
Setelahnya wanita muda yang di beri nama Zen A- nama yang Arie siapkan untuk anak perempuannya- itu menjalani hari- harinya di rumah Chan begitu juga Arie di China. Entah bagaimana wanita muda itu tak menolak sama sekali kenyataan yang kami berikan dan menerima kenyataan jika Zen yang terpaut 2 tahun lebih muda darinya itu adalah suami nya. Meski Chan akui jika Zena dan Zen lebih seperti kakak beradik dari pada suami istri tapi itu tak masalah.
Perkataan Arie memang benar, banyak pria yang meyukai Zena, ia manis dan masuk kategori cantik, dengan tubuh yang bagus dan tegap di tambah ia pintar. Jika Zen tak mengakui jika Zena adalah istrinya mungkin akan banyak pria yang datang melamarnya. Namun di satu sisi- Chan juga tak bisa bertanya di mana suami asli Zena karena mereka mengaku jika Zen adalah suami Zena. Jadi mau tak mau Chan lah yang berusaha mencari jati diri Zena.
Hingga tiba masanya Zen di haruskan menghadapi perusahaan yang sama dengan perusahaan yang pernah di bangun Giant. Anehnya, kini direkturnya dan pemiliknya telah berganti nama dengan Gin.
‘ lalu kemana Giant?’ heran Chan.
Sudah pensiun kah? Jika benar, siapa itu Gin? Apa anak dari Giant?batin Chan. Setahu nya, Giant tak pernah menikah apa lagi memiliki selir- atau bisa di bilang Arie adalah satu- satu nya wanita yang dekat dengan Giant. Selama ini baru ini kali pertama Chan melihat seorang Yakuza yang tak pernah bermain wanita.
Chan begitu terkejut ketika mengetahu jika Gin adalah suami dari wanita yang kami temukan di perairan Jepang, lebih terkejut lagi ketika mengetahu jika wanita muda yang ingin di angkat anak oleh Arie adalah anak kandung Arie.
__ADS_1
“ kurasa kalian memang berjodoh, bahkan tanpa sengaja Tuhan lah yang telah mempertemukan kalian menjadi satu keluarga yang utuh.” ucap Chan menatap foto Arie dengan sendu.
“ tuan, sebentar lagi rapat akan d mulai.” ungkap seorang seketaris pribadi Chan.
“ aku ingin memundurkan rapat tersebut.” ucap Chan.
“ ya?” heran seketaris pribadi tersebut.
Tampak jika sang seketaris pribadi itu memaki dengan sumpah serapah, kata- kata yang tak mungkin di tunjukkan di depan Chan, meski kenyataannya, pria yang menjabat menjadi direktur utama itu tetap dapat mendengarnya. Chan menarik nafas kasar dan memilih tak mempedulikannya.
Langkah kakinya mengarahkannya pada sebuah taman, sebuah taman yang membangkitkan sebuah kenangan masa lalu. Ya, di taman itulah awal Chan bertemu dengan Arie. Kini taman itu tak banyak berubah, masih dengan taman dengan danau di dalamnya. Chan melangahkan kakinya menuju danau tersebut.
__ADS_1
Masih lekat dalam ingatan awal pertama ia bertemu dengan wanita yang kini menjadi mantan istrinya tersebut. Kala itu, Arie tengah berteriak kencang seolah membuang beban di hatinya. Dulu, Chan selalu bertanya, apa beban di hati Arie kala itu, dan kini tanpa di ucapkan pun, Chan tahu mengapa kala itu wanita itu berteriak. Chan berjalan melangkah enuju pinggir danau itu.
“ AAAA!!” entah apa yang mendorong pria itu hingga Chan tanpa sadar berteriak di danau itu- sama persis dengan apa yang di lakukan Arie kala itu.
“KRAK!” sampai sebuah suara ranting yang patah mengagetkan pria itu.
0o0
maaf lama upnya >_<
lagi ada keperluan sehingga dalam 3 hari ini belum sempat memegang laptop
__ADS_1