The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Chan dan Yuan


__ADS_3

warning contens!! 21+


“ terimakasih telah menemaniku minum dan mendengarkan ceritaku, padahal kau bukan siapa pun bagiku.” ucap Chan.


“ tidak masalah, Tuan, lagi pula ini sebagai rasa terima kasih telah menolongku.” ungkap Yuan.


“ ini sudah malam, kau mau aku beri tumpangan? Dimana kau tinggal?” tanya Chan.


“ saya tinggal di apartement kantor, tuan. “ucap Yuan.


“ bukankah gaji yang di terima seketaris pribadiku cukup besar? Kenapa kau masih tinggal di apartement kantor?” tanya Chan.


“ tidak masalah, tuan. Apartement itu dekat dengan kantor, lagi pula saya hanya tinggal sendiri, untuk apa terlalu mempermasalahkan tempat tinggal.” ungkap Yuan.


“ baiklah, meski itu dekat dengan kantor, namun itu cukup jauh dari tempat pesta ini, ayo cepat kita pulang atau kita akan kemalaman.” ungkap Chan mengajak Yuan menuju Lift agar segera menuju bastment.


“ ngomong- ngomong..” tanya Yuan begitu sampai di dalam Lift.


“ ya?” tanya Chan.


“ bagaimana anda tahu jika orang yang mantan istri anda cintai adalah orang Jepang? Bisa saja jika mereka baru saja bertemu setelah sekian lama - setelah sebelumnya tidak di restui.” tanya Yuan keluar dari Lift menuju mobil Chan yang di parkirkan di Baseman.


“ bagaimana aku bisa tidak tahu jika nama pria itulah yang selalu di sebut mantan istriku hampir setiap malam.” ucap Chan menuntun Yuan ke kursi penumpang.


“ bahkan ketika anda mencumbu nya?” tanya Yuan.


“ aku tak pernah mencumbu mantan istriku.” ucap Chan.


“ ha?” heran Yuan.


“ bagaimana bisa aku mencumbu istriku jika di pikirannya adalah orang lain?” tanya Chan masuk kemobilnya.

__ADS_1


“ jadi selama berumah tangga anda sama sekali tak pernah mencumbuny?” ucap Yuan tak percaya. Chan memilih tak menjawab dan melajukan mobilnya.


‘ dia tidak impoten kan?’ ucap Yuan berbisik, namun dapat terdengar oleh Chan.


“ kau mau mengatakan aku tidak mampu?” geram Chan.


“ ti.., tidak saya tidak berkata apa- apa.” ucap Yuan tergagu.


“ kau pikir aku tidak dapat mendengarmu, aku ini masih sangat mampu.” ucap Chan dengan geram, Yuan memilih diam karena takut.


“aku hanya tidak tega jika mendengar ia menyebut nama pria lain dalam tangisnya.” ucap Chan mengecilkan suaranya.


‘ itukan sama saja tidak mampu.’ ucap Yuan lagi berbisik. Chan yang masih dapat mendengarnya langsung mengerem mobilnya dan berbalik arah.


“ astaga! Tuan? Anda mau kemana? Arah apartement saya bukan di sini!” ucap Yuan yang sadar jika Chan langsung berbalik arah bertolak arah dari arah menuju Apartement nya.


“ aku akan menunjukkan apakah aku masih mampu atau tidak!” ucap Chan Geram.


“ tu.., tuan.., saya hanya bercanda. Saya tidak mengatakan apapun tadi.” ucap Yuan takut. Chan tak menjawabnya memilih untuk melajukan ke apartement yang sudah di siapkan untuk Gin dan Zena agar tak mengganggu malam- malam Chan.


Setelah menutup pintu mobilnya dengan kasar, ia beralih menuju pintu penumpang dan membukanya dengan kasar pula. Tanpa banyak kata, Chan menarik tangan Yuan dan menuntun nya turun tanpa mempedulikan sumpah serapah wanita itu.


“ tuan! Tuan! Saya minta maaf! Saya takkan mengatai anda lagi, tuan!” ucap Yuan ketika telah sampai di Lift. Chan tidak menjawabnya, tampak jika matanya telah tertutup amarah dan Alcohol menutup logikanya.


“ saya hanya mengatai anda tidak mampu dan anda sudah semarah ini.” ucap Yuan kesal karena Chan seolah tuli dan tak mendengar permintaan maaf yang Yuan katakan.


Namun Chan dapat mendengar dengan jelas apa yang Yuan katakan dan langsung menoleh ke arah Yuan yang seketika menutup mulutnya takut.


‘astaga aku harus mem filter kata- kata ku mulai sekarang. Ini kebiasaan burukku ketika mabuk.’ ucap Yuan takut melihat tatapan penuh amarah dari Chan.


Tepat ketika Chan telah sampai di Flatnya, ia mengunci pintu flat nya dan langsung mengukung Yuan di dinding. Tampak jika Yuan yang terkejut karena Chan langsung ******* bibirnya. Seharusnya Yuan dapat mendorong Chan yang terus menikmati bibirnya dengan rakus seolah kehausan, namun entah bagaimana ia malah menikmati alur ciuman Chan dan mulai membalas ciuman Chan.

__ADS_1


Tenaga yang Yuan gunakan ketika memberontak seolah menghilang karena nikmatnya permainan bibir yang di berikan Chan kepadanya.


“ hen..., hentikan.” ucap Yuan berusaha tetap di bawah sadarnya. Namun ia seolah melemas ketika bibir pria itu menjamah setiap kulit lehernya, ia bahkan seolah tak lagi memiliki tenaga untuk memberontak ketika pria itu menuntunnya ke kamar yang terdekat. Udara di kamar itu seolah memberat ketika Chan memulai membuka pakaiannya dan menampilkan dada bidang dengan ke enam otot di perutnya yang mulai terbentuk.


Tampak jika Chan kembali mencium Yuan sebelum akhirnya bibirnya merasai setiap kulit wanita itu. Bau vanila yang menghiasi tubuh wanita itu seolah dapat membangunkan apa yang selalu tertidur selama ia berumah tangga dengan mantan istrinya.


Setiap kain yang tanggal dari tubuh wanita itu sungguh membuat milik Chan meronta seolah ingin segera memasuki lubang hangat yang berkedut di depannya. Tampak jika Yuan memeluk tubuh Chan ketika pria itu hendak memasuki tubuh wanita itu. Gairah di tambah pengaruh alcohol seolah melumpuhkan indra pendengaran Chan hingga pekikan yang keluar dari bibir Yuan tak terdengar oleh pria yang tak lagi muda itu.


Yang ia ingin kan hanyalah memacu pinggulnya, menikmati setiap lenguhan yang keluar dari bibir wanita itu. Rasanya bagai mimpi, apa yang di damba seorang Chan selama berumah tangga akhirnya dapat ia rasakan hangat dan nikmat nya saat miliknya di cengkram seolah di pijit.


Lenguhan demi lenguhan seolah membuat Chan menggila dan melupakan fakta jika yang di cumbunya terpaut umur yang sangat jauh dengannya. Lagi dan lagi, seolah umur tak menyurutkan tenaga Chan dan membuat Yuan hanya bisa pasrah dalam kukungan pria yang tak lagi muda itu.


Tampak jika keringat mulai membasahi tubuh keduanya, namun tenaga pria itu seolah tak ada habisnya, entah sudah berapa kali tubuh Yuan bergetar kuat, namun tampak jika Chan masih terus memacu tubuhnya.


Sampai terlihat jika tubuh Yuan bergetar hingga ke sekian kalinya, Chan tampak mulai mepercapat pacu pinggulnya, menghentak- hentakkannya hingga lagi dan lagi wanita itu bergetar kuat atas apa yang di lakukan Chan. Dan akhirnya pekikan dan lenguhan mengakhiri segalanya, menumpahkan apa yang selama ini di damba seorang Chan.


Chan memilih berbaring di sisi Yuan yang tampak langsung tertidur karena kelelahan, Chan menatap wanita itu dengan intens sebelum akhirnya mengelap bulir keringat di wajah wanita itu sebelum akhirnya menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan tidur sambil berpelukan.


 


0o0


hai hai hai


author upny malam nie biar ga ganggu waktu puasa para reader


entah kalau review nya


moga- moga ga ganggu puasa kalian ya


selamat menikmati

__ADS_1


__ADS_2