The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
I miss You My Little Wife


__ADS_3

Setelah mempersiapkan dokumen yang akan menjadi tanda kerja sama, Gin segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Meeting dan langsung menyapa klien yang akan di ajak kerja sama.


“ selamat datang, maaf membuat anda sekalian menunggu.” ungkap Gin menggunakan bahasa China yang kental.


“ tidak sama sekali, saya terkejut anda bisa menggunakan bahasa kami.” ungkap Pria bernama Zen ini.


“ ya, kebetulan bibi kami merupakan orang china sehingga saya bisa sedikit berbahasa china.” ucap Gin beralasan.


“ ngomong- ngomong saya dengar anda datang bersama istri anda, namun saya melihat anda hanya sendiri di sini.” ungkap Gin mencari sosok wanita yang di maksud.


“ ah, dia sedang kekamar mandi, mungkin dia gugup. Sebentar lagi ia akan menuju kemari.” ungkap Zen.


Selang beberapa menit meeting di mulai suara ketukan membuyarkan perhatian mereka, sementara fokus mereka teralihkan pada wanita yang sedang membuka pintu ruang meeting mereka terutama Gin. Pria itu tengah membulatkan matanya dengan sempurna tatkala wanita itu mendekat menuju tempat duduk di samping Zen. Bagaimana tidak, wanita yang baru saja masuk itu adalah wanita yang di cari Gin selama ini. Ya, itu Henzie! Istri yang selama ini dia cari. Bagaimana bisa istrinya yang hilang satu tahun lalu menjadi istri direktur Z?


Dia bahkan tampak tidak mengenali Gin. Terlihat tampak biasa saja melenggang masuk menggunakan mini dress tanpa lengan bewarna Navy yang mencetak bentuk tubuhnya dengan sempurna.


‘ apa dia benar- benar Henzie?’


‘ atau orang yang mirip?’


‘ dia terlihat tak mengenaliku.’ batin Gin terus menatap wanita yang tengah menerangkan bentuk design dalam kerjasama mereka di sebelah Zen.


“ bagaimana, Tuan? Anda menyukai design Zena?” ucap Zen membuyarkan lamun Gin.


“Zena?” tanya Gin.


“ ya, Lie Zen A.” ucap Zen memperkenalkan wanita di sebelahnya.


‘ jadi Dia benar- benar bukan Henzie?’ batin Gin, kecewa.


“ ah. Design nya saya suka.” ungkap Gin tersenyum simpul untuk menutupi kekecewaannya.


Sampai Gin menyadari jika Zena terus saja menggaruk tangannya. Kebiasaan yang sering di lakukan Henzie tatkala tak kuat menahan udara dingin dari Ac. Tanpa di minta Gin mengatur suhu ruangan menjadi lebih hangat dengan tombol yang ada di meja nya.

__ADS_1


Dalam hatinya ia yakin jika Zena itu adalah Henzie, istri kecilnya. Tapi bagaimana bisa istrinya menjadi istri direktur Z? antara mencari tahu sendiri atau langsung bertanya kepada orang didepannya. Sepertinya akan lebih baik bertanya langsung. Itu sebabnya tepat saat Zena kekamar mandi setelah selesai Meeting Gin langsung menunggu Zena di depan kamar mandi wanita.


“ uh…, smell bad.” ucap Gin mengernyitkan hidungnya begitu Zena keluar dari kamar mandi.


“ tentu saja tuan, ini kamar mandi.” ucap Zena cuek meninggalkan Gin menuju Lift.


“ tunggu!” ucap Gin ikut menuju Lift yang sama dengan Zena.


“ ada apa, Tuan?” heran Zena.


“ kau tidak mengenaliku?” heran Gin.


“ tentu saja saya kenal.” ungkap Zena tanpa menatap Gin.


‘ dia masih mengenaliku?’


 “ anda kan direktur utama perusahaan ini kan?” ucap Zena keluar dari Lift karena telah sampai di lantai yang di tuju.


“ bu…, bukan itu maksudku.” ucap Gin mencekal tangan Zena.


“ tidak tahu. Pria ini tiba- tiba mencekal ku.” ungkap Zena melepas cekalan tangan Gin menuju Zen. Melihatnya Zen merasa ada yang harus di bicarakan dengan lawan kerjasama perusahaannya.


“ masuklah kemobil dulu aku akan bicara dengan tuan Gin.” ungkap Zen.


“ ada apa kau ingin berbicara denganku?” heran Gin setelah Zena masuk ke mobil Zen.


“ anda mengenal Zena?” tanya Zen.


“ itu…” ucap Gin mengantung- bingung mau berkata apa, tidak mungkin mengatakan; istri anda sebenarnya istriku.


“ seperti nya anda mengenal Zena, jadi ada baiknya saya jujur kepada anda.” ungkap Zen serius setelah melihat kearah Zena, memastikan jika wanita itu takkan mendengar apa yang mereka bicarakan.


“ sebenarnya saya bukan suami Zena.” ucap Zen. Membuat Gin menatap Zen dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


“ sebenarnya orang tua saya menemukan Zena mengambang di perairan di jepang, orang tuaku menemukannya saat kami berlibur ke negara anda, keadaannya mengenaskan, orang tua kami langsung membawanya ke rumah sakit namun dokter menyatakan jika Zena mengalami koma karena pendarahan di kepalanya.” ucapan Zen membuat Gin membulatkan matanya penuh. Mendengar kenyataan yang di katakan Zen membuat Gin semakin yakin jika Zena adalah Henzie.


“ orang tua kami menganggap Zena seperti anaknya karena orang tuaku pernah memiliki seorang anak perempuan namun saat mereka akan membawa anak pempuan pertama mereka yang tak lain adalah kakakku untuk pulang ke rumah mereka, mereka mengalami perampokan di tengah jalan dan anak perempuan pertama mereka yang bahkan belum sempat di beri nama itu di ambil oleh perampok tersebut.” lanjut Zen.


“ melihat Zena mengingatkan mereka akan anak perempuan mereka, itu sebabnya saat mereka mengetahui jika Zena akan koma, dengan segera kedua orang tuaku langsung membawa mereka ke hongkong yang peralatannya lebih lengkap dari pada disini.”


‘jadi itu sebabnya kami tidak menemukan Henzie di manapun di negeri jepang? Benar juga kenapa kami tidak mencarinya di seluruh dunia? Ah..! itu gara- gara pikiranku yang kalut saat itu!’ batin Gin.


“ namun 3 bulan pertama, Zena belum juga menampakkan akan terbangun dari tidur panjangnya sehingga kami kembali membawa Zena ke rumah sakit di Swiss, hasilnya pun sama. Namun di bulan ke tiga setelah kami membawanya ke Swiss Zena mulai membuka matanya, namun entah mengapa ia sama sekali tidak dapat mengingat apapun termasuk namanya, itu sebabnya kami memberi nama Zena, nama yang di siapkan kedua orang tuaku untuk Putri pertama mereka.” ungkap Zen panjang lebar.


“ tapi mengapa kau mengakui dia sebagai istrimu?” ucap gin akhirnya.


“ karena di jari manis Zena terdapat cincin, kami yakin dia telah menikah, itu sebabnya orang tua kami mengatakan jika ia telah menikah denganku agar tidak ada orang yang mendekatinya sampai kami mendapatkan asal usul Zena sesungguhnya.” ungkap zen.


Sekarang semua teka teki ini mulai terlihat, jadi Zena benar- benar Henzie, istri kecilnya. Pikiran itu membuat kelegaan di hati gin setidaknya ia mengetahui istrinya baik- baik saja dan sudah mengetahui keberadaan istrinya, tanpa sadar senyum kelegaan menghiasi wajah Gin.


“ kalau boleh saya tahu apa hubungan anda dengan Zena.” tanya Zen.


“ saya..? saya…” baru mau mengatakan hubungannya dengan Zena atau Henzie suara klakson mobil di bunyikan mengagetkan mereka.


“ oke kurasa saya harus cepat kembali karena tuan putri sudah bosan menunggu.” canda Zen atas kelakuan Zena yang terus mengklakson mereka.


“ anda bisa menghubungi saya soal kerja sama atau soal Zena saya bisa meluangkan waktu saya untuk anda karena kebetulan saya juga sudah membeli apartemen disekitar jepang agar memudahkan saya ketika berlibur sekaligus bekerja sama dengan anda di jepang.” ungkap Zen meninggalkan Gin yang tengah menatap Zena yang di ia yakini adalah istri kecilnya.


Namun sedetik kemudian tatapannya menjadi sendu tatkala mengingat jika istri kecilnya itu melupakannya. Sebagai seorang psychology- Gin tahu akan sangat susah membuat Henzie kembali mengingat dirinya. Tak banyak kenangan bagi mereka yang bisa membuatnya ingat kembali kepada masa lalu mereka. Lantaran memang karena Gin yang selalu menjaga jarak.


Di saat Gin mulai menyadari perasaannya, ia malah menyakiti perasaan henzie dengan memperlihatkan pengkhianatan kepada istri kecilnya. Meski tidak bisa di bilang pengkhianatan karena Gin sendiri dalam kondisi tidak sadar dan di jebak saat itu.


Gin menghembuskan nafas kasar dan menyenderkan tubuhnya di tembok serta menengadahkan wajahnya menatap langit. Air mata yang di kira Gin telah mengering karena kehilangan istrinya kini kembali mencair dan menetes di pelupuk mata seorang ketua mafia yang dingin.


‘ I miss you my little wife.’ batin Gin menghapus air mata yang masih tersisa di pelupuk matanya dengan telapak tangannya.


0o0

__ADS_1


 


 


__ADS_2