
“ kenapa kau menangis? Wajahmu akan bengkak karenanya.” canda Gin mengusap wajah Zena.
“ ini tangis bahagia, Gin.” ucap Zena memeluk Gin.
“ tahu begitu dari awal seharusnya kita mengaku sebagai saudara, bukan suami- istri.” ucap Zen mendesah.
“ benar, sekarang bagaimana mengatakannya pada tetua- tua itu.” ucap Papa Lie a.
“ kita tinggal mengatakan yang sesungguhnya.” ucap Mama Lie a gampang.
“ satu masalah terselesaikan sekarang...” ucap Lee mengantung.
Tampak jika Gin, Ben juga Lee saling menatap.
“ maksud kalian penjahat yang menculik Zena?” tanya Papa Lie a.
“ ya, dan.... mengapa harus belanda? Jarak antara Belanda juga China cukup berjauhan.” ucap Lee yang mengetahui jika Henzie di temukan di Belanda dan di asuh di biara Belanda.
“ apa ini ada hubungan dengan saingan papa?” tanya Zena.
“ saingan papa sangat banyak, Zena. Tidak mungkin kita menduganya satu persatu.” ucap Papa Lie a.
Zena tampak berpikir, sementara Gin hanya menatap istrinya yang tampak imut di matanya. Zena menatap Gin sejenak dan teringat sesuatu.
“ Gin.” panggil Zena.
“ yes, honey?” ucap Gin melantur.
“ AUW! Kenapa kau mencubitku?” pekik Gin karena Zena mencubit pinggangnya.
__ADS_1
“ bisakah kau serius?” geram Zena.
“ aku sedang serius menatapmu.” canda Gin.
“ oh, aku rindu sifat dinginmu.” geram Zena.
“ sudahlah, ada apa?” potong Gin.
“ apakah ada kemungkinan 1 banding 1000 jika ketua Mafia sebelumnya ada hubungannya dengan ini semua.” ungkap Zena.
“ kenapa kau berpikir seperti itu?” heran Lee.
“ grandpa, aku pernah ke ruangan Gin dan menemukan jika ketua mafia sebelumnya memiliki banyak buku yang berasal dari berbagai dunia- juga fakta bahwa sebelumnya tidak memiliki catatan memiliki kekasih apa lagi seorang istri.” ungkap Zena.
“ lalu?” heran Lee.
“ Gin siapa nama ketua Mafia sebelumnya?” tanya Zena.
“ Giant?” tebak Zena.
“ ya! kenapa kau bisa tahu?” heran Gin.
“ di semua buku itu memiliki tanda tangan inisial Giant.” ucap Henzie.
“ ada apa dengan semua itu?” tanya Lee.
“ mama..” ucap Zena menggantung.
“ dia adalah kekasih mama, jauh sebelum aku mengenal papamu.” ucap Mama Lie setelah lama diam.
__ADS_1
“ mama?” heran Zen.
Dengan nafas berat akhirnya mama Lie memutuskan mengatakan hubungannya dengan Giant.
“ itu terjadi sudah sangat lama, saat itu aku masihlah gadis yang polos dari keluarga kaya. Aku yang tak pernah melihat dunia luar- jatuh cinta pada keliaran ketua Yakuza, kegagahan juga ketampanan Giant kala itu.” ungkap mama Lie A.
“ tapi catatan yang kuselidiki mengatakan jika ketua mafia sebelumnya tak memiliki istri, anak -apa lagi kekasih.” ungkap Gin.
“ menurutmu, apa yang tak bisa di lakukan seorang ketua Yakuza sekaligus para petinggi di China?” ucap Mama Lie a tersenyum kecut.
“ aku mencintainya, tapi kehidupan kami bertentangan, aku yang seorang bermarga china dan Giant yang bermarga Jepang yang kala itu kedua negara itu sedang bersitegang.” ungkap Mama Lie a.
“ mama.” ucap Zena lirih.
“ aku berpikir, jika Giant tak mencintaiku, tak pernah sekalipun ia mengatakan kata cinta padaku, aku bahkan pernah bertanya perasaannya, namun ia tak menjawabnya, hingga aku memutuskan pulang ke China dan melupakan Yakuza dari jepang tersebut -bertemu papa Lie a dan memutuskan untuk menikahinya.” ungkap mama Lie a.
.
0O0
Hai! Hai! Hai
niatnya author mau up kemarin
cuma ternyata eh ternyata kuota author hbs >_<
jadi baru sempat up sekarang
__ADS_1
janga lupa ninggain jejak ya
love am likenya jangan lupa yang banyak juga ^_^