The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
i love her


__ADS_3

Setelahnya hanya ada kesunyian diantara mereka. Tampak Zen yang mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan ayah kandungnya.


Apa yang di ceritakan ayah kandungnya itu bagaikan puzzle rumit di otak Zen. di satu sisi ia tak ingin mempercayai perkataan ayah kandungnya tersebut. Namun hati kecilnya seolah membenarkan apa yang di katakan Giant.


Dan keheningan itu buyar karena Rick yang telah keluar dari ruangan operasi.


“ bagaimana keadaan istriku?” ucap Zen melupakan kenyataan soal Lexia.


“ keadaannya memburuk.” ucap Rick.


“ APA?” ucap Zen tak percaya.


“ saat dirinya dinyatakan hamil, aku sudah memperingatinya jika kemungkinan adalah tubuh nyonya Cherry yang melemah. Tapi dia bersikeras ingin melahirkan bayi ini dengan alasan bayi ini adalah satu- satunya yang dia miliki.” ucap Rick.


“ bisa kau katakan maksudmu?” ucap Zen tak sabar.


“ dengan keadaan tubuhnya yang lemah di tambah ginjalnya yang tinggal satu, kondisinya saat ini kritis. Jika ia bisa melewati masa kritisnya ia akan baik- baik saja.” ucap Rick.


“ jika tidak?” tanya Zen.


“ ia akan koma.” ucap Rick.


Mendengarnya, tubuh Zen seolah terdorong kebelakang, hingga membentur kursi tunggu di belakangnya. Ia hanya terduduk dan tanpa Zen sadari air mata telah menetes dari matanya. Ia merasakan rasa bersalah yang amat sangat.


Ia tahu dirinya salah karena mementingkan orang lain dan bukan istrinya sendiri. Yang membuat Zen lebih merasa menyesal karena mempedulikan wanita lain dan membuat istrinya tinggal sendirian. Bahkan Zen sendiri tak mengetahui jika istrinya telah hamil. Dan parahnya, lagi dan lagi Zen menyakiti istrinya sendiri dan hampir melukai anak mereka.


Ia begitu menyesal. Namun yang membuat ia menangis adalah karena ia merasa kehilangan yang begitu besar- memenuhi dadanya kala mendengar jika ada kemungkinan istrinya koma.


“ kenapa kau menangis?” tanya Giant.


“ bagaimana aku bisa tidak menangis, papa? Gara- gara aku- Cherry harus koma, seharusnya aku ada saat dia hamil, seharusnya aku.. akuu..” ucap Zen terbata karena tangisnya.


“ apa kau mencintai Cherry?” tanya Giant lagi. Zen hanya menatap ayah kandungnya itu sebelum akhirnya berkata.


“ aku hanya menyesal, papa.” isak Zen.


Giant hanya menatap anak lelakinya itu tajam sebelum berucap.

__ADS_1


“ aku pernah mengatakan padamu- bukan, Zen. Benci dan cinta itu beda tipis hanya terhalang oleh sebuah kata yang bernama Ego.”


“ apa maksud papa?” tanya Zen.


“ rasa kehilanganmu itu apakah benar karena rasa penyesalan?” tanya Giant memantik rokok nya.karena memang, setelah mengetahui istrinya koma, Zen memilih menyendiri di taman rumah sakit.


“ jika kau benar- benar hanya menyesal, rasa kehilangan yang ada di dalam dirimu tentu takkan sebesar ini, hingga kau menangis karenanya, Zen.” ucap Giant lagi.


“ apa maksud papa aku mulai mencintai Cherry?”


“ kau bukan mulai mencintai Cherry.” ucap Giant menghembuskan asap rokok yang telah di hisapnya.


“ kau sudah mencintainya. Rasa itu sudah lama ada di hatimu, Zen.” jelas Giant.


“ papa, kau tahukan aku menyukai Lexia? Aku bahkan tak pernah melupakannya. Itu sebabnya, ketika aku mengetahui jika ia kembali tanpa merasa curiga aku langsung membawa Lexia.” sanggah Zen.


“ meski ternyata ia seorang psychopath?” tanya Giant.


“ dulu aku tidak tahu jika ia seorang psycho.“ Ungkap Zen.


“Apa maksud papa?” Ucap Zen tak terima.


“Kau paham maksudku.” ucap Giant.


“ Kemungkinan Cherry bertahan hidup adalah 25 banding 75. yang terpenting adalah ia sudah melahirkan anak kalian berdua.” lanjutnya.


“Katakan maksud papa.” Ucap Zen tak terima.


“Relakan Cherry.” Ulang Giant.


“Apa?!” ucap Zen tak percaya karena Giant bisa memberi pendapat seperti itu.


“Kau paham maksud papa, koma itu tak beda dengan kondisi seperti mati. Dari pada menunggunya terbangun tanpa tahu kapan pastinya, lebih baik membiarkannya. Lagi pula tubuhnya telah melemah.” ucap Giant terus memancing Zen agar putra nya itu segera menyadari perasaannya sendiri.


“Papa ingin membuat Cherry mati seutuhnya?”


“Ya, bukankah ini yang di inginkan Lexia? Kekasih kesayanganmu itu? Ia menginginkan ginjal seorang Cherry. Jika membiarkan Cherry mati- Lexia bisa mendapatkan ginjal adik nya.”

__ADS_1


“Aku takkan membiarkannya papa, meski ini keinginan Lexia sekalipun.” Ucap Zen dengan meninggikan suaranya.


“Kenapa?” Ucap Giant yang tahu jika anak lelakinya itu telah memakan umpan yang di berikan Giant.


“Karena aku...” ucap Zen menggantung.


“Aku...” ucap Zen seolah menyadari sesuatu.


“Kau telah menemukan jawabannya, son.” Ucap Giant tersenyum. Mendengarnya, Zen hanya menatap ayah kandungnya tersebut dan berlutut di bawah kaki Giant.


“Aku mencintainya, papa. Aku mencintai Cherry. Bukan karena ia adalah ibu dari anak ku. Aku mencintai Cherry karena itu adalah Cherry. Aku tak ingin Lexia. Aku juga tak ingin wanita lain. Aku hanya ingin Cherry. Jangan kau biarkan Cherry mati. Aku ingin ia sembuh. Aku akan menunggunya kapanpun ia bangun.” Isak Zen.


“Jangan katakan itu padaku, son.” Ucap Giant mengangkat bahu Zen agar anak lelakinya itu berdiri.


“ katakan pada istrimu sendiri soal perasaanmu. Katakan jika kau mencintainya.”


“Tapi ia sedang kritis, papa.” ucap Zen lirih.


“Aku akan bertanya pada Rick, apakah kau boleh menjenguknya atau tidak.”


Ucap Giant meninggalkan Zen.


...😢😢😢😢...


maaf up nya lama hp author trouble jadi mau upload harus nginstal ulang dulu


tap ternyata itu sia- sia😩


hp author ttp kadang suka error


😞😞😞


tapi author ttp brusaha up koq


ksh like juga dukungannya ya


bagi author tu sangat berharga

__ADS_1


__ADS_2