The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
efek mabuk


__ADS_3

Chan mengerjapkan matanya berusaha mengumpulkan kesadarannya, di peganginya kepala nya yang terasa berat akibat mabuk semalam. Meski mabuk Chan masih ingat secara nyata apa yang di lakukannya dengan seketaris pribadinya tersebut, bahkan rasa nikmatnya pun masih dapat Chan rasakan. Pria itu berusaha mengedarkan pandangannya mencari sosok yang menemaninya malam kemarin namun tak kunjung ia temukan.


‘ apa semalam hanya mimpi?’ batin Chan.


Namun melihat bercak darah di kasur sebagian menempel di milik Chan yang sedikit mengering membuat Chan yakin jika malam kemarin bukan mimpi. Setelah menyugar rambutnya dengan kasar, ia memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan segala kekacauan di tubuhnya.


Chan berencana kembali ke rumahnya dan mengatakan jika apartement yang di sediakan untuk Gin juga Zena telah Chan sediakan- setelah sebelumnya memanggil cleaning servise untuk membersihkan kekacauan di kamar yang di gunakan Chan semalam.


Namun matanya menangkap makanan yang terletak di atas meja makan tertutup oleh plastik warm agar tetap hangat ketika di makan, mengingat masakan yang tersedia masih mengepulkan embun panas membuat Chan yakin jika yuan memasakkan ini untuk Chan sebelum pergi meninggalkan Chan.


Chan tersenyum hangat melihat sup penghilang mabuk yang di sediakan Yuan untuknya, ini mengingatkannya akan perakuan Arie ketika Chan mabuk. Meski wanita itu mencintai pria lain, selama berumah tangga- Arie selalu melaksanakan kewajibannya sebagai istri, seperti memasakkan makanan, mencuci dan membereskan rumah. Meski Arie mengatakan jika ia juga bersedia melakukan kewajiban sebagai istri di ranjang untuk menghargai Chan sebagai suami- namun keengganan lah yang membuat Chan tidak meminta kewajiban itu pada Arie.


‘ dan sekarang aku malah meminta kewajiban yang harusnya di lakukan Arie kala berumah tangga kepada gadis yang jarak umurnya bahkan terpaut beberapa tahun dariku.’ batin Chan menyesap sup buatan Yuan.


***


Jadi ini apartement yang papa siapkan untuk kami?" Tanya Zena.

__ADS_1


Papa, mengapa kau harus repot seperti ini? Kau kan tinggal meng-upgrape rumahmu menjadi kedap suara." tanya Gin.


"Tidak apa. Kalian juga jadi bebas kan?" Ucap Chan sebagai alasan. Meski sebenarnya ia membenarkan ucapan Gin yang memang cukup hanya mengupgrape rumahnya menjadi kedap suara perkamar- jatuhnya juga tidak lebih mahal dari pada harus menyewakan apartement selama setahun, namun berkat Chan yang memilih menyewa Apartement- anak dari mantan istrinya juga menantunya jadi tidak tahu apa yang terjadi semalam.


Meski sebenarnya Gin telah mengetahui ada yang berubah dalam diri Chan- sebagai seorang psychology, Gin mengetahui jika ada yang di tutupi oleh Chan.


“ apa yang terjadi semalam, Papa?” ucap Gin memancing.


"Apa maksudmu?" Tanya Chan


"Papa tidak pulang semalam, apa papa mabuk semalam? Papa menginap dimana semalam?" Ucap Gin masih memancing.


"Lalu.. kau menginap dimana, papa?" Ucap Zena menimpali.


"Apakah di apartement ini juga?" Ucap Gin yang sudah dapat mengenal tingkah Chan.


"Ya..., yaa." Ucap Chan mengalihkan pandangannya, namun Gin dapat melihat dengan jelas beberapa tanda yang tercetak di leher Chan.

__ADS_1


"Papa, tanda apa itu di leher Papa?" Tanya Zena.


Tost! Zena dan Gin saling menepuk tangannya. Zena yang tahu jika suaminya sedang memancing Chan- ikut membantu Gin memancing Chan. Zena cukup Jeli melihat perubahan sikap yang dilakukan Chan dengan menutupi lehernya untuk menyembunyikan barang bukti.


"Kau melakukan dengan siapa papa?" Ucap Zena semakin memancing Chan.


"Kau tidak melakukan dengan wanita sembarangan kan?" Ucap Gin semakin mendesak Chan.


"Tidak! Aku hanya melakukannya pada Yuan!" Ucap Chan kelepasan bahkan secara reflek tampak jika pria itu langsung menutup mulutya dengan kedua tangannya.


Memuat Gin dan Zena hanya tersenyum sambil ekor matanya saling menatap satu sama lain.


‘ sial! Efek mabuk semalam rupanya masih ada! Batin Chan.


0o0


siapa yang kalo mabuk jadi gampang jujur?

__ADS_1


 


 


__ADS_2