
Di hadapan Giant juga Gin kini tampak Lexia yang terikat kedua tangannya dan dalam posisi berlutud.
“ huh! Aku tak menyangka jika banyak orang yang menyayangi adik ku itu.” ucap Lexia sarkas.
“ kau pasti tahu mengapa kau ada di sini.” ucap Giant tak mempedulikan kata- kata Lexia.
“ aku takkan memaafkan kalian jika kalian berani mengambil ginjalku lagi.” ucap Lexia marah. Giant hanya tertawa dengan suara membahana lalu menangkup dagu Lexia.
“ heh! B*tch! Aku takkan mengambil ginjalmu jika kau juga tak berusaha mengambil organ tubuh menantuku! Kau bahkan membunuh orang tua mu agar bisa menjual organ tubuh mereka? Kau ini sebenarnya manusia atau binatang?” geram Giant.
“ bahkan aku yakin binatang sekalipun takkan melukai orang tua mereka!” ungkap Gin.
“ bawa gadis ini!” ucap Giant mengelap tangannya seolah baru saja menyentuh benda kotor.
“ kenapa kau mengelap tanganmu, papa?” tanya Gin.
“ tanganku baru saja menyentuh benda kotor.” ucap Giant. Mendengarnya Gin hanya menunjukkan smirk smile nya.
Gin lalu kembali menatap ke arah Lexia yang berusaha memberontak, Gin tak menyangka jika apa yang di duga saudara jauhnya itu benar, Lexia tak mau jika organ tubuhnya di kembalikan untuk Cherry. Gin lantas begitu terkejut melihat Lexia yang bisa melepaskan diri dan berusaha lari dari kawanan Geng mereka.
“ Lucas!” ucap Gin memanggil bawahan sekaligus sahabatnya itu.
“ ya, Gin!” ucap Lucas memberi hormat.
“ tangkap gadis itu! Aku ingin kalian menangkapnya dalam keadaan baik- baik saja, kalian bebas memukulnya di bagian wajah atau di mana saja, kecuali bagian vital terutama perut nya!” ucap Gin memerintahkan anak buahnya.
“ siap!” ucap Lucas meninggalkan Gin.
Namun hal yang tak terduga terjadi, Lexia mengarahkan tubuhnya ke arah patung samurai lengkap dengan pedangnya dan melempar tubuhnya sendiri hingga pedang di patung samurai itu tepat mengenai perutnya.
“ wanita ini gila!” geram Lucas.
“ kau lihat sendirikan? Sekarang ginjalku sudah tak dapat kalian gunakan lagi untuk Cherry! Setelah itu aku akan pastikan jika Cherry menyusulku dan kedua orang tua kami!” ucap Lexia dengan smirk smile nya. Gin hanya bergedik ngeri, bahkan darah sudah keluar dari mulutnya namun wanita itu masih bisa tertawa.
__ADS_1
“ kau lebih memilih mengakhiri hidupmu hanya karena tak ingin mendonorkan ginjalmu untuk saudarimu sendiri? Kau ini lebih kejam dari binatang!” geram Gin.
“ apa salahnya aku berbuat seperti ini? Aku selalu hidup dalam lingkungan rumah sakit! Berbeda dengan Cherry yang selalu hidup bebas dengan udara bebas!” geram Lexia.
“ tapi kau bahkan selalu mendapat kasih sayang kedua orang tuamu! Hal yang tak pernah di rasakan saudarimu sendiri!” geram Gin.
“ aku tak peduli!” ucap Lexia berteriak.
“ yang aku inginkan adalah bebas tanpa suasana rumah sakit- tanpa bau obat- obatan yang selalu membuatku mual! Tanpa selang yang menempel di tubuhku! Dan yang membuatku muak adalah segala jenis jarum menusuk kulitku dari pagi, siang hingga malam.” ucap Lexia.
“ tapi bahkan kedua orang tuaku tak bisa memberikan aku hidup bebas! Aku sudah senang mendapatkan salah satu ginjal Cherry! Namun itu tidak cukup! Tubuhku tak bisa sepenuhnya menerima satu ginjal saja! Aku ingin kedua ginjal saudariku- karena hanya ginjalnya saja yang cocok dengan tubuhku! Namun kedua orang tuaku menolaknya dan tak ingin memaksa adik ku itu memberikan kedua ginjalnya untukku!” lanjut Lexia.
“ hanya karena itu kau membunuh kedua orang tuamu?” heran Gin.
“ tentu saja! Mereka mengatakan jika mereka menyayangiku! Namun kenyataannya adalah mereka tak mau memaksa adikku memberi kedua ginjalnya padaku!” ucap Lexia. Bahkan dengan darah yang terus mengalir- Gin tak menyangka jika Lexia masih memiliki tenaga untuk menceritakan masa lalunya.
“ setelah itu aku meminta bantuan Genk kalajengking untuk mengambil salah satu ginjal kedua orang tuaku!” ucapan Lexia membuat Gin merinding mendengarnya, selama menjadi psychology ini kali pertama ia mendengar ada seorang anak yang sesadis ini kepada orang tuanya.
“ lalu aku mengambil ginjal papa ku, kedua ginjal papaku sempat bertahan di tubuhku, namun sekali lagi tubuhku mengalami reaksi penolakan hingga akhirnya aku melepas semua ginjalnya dan mengambil semua organ kedua orang tuaku, menjualnya dan bertahan hidup dengan pelarian dan mengonsumsi obat- obatan hingga sekarang!” ucap Lexia tertawa.
“ Zen pasti telah buta bisa mencintai wanita sepertimu.” geram Gin.
“ sekarang apa yang kau dapatkan setelah membunuh dirimu sendiri dan kedua orang tuamu?” heran Giant yang sedari tadi hanya diam mendengarkan cerita Lexia.
“ aku tak mendapatkan apa- apa.” ucap Lexia dengan wajah datar.
“ dan aku juga takkan membiarkan saudariku mendapatkan apa- apa.” ucap Lexia tertawa.
“ wanita ini benar- benar psychopath gila!” ucap Gin jijik.
“ sayangnya perkiraanmu itu salah!” ucap Giant.
“ apa?” heran Lexia.
__ADS_1
“ organ manapun mungkin tak akan cocok di tubuhmu, namun bukan berarti Cherry hanya bisa menerima ginjalmu saja!” ungkap Giant.
“ ap.., apa! Katakan maksudmu!” ucap Lexia terbata.
“ aku sudah meminta orang- orang mencari di bank donor di seluruh dunia! Dan ada organ tubuh yang cocok di tubuh Cherry!” ucapan Giant membuat Lexia mengamuk. Tampak jika wanita itu berteriak dan berlari ke arah Giant.
” kau!” ucap Lexia hendak menuju Giant namun tubuh wanita itu keburu di tangkap bawahan Giant dan Gin.
“ aku hanya ingin mengembalikan ginjal Cherry dari tubuhmu, karena biar bagaimana pun organ itu adalah miliknya! Apa kau pikir aku tak memikirkan kemungkinan akan terjadi seperti ini?” ucap Giant sebelum meninggalkan Lexia.
“ ikat tubuh gadis itu dan biarkan ia kehabisan darah dengan sendirinya!” ucap Giant.
“ kaulah yang membunuh dirimu sendiri, jadi jangan menghantui aku apa lagi mendatangiku!” ucap Giant dengan tawa membahana.
🌸🌸🌸
marah ga?
maksud author marah pada sikap Lexia?
kalo pada author?
suka ga?
dukung author terus yuk
sapa tau author semakin semangat membangkitkan jiwa psycho author hingga bisa membuat cerita yang menarik😂😂😂
like
love dan
vote nya ya😊😊😊
__ADS_1