The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
S2 imut


__ADS_3

“ Lucifer! Faster, please!” rengek Alicia.


Ya, setelah kepulangan mereka dari rumah sakit.


Akhirnya, Lucifer memilih memberi rumah sendiri untuk Alicia agar wanita itu dan anaknya nyaman.


Ia tahu kondisi rumah Alicia yang seerhana dan memilih menyediakan rumah sendiri bagi Alicia. Ia tidak bisa membiarkan Alicia dan Lexia berada di satu rumah karena takut mereka akan ceksok dan ribut satu sama lain. Adapun Apartment milik Lucifer. Namun, Lucifer ingin menjaga kehamilan Alicia sepenuhnya dan tidak ingin hal- hal buruk terjadi- mengingat jika kandungan Alicia pernah terluka. Ia takut jika Alicia berada di apartment Lucifer yang berada di ketinggian 45 lantai- wanita itu akan terpleset dan jatuh. Pria itu juga tidak ingin Alicia kelelahan jika harus naik sampai ke lantai 45. meski sejujurnya, apartent Lucifer memiliki akses lift menuju lantai tersebut.


Namun, Lucifer memilih jalan amannya saja; yaitu menyediakan rumah untuk Alicia.


Satu yang membuat Lucifer heran adalah;


Alicia yang tiba- tiba berubah jadi mana dan posesif padanya. Masih lekat dalam ingatan saat Lucifer bertemu wanita itu. Hanya ada penolakan dan penolakan yang di berikan wanita itu, dan sekarang?


Alicia kini ibaat anak kucing yang menempel pada manusia yang di sukainya dan bersikap manja pada Lucifer.

__ADS_1


Bahkan, wanita itu juga selalu memeluk lelaki itu kemana pria itu melangkah.


Belum lagi jika Lucifer duduk. Alicia pun akan langsung duduk di pangkuan pria itu. Menguyel kepalanya ke dada bidang Lucifer dan menghirup aroma tubuh pria itu.


Seperti saat ini.


Alicia sangat aktif merangsang pria yang merupakan ayah dari anak yang di kandungnya.


“ Alicia! Aku takut akan melukai anak kita- jika aku memacu tubuhmu lebih cepat lagi.” ucap Lucifer dalam *******.


Lucifer mengalah. Mungkin, karena hormon kehamilannya membut Alicia lebih bergairah dari pada biasanya. Akhirnya, Pria itu memacu tubuhnya lebih tepat dengan mengatur tempo agar tidak melukai anak yang masih ada di tubuh Alicia.


***


Lucifer menarik nafasnya. Tampak tubuhnya masih lembab karena permainan panas mereka baru saja usai. Ia menatap ke arah Alicia yang tengah tertidur karena kelelahan. Pria itu hanya tersenyum dan mencoba menggapai selimut yang ada di bawah kakinya dan menyelimuti tubuh polos mereka dan menggunakan remote untuk mematikan lampu kamarnya.

__ADS_1


Lucifer lantas menatap ke arah Alicia yang tengah tertidur. Menatap ke wajah cantik wanita yang sebentar lagi akan menjad ibu untuk anak- anaknya itu.


Anak- anak?


Ya, dokter telah memeriksa kandungan Alicia dan berkata jika ada kemungkinan jika Alicia akan mengandung bayi kembar- karena memiliki dua kantong rahim.


Mengingatnya, membuat senyum mengembang di wajah Lucifer. Ia tahu jika membenci wanita. Namun, mengingat jika Alicia tengah mengandung anaknya membuat hati Lucifer berdebar kencang. Seolah..,


Seolah ada ribuan bunga memenuhi hatinya. Sekali lagi, Lucifer menatap wajah Alicia yang telah tertidur pulas. Tangan pria itu terulur menghapus bulir keringat yang tak juga surut dari wajah cantik Alicia.


Untuk kali pertama Lucifer mengakui jika ia suka menatap wajah Alicia lama- lama. Padahal, semenjak Lucifer membenci wanita, pria itu enggan menatap wanita berlama- lama.


Apa lagi saat mengingat jika Alicia- wanita yang sebelumnya selalu bersikap cuek dan selalu menolak Lucifer, kini semenjak wanita itu hamil, sifat wanita itu seola berubah 180 derajat. Seolah, tidak ingin berpisah dengan pria itu.


“ imut.” ucap Lucifer memeluk tubuh Alicia yang menggeliat karena kedinginan.

__ADS_1


Lucifer rasa Alicia bukan type yang suka dengan udara dingin dari Ac. Ya, seingatnya bahkan ruang praktek Alicia hanya memiliki kipas angin dari langit- langit.


__ADS_2