
“ kau di beri malam pertama yang dingin oleh Zen?” tanya Zena.
*
Pagi hari setelah malam pernikahan mereka berdua, Cherry membuatkan sarapan dan masuk kekamar utama untuk menyiapkan pakaian untuk Zen. Sambil menunggu Zen sarapan, Cherry mendapatkan pesan dari Zena yang menanyakan kabarnya dan berjanji akan mengajak Cherry makan siang bersama sebagai perayaan pribadi sesama saudara ipar. Setelah mengiyakan ajakan makan siang dari Zena, Cherry lalu menunggu Zen untuk sarapan bersama di ruang makan. Namun jangankan ikut duduk makan berdua dengan wanita yang telah menjadi istrinya itu- Zen bahkan langsung meninggalkan Cherry tanpa menyapa wanita itu.
Senyum yang terulas di bibir wanita itu seolah sirna setelah mendapati kenyataan jika sosok Cherry tak di anggap oleh pria yang telah menjadi suaminya sendiri. Cherry hanya menatap makanannya yang masih hangat ini. Setelah menghembuskan nafas kasar, wanita itu memilih membungkus makanan yang masih hangat itu untuk kemudian di bagi kepada para tunawisma di taman yang nanti akan ia lewati.
Cherry melihat jam yang terpasang di dinding rumahnya, setelah berberes baju- baju yang tersisa ke lemari besar di sebelah meja baca, ia langsung mengganti bajunya untuk bertemu Zena di Cafe di kota Z di jepang. Tak banyak yang di lakukan Cherry saat itu karena memang ini hari pertama mereka tinggal di rumah baru mereka dan mereka juga tak melakukan apapun kecuali tidur di kamar terpisah.
Sementara peralatan memasak sudah di cuci wanita itu saat menunggu Zen- karena wanita itu pikir pria yang telah menjadi suaminya itu akan ikut makan bersama dengannya.
__ADS_1
Setelah berjalan kira- kira 10 menit Cherry langsung mencari sosok yang di carinya. Tampak Zena yang melambai ke arahnya. Sesungguhnya Cherry tahu jika Zena adalah sosok yang hangat dan baik. Ia menyarankan agar Zen menikahinya juga karena wanita itu tahu jika selama ini Cherry meyukai Zen yang merupakan adik kandung Zena. Mengingat kelakuannya dulu di belakang Zena membuat rasa bersalah memenuhi dada Cherry membuat wanita itu enggan pada Zena.
Setelah berbasa- basi ria, Cherry sungguh terkejut karena Zena menanyakan perihal malam pertama pada Cherry. Dengan menunduk Cherry menceritakan pada Zena apa yang di alami wanita itu kepada wanita yang kini menjadi saudari iparnya.
“ kisahmu sama sepertiku.” ucap Zena menyesap susu putih kesukaannya.
“ apa? Maksud saya, apakah tuan Gin dulu juga berperilaku dingin pada nona?” tanya Cherry tak percaya.
“ ya, dulu Gin juga memperlakukan hal yang sama denganku. Pernikahan kami juga terpaksa karena mommy dari gin menyukaiku dan ingin Gin menikahiku. Kata tidak tentu datang dari mulut Gin, namun suamiku tetap menerimaku untuk menghormati mommy Ara. Dari yang awalnya memberi malam pertama yang dingin, perilakunya yang menjaga jarak denganku hingga mendapati kenyataan ia bercumbu dengan wanita lain.” ucap Zena menceritakan masa awal ia bersama dengan Gin dulu.
“ lalu bagaimana hingga tuan Gin bisa sesayang ini pada no.., maksudku sis Zena?’ ucap Cherry meralat ucapannya.
__ADS_1
“ perlu aku yang menghilang hingga setahun untuk membuat Gin menyadari jika ia mencintai aku. Tentu tak ada yang mudah di awal, di satu sisi aku tersiksa berusaha melupakan pria yang sudah aku sukai bahkan saat aku masih di gereja tempat aku di besarkan di Belanda, namun di sisi lain aku jadi menemukan keluarga kandungku setelah aku kembali pada suamiku di Jepang.” ungkap Zena menceritakan sebagian kisahnya kecuali fakta soal Gin yang merupakan Mafia dan beberapa pekerjaan bawah keluarga suaminya yang membuat Gin tak mengakui perasaannya dulu dan memilih menjaga jarak dengannya dulu.
‘ lalu apa aku harus menghilang juga agar Zen bisa menyukaiku?’ batin Cherry lirih.
🌸🌸🌸🌸
hai hai hai maaf author baru up ada trouble yg buat author jadi jrg pgg karya author
😊😊
klo dah berhasil review ntar author up lagi deh ☺
__ADS_1