini juga berguna untukku.” ungkap Henzie. Ini kali pertama Henzie melihat Gin kekamarnya.


 “ kau tak harus berusaha sekeras itu.” ungkap Gin.


“ tidak, aku rasa ini memang akan berguna. Siapa tahu akan kembali menempati negara yang tak bisa bahasa ingrish. Awal aku kemari aku juga kebingungan berbahasa jepang dan tidak semua orang jepang mengerti bahasa ingrish.” ungkap henzie.


“ aku dengar kau hampir di lecehkan saat pertama ke jepang?” tanya Gin.

__ADS_1


“ hem, aku ditipu, aku pikir mereka hendak membutuhkan jasaku, namun yang ada mereka hanya menipuku.” Ungkap Henzie.


 Tangan Gin hendak terulur untuk mengelus kepala wanita yang kini tengah menjadi istrinya sampai suara handphone dari Gin mengagetkan Gin dan Henzie. Diliriknya sekilas atas nama Claudia.


‘ siapa? Salah satu wanita one night stand ku?’ batin Gin. Ekor mata gin melirik Henzie yang masih menatapnya. Gin menampilkan smirk smile nya dan mengangkat telephone nya di depan Henzie agar wanita itu dapat mendengar percakapan mereka sebelum akhirnya Gin beranjak keluar dari kamar Henzie.


“ halo, Bae?” ungkap Gin pura- pura ia melangkahkan kakinya kekamarnya meski ekor mata pria itu melihat kearah Henzie yang mengikuti kemana langkah pria itu meski masi sedikit memberi jarak ruang agar orang yang di ikuti tak tahu.


‘hallo darly, kau merindukan aku?’ ungkap Claudia.


‘ bagaimana jika malam ini aku ke Mansion mu?’ ungkap Claudia dengan suara mendesah. Henzie yang mendengarnya hanya terpaku sejenak sebelum akhirnya kembali kekamarnya. Ia tak ingin lagi mendengar hal yang mungkin bisa membuat hatinya semakin sakit.


“ halo.., Gin?” tanya Claudia yang tidak mendengar jawaban dari Gin.

__ADS_1


“ oh. Maaf aku sedang sibuk.” ungkap Gin tanpa mendengar gerutuan wanita di seberang telephone dan langsung mematikan sambungan sepihak.


Gin hanya tertawa kecil saat mengintip apa yang dilakukan Henzie di kamarnya. Wanita itu berusaha berpose sexy di depan cermin. Namun dalam sekejap mata Gin membulat sempurna dan dibuat kesusahan menelan salivanya. Wanita itu memainkan dadanya agar terlihat besar, padahal dada wanita itu sudah terlihat besar, seandainya wanita itu tidak memakai baju kebesaran pasti sudah mengekspose bentuk tubuhnya dengan sempurna.


“ jika bukan karena N**e ku yang besar dan bewarna coklat seperti ini pasti terlihat menarik, aku saja sedikit malu melihatnya.” ungkap Henzie lirih.


‘ aku bahkan ingin memainkannya, dari mana nya yang tidak menarik?’ batin Gin. Tampak Henzie melirik sekilas jam didinding di kamarnya.


“oh, astaga. Sudah jam segini, aku harus belanja untuk masak makan malam.” ungkap Henzie karena bahan makanan di kulkas telah habis. Mendengar Henzie berkata seperti itu, Gin bergegas hendak kembali kekamarnya.


Diintipnya dari jendela kamarnya; mobil dengan cat luar bewarna putih tulang itu meninggalkan halaman pekarangan mansionnya. Gin menarik nafas berat, sebelum akhirnya menghubungi seseorang di balik telephone.


“ ikuti dia.” ungkap Gin.

__ADS_1


Ya, dengan profesinya sebagai mafia jangan heran jika bahaya selalu mengancamnya, bahkan di dalam dunia bisnis sekalipun. ia tak pernah istirahat sekalipun weekend atau liburan. Selalu ada anak buahnya yang berjaga dalam bayangan yang berada di sekitarnya. Dan soal keluarga lainnya, mereka bisa menjaga dirinya sendiri itu sebabnya mereka selalu berlatih beladiri.


__ADS_2