The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
S2 ikatan darah


__ADS_3

Sementara cerita Gabriela dan Lucifer terus berlanjut. Di lain tempat, saat ini, Cherry dan keluarga kecilnya sedang mengunjungi keluarga Nanao.


“ bukankah kau mulai menyebarluaskan alat kejut otakmu?” tanya Cherry memangku Huan Ran A.


“ ya, salah satu pembeli ku adalah tuan Lucifer- pemilik sekaligus pendiri ONENUMBER. Ia menginvestasikan uangnya di proyekku dengan syarat megadopsi Lexia- sebagai adiknya.” ucap Riu menjelaskan.


“ kakak menjadi adik tuan Lucifer?” ucap Cherry tak percaya.


“ aku rasa wajah Lexia mengingatkannya akan adiknya yang telah tiada.” jelas Zen memangku Huan Ran A yang sudah dapat duduk sendiri.


“ kenapa?” tanya Zen dan Riu.


“ aku takut..., kakak tidak benar- benar Amnesia. Biar bagaimana pun, dulu aku juga tak mengalami Amnesia.” cicit Cherry.


“ namun, Gin sudah memeriksa Lexia kali pertama saat ia sadar. Dan hasilnya menyatakan jika ia jujur telah melupakan segalanya.” jelas Riu.


“ kalian lupa, jika kakak ku memiliki potensi menjadi psychopath? Ia bisa memanipulasi perasaannya.” cicit Cherry membuat Zen dan Riu saling berpandangan.


“ berdoa saja semoga tidak. Jika seandainya, ia berbohong dan hendak mencelakai orang, yang akan menghukumnya bukan hanya kita namun, juga keluarga Huston.” jelas Riu.


Kembali kebenua lain, tepatnya, di negara A.


“ apa rencanamu selanjutnya, El?” tanya Lee.


“ tidak perlu banyak bertindak, papa. Semakin misterius seseorang maka akan semakin membuat orang penasaran.” ucap Gabriela tenang.

__ADS_1


“ apakah tidak akan membuat pria itu menjadi melupakanmu?” tanya Law.


“ itu jika kita selamanya tidak muncul di sekitarnya. Aku hanya akan melakukan tarik ulur agar ia merasa penasaran, namun juga semakin tertarik kepadaku.” jelas Gabriela.


“ lalu, apa kegiatanmu hari ini?” tanya Carlissa.


“ aku ingin bersantai saja. Setelah melahirkan, bisa di bilang, aku sama sekali tidak pernah pergi bersama kedua buah hatiku.” ucap Gabriela memeluk kedua buah hatinya.


“ bagamana jika kalian melakukan Spa? Aku memiliki rekomendasi SPA yang bisa men- spa bayi.” ucap Clarisa memberi saran.


“ mom! Mereka bahkan belum ada satu tahun! Dari pada melakukan spa, aku ingin mengeratkan hubungan dengan anak- anakku, biar bagaimanapun. Setelah aku melahirkan, aku fokus mengembangkan kemampuanku- agar layak menjadi Mafia.” jelas Gabriela.


“ cucuku.” ucap Law terharu.


“ jadi.., apa rencanamu hari ini?” tanya Lee.


Dan ya, begitulah yang terjadi.


Gabriela benar- benar membawa Jeffrey dan Winnie ke taman hiburan. Dan melakukan apa yang biasa di lakukan ibu dan anak. Tentu saja, berbelanja kebutuhan tak juga terlewat.


Untuk kali pertama, Gabriela sungguh menikmati hari bersama anak- anak mereka.


Berbelanja, menyuapi makan dan lain- lain.


“ kita bertemu lagi nona stone.” ucap seorang pria yang membuat Gabriela reflek mencari ke arah sumber suara.

__ADS_1


“ Stone?” tanya Gabriela.


“ bukankah di pertemuan kita sebelumnya kau menyebutkan jika dirimu adalah tanah?” ucap Lucifer menunjukkan smirk smile nya.


“ tuan Huston..., Stone itu berarti batu- aku menyebutkan diriku adalah tanah.” kesal Gabriela. Ia tidak menyangka ia akan bertemu Lucifer di sebuah Mall sederhana- yang Gabriela yakini bukanlah bagian dari ONENUMBER.


“ tapi kau lebih cocok dengan sebutan miss Stone dari pada miss ground.” ucap Lucifer sambil mengantongi kedua tangannya.


“ atau aku harus menyebutmu Mrs?” ucap Lucifer kepada kedua batita yang berada di dudukan dorongan belanja Gabriela.


“...” Gabriela memilih diam.


“ pa...pa.” namun tiba- tiba Jeffrey- anak laki- laki Gabriela melambai pada Lucifer.


‘ sial!’ batin Gabriela. Padahal- bahkan sejak lahir, anak- anak Gabriela tidak pernah sekalipun bertemu dengan ayah kandungnya- namun, mungkin karena ikatan darahlah yang membuat anak- anak mereka secara sadar jika pria yang sedang berdiri di hadapan mereka adalah ayah kandung mereka.


“ Papa?” heran Lucifer.


“ maafkan mereka, tuan Huston. Ini karena mereka tidak pernah melihat dunia luar semenjak mereka lahir- sehingga mengira siapapun sebagai ayah mereka.” jelas Gabriela.


“ kemana ayah mereka?” tanya Lucifer.


“ jika ia ada di sini, tidak mungkin mereka akan memanggil siapapun sebagai ayah mereka bukan?” ucap Gabriela tenang. Sebagai psychologist tentutelah melatih mimik wajahnya.


“ saya turut berduka.”

__ADS_1


‘ jalan hidup seorang Mafia memang berat.’ batin Lucifer.


__ADS_2