The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Giant


__ADS_3

Setelah berusaha bangun berkali- kali dan kalah pula berkali- kali, akhirnya Zen ambruk juga.


“ latihan hari ini cukup sekian, saja.” ucap Giant meletakkan Shinai atau pedang dari bambu nya.


“ kalian istirahatlah dulu dan ayo kita makan. Kebetulan makanannya sudah matang.” ucap para mommy datang dan menghentikan latihannya.


“ ayo, Zen. Bersihkan tubuhmu setelah itu aku akan meminta Rick mengobati luka mu.” ucap Gin meraih tubuh Zen.


“ sure.” ucap Zen tertatih- tatih.


“ kau tak apa?” ucap Cherry ikut membantu Gin memapah tubuh suaminya.


“ aku tak apa.” ucap Zen tersenyum berusaha membuat istrinya tak khawatir.


🏠🏠🏠


Setelahnya, Zen akhirnya di periksa oleh Rick sementara yang lainnya sudah menunggu di Meja makan. Tampak jika Zena sedang memberi makan para anak- anaknya.


Sementara Cherry sedang menyusui Huan Ran A di kamar tamu. Karena memang, Zen dan Giant sedang berlatih di rumah keluarga besar Nanao.


“ papa, Ceritakan awal kau dan Mama bertemu.” ucap Zena tiba- tiba.


“ apa?” heran Giant juga Arie Lie A bersamaan.


“ iya, Zena benar, Papa. Kami cuma tahu jika mama yang berasal dari keluarga kaya yang jatuh cinta dengan ketangguhan papa yang merupakan seorang Mafia, namun kami tak tahu cerita asli kalian; bagaimana kalian bisa bertemu hingga jatuh cinta. Terutama dari Papa. Apa yang papa cintai dari Mama? Aku bahkan tahu jika kau tak pernah melirik wanta lain karena kecintaanmu pada mama Arie.” ungkap Gin. Giant hanya terdiam sesaat sebelum akhirnya melirik pada Arie Lie A.

__ADS_1


“ aku juga ingin dengar alasan kau mencintai ku, Giant. Selama ini aku hanya tahu jika kau begitu cuek dan dingin kepadaku. Aku bahkan begitu terkejut karena kau ternyata juga mencintaiku.” ucapan Arie Lie A membuat Giant terpojok. Padahal ia ingin istrinya membantunya untuk menahan rasa keingin tahuan anak dan menantunya tersebut.


“Baiklah- baiklah aku akan cerita.” ucap Giant menghela nafas kasar.


Ia membenarkan posisi duduknya agar berada di tengah- tenah yang lainnya.


“ ada apa ini?” heran Zen juga Cherry yang baru ikut berkumpul ke meja makan.


“ stts! Papa mau bercerita awal ia bertemu dengan mama.” ucap Zena menunjukkan jari nya ke mulutnya.


“ oh?” ucap Zen ikut duduk di antara Giant.


‘ aku jadi seperti ingin mendongeng untuk anak- anak kecil.’ batin Giant.


“ benarkah itu Papa?” heran Zen juga Zena.


“ya, Hal itu di karenakan ayah kandungku yang merupakan ketua Yakuza sebelum aku- tewas bahkan sebelum aku lahir dan hal itu membuat mama ku di haruskan menjabat menjadi ketua Yakuza menggantikan ayah kandungku.” ucap Giant.


“ ketua Yakuza sebelum Papa adalah grandma?” heran Zen A.


“ Aku baru mendengar jika ada ketua Yakuza wanita?” timpal Gin.


“Hal itu bertujuan agar saat aku lahir aku bisa langsung meneruskan menjadi ketua Yakuza. Tentu saja banyak pertentangan yang terjadi di antara Klan di karenakan; saat itu, mama ku yang merupakan nenek dari kalian yang hanyalah seorang selir dari papa kandungku.


Namun tak banyak yang bisa menentangku untuk menjadi penerus, tentu saja karena hanya mama ku yang memiliki seorang penerus Klan.” ungkap Giant.

__ADS_1


“ karena hanya Papa saja yang terlahir sebagai lak- laki?” tebak Gin. Giant yang mendengarnya hanya mengangguk.


“ tentu saja tak ada yang mudah bagi Grandma kalian. Hal itu tentu saja di karenakan Mama ku yang merupaka seoang selir dan tentu saja permusuhan dan tak terima datang dari istri sah ayahku yang tak kunjung mendapatkan anak laki- laki yang di inginkan.


Itu sebabnya, sedari lahir aku sudah terlahir dengan kehidupan yang keras. Mama ku harus berjuang melahirkan aku dengan selamat sementara juga berjuang melindungi dirinya sendiri dan juga aku yang masih sangat muda. "


Ungkap Giant.


" Lalu? Bgaimana kau bisa bertemu dengan Mama dan jatuh cinta dengannya?" heran Zena.


"Kau tahu, Zena? Hampir semua yang mendekatiku itu tak benar- benar sungguh kepadaku, hampir semua orang yang mendekatiku semuanya menggunakan topeng baik- selalu menjilatku dengan kata- kata mereka."


" namun di hadapan papa semua menusuk?" Ucap Gin yang tahu seluk beluk dunia Yakuza.


"Ya. Bahkan aku tak bisa melakukan yang aku ingini karena dunia Yakuza ku."


"Apa? Bukankah papa memiliki perusahaan?" Heran Gin.


"Aku membangun perusahaan itu setelah bertemu dengan Arie Lie A."


"Aku?" Heran Arie Lie A.


"Ya. Kau tahu? Di antara semua orang yang aku temu, kau lah satu- satuya yang orang yang tak menggunakan topeng di hadapanku. Kau menyukai ku karena ke liaranku, ketangguhanku dan kehebatanku di dunia Yakuza. Namun seujurnya, aku sungguh kesepian dan merasa jika hidupku penuh dengan kegelapan karena dunia Yakuza ku.


Bagiku kau lah yang meyelamatkanku dari kegelapan ku itu. Di mataku keceriaanmu membuatku hidupku lebih bersinar aku bahkan berani menggapai mimpiku karena kata- katamu." Ucap Giant mengenang saat awal bertemu dengan Arie Lie A.

__ADS_1


__ADS_2