The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
maaf


__ADS_3

Chan duduk di kursi kebesarannya sambil memegang kepalanya yang terasa sakit, selain karena efek mabuk semalam, ia di pusingkan akan tingkah menantu dan anak dari mantan istrinya- hingga tak sadar akan keberadaan Yuan yang telah ada di kantor itu sudah sedari lama. Setelah beberapa saat baru Chan menyadari jika Yuan telah sampai di kantor dan sudah asyik dengan pekerjaannya.


Chan ingin menyapa wanita itu namun terasa ragu juga enggan setelah menimbang beberapa kali baru Chan berani membuka suara.


“ ka.., kau sudah datang.” ucap Chan dengan ragu.


“ seperti yang anda lihat.” ucap Yuan berbicara seadanya.


Chan mengsap tengkuknya mau membahas soal semalam namun mulutnya terasa kelu dan berat untuk membicarakannya.


“ maaf.” ucap Chan akhirnya.


“ untuk?” tana Yuan.


“ semalam. Maafkan aku untuk semalam. Kenapa kau langsung pulang? Aku bisa mengantarmu.” ungkap Chan.


“ tidak perlu repot- repot, Tuan. Lagi pula aku tidak ingin merelasikan kata- kata pegawai yang lain.” ungkap Yuan.


“ kata- kata apa?” heran Chan.


“mereka mengatakan saya bisa ada di tingkat ini karena tidur dengan anda. Itu sebabnya saya tak ingin anda terlihat ke apartement saya untuk mengantar dan membuat mereka semakin mengatai saya- meski saya benar- benar tidur dengan anda.” ucap Yuan sempat memelan di akhir katanya.


“ bukankah kemarin kau tak masalah aku mengantarmu?” tanya Chan.


“ it.., itu karena saya tidak tidur dengan anda jadi dengan berani membalas orang yang mengatai saya. Saya tak menyangka jika apa yang mereka katakan ternyata terjadi jadi jika saya di katai seperti itu lagi.. saya... tak kan bisa membantah kata- kata mereka.” ucap Yuan memelankan suaranya di akhir.

__ADS_1


Chan terdiam, sungguh ia tak menyangka jika ada hal seperti itu di antara pegawainya. Egois jika Chan memaksakan mengantar Yuan kembali ke apartement nya kemarin.


‘ tapi...., tunggu! Kemarin aku pakai pengaman tidak ya? Bagaimana jika benihku tumbuh dalam tubuhnya? Meski umurku terpaut 15 tahun darinya aku belum andropause- jadi ada kemungkinan benihku tumbuh dalam tubuhnya. Tapi jika aku menikahinya itu akan membuat kata- kata mereka semakin terelasasikan bukan’ batin Chan bingung.


‘ kurasa aku harus mendiskusikannya pada Gin, lagi pula ia juga sudah tahu juga aku bercumbu dengan Yuan. Itu lebih dari pada aku merasa serba salah.’ batin Chan mantap.


Chan kembali melirik pada Yuan yan tengah sibuk mengerjakan tugasnya kembali. Tangan Chan ia gunakan untuk menopang dagunya agar bisa leluasa menamati gerak gerik Yuan. Ya, Chan mengakui- meski Yuan baru pertama bekerja di bidang ini, namun wanita itu sangat pandai sama seperti Zena.


Atau mungkin anak- anak asuhan pastur Lionel memang sangat berbakat?


Bagaimana tidak? Chan sendiri lah yang turun tangan mengajari Yuan langsung karena wanita yang dulunya menempati kursi seketaris langsung pergi begitu saja saat Yuan di tunjuk menempati kursi seketaris menggantikan wanita itu.


Selama di ajari, Yuan lebih banyak diam namun tampak jelas jika matanya hanya fokus pada yang di ajarkan dan tepat saat Yuan mulai bekerja, tak ada satupun kesalahan yang di lakukan wanita itu meski sekedar menggunakan android canggih yang Chan yakin baru pertama kali Yuan gunakan- mengingat selama ini wanita itu hanya fokus mencari keluarganya tanpa sempat memikirkan apapun termasuk penampilan dirinya.


Chan menatap ke penampilan Yuan yang sederhana, hanya menggunakan kemeja kantor tanpa atribut pelengkap lain dengan rok span yang menampilkan lekuk tubuhnya yang memang sudah bagus- meski tak seberisi Zena. Dengan riasan sederhana namun malah membuat wanita itu tampak mempesona- dari pada seketaris sebelumnya yang selalu menggunakan bedak tebal yang membuatnya tampak terlihat tua.


Chan meneguk Salivanya entah mengapa tiba- tiba bayangan tadi malam terlintas di pikirannya. Meski mabuk- Chan dapat mengingat betul kejadian kemarin malam.


lembutnya bibir Yuan, hingga manisnya saliva nya. Entah bagaimana mengingat kejadian semalam membuat Chan kembali mabuk.


Chan juga ingat jika wanita itu sedikit memberontak namun ketika terbuai akan ciuman Chan membuat wanita itu berusaha membalas ciuman Chan.


“ argh!” Chan melenguh dan menarik dasi yang telah tersampir di kemejanya dengan kasar seolah udara di dalam ruangan itu begitu sesak- sesesak celananya, karena miliknya yang tiba- tiba terbangun hanya membayangkan nikmat dan manisnya saliva Yuan. Chan bahkan masih ingat betul saat lidahnya dengan nakalnya menerobos masuk hanya untuk mengabsen setiap rongga di mulut Yuan.


Chan masih ingat kala wanita itu yang berusaha memberontak namun sentuhan bibir Chan membuat wanita itu lemah dan mendesah kecil. Hanya mendengar desahan wanita itu saja sudah sanggup membangunkan apa yang selalu tidur selama berumah tangga dengan Arie Lie a kala masih berumah tangga.

__ADS_1


‘ sial!’ batin Chan semakin merasa gelisah.


“ Yuan!” panggil Chan dengan suara yang memberat.


“ ya, tuan?” tanya Yuan.


“ kemarilah!” ucap Chan.


“ ya?” heran Yuan.


“ kemarilah!” ulang Chan lagi.


Dengan heran- Yuan memilih untuk menuruti Chan dan melangkah ke depan meja Chan.


“ bukan didepan mejaku! Kemari dan mendekatlah padaku!” ucap Chan.


Yuan yang masih bingung memilih mendekat kearah Chan dan dalam sekejap Chan menarik tangan Yuan hingga wanita itu terjatuh di pangkuan Chan.


“ ma... maaf tuan.” ucap Yuan berusaha berdiri dari pangkuan Chan.


Chan tak menjawabnya, hanya menatap Yuan dengan Intens. Yuan yang tahu jika Chan menatapnya hanya terbuai dengan tatapannya dan tak menolak ketika tangan Chan menarik tengkuk Yuan untuk bembali saling menikmati.


0o0


hai hai hai

__ADS_1


maaf author jarang update


soalnya author cuma anak rumahan dan belum dapat hasil dari karya novel jadi author nyari uang saku di luar dulu deh ^_^


__ADS_2