The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Really loving me?


__ADS_3

“ apa kau benar- benar mencintaiku?” tanya Cherry bersandar di dada bidang suaminya yang masih lembab karena permainan panas mereka baru saja usai.


“ kau sudah bertanya hal yang sama lebih dari 5 kali, Cherry.” ucap Zen masih memejamkan matanya dan memeluk pundak istrinya.


“ aku masih tak percaya jika kau juga mencintaiku, selama ini aku masih berpikir jika kau mencintai saudariku.” ucap Cherry semakin masuk ke dalam pelukan suaminya.


“ aku mencintaimu. Bukan Lexia atau gadis manapun. Aku hanya mencintaimu, Cherry. Istriku.” ucap Zen mengelus bibir istrinya.


“ Zen.” ucap Cherry.


“ ya?”


“Apa jika aku tak mengalami insiden penusukan dan sis Zena menyuruhmu menikahiku, hingga akhirnya kita bersama; apakah kau masih mencintaiku?” tanya Cherry ragu.


“Entahlah.” Ucap Zen.


“Aku tak pernah memikirkan yang belum terjadi. Yang terpenting aku mencintaimu. Dan... Tak peduli- seandainya kau yang benar- benar melupakanku, aku akan membuatmu kembali mencintaiku.


Lagi pula, aku pasti akan menyesal jika bersama dengan psychopath seperti Lexia.” lanjut Zen.


“Kau tahu jika saudariku Psychopath?” ucap Cherry menatap wajah suaminya.


“Dari papa Giant. Ia mengatakan sesungguhnya jika ia lah yang merencanakan kematiannya sendiri dengan jatuh ke jurang dan bekerja sama dengan genk Kalajengking untuk membantunya hidup dalam pelarian selama ini.”


“ jadi abu di depan foto kedua orang tuaku itu bukan benar- benar orang tuaku kan?” Ucapan Cherry membuat Zen terdiam sebelum akhirnya berbicara lirih.

__ADS_1


“ itu benar- benar abu kedua orang tuamu.” mendengarnya Cherry hanya terdiam sambil memeluk dada suaminya.


“ maafkan aku.” ucap Zen.


“ ini bukan salahmu, aku sendiri tak menyangka jika kehidupan rumah sakit bisa merubah saudariku.”


“Kau tahu dari mana jika saudari mu berubah?” heran Zen menatap istrinya.


“Saat kau menemukannya di China dan kau mengajak kami sekeluarga di China. Ia mengancamku akan merebut segalanya dari ku jika aku tak mau memberikan ginjalku.” Ucap Cherry menceritakan segalanya pada Zen.


“ APA? Lalu mengapa kau tak mengatakan itu kepadaku” ucap Zen tak percaya.


“ saat itu kau terlihat begitu senang saat Lexia kembali. Jadi yang ada di pikiranku adalah menjaga calon anakku dari saudariku.” ucap Cherry.


“ saat itu kau sudah hamil?” ucap Zen begitu terkejut.


“Kenapa?”


“Karena aku tahu kau mencintai saudariku. Dan saat kau menemukan saudariku, aku tahu dan sadar, cepat atau lambat posisiku akan di gantikan oleh saudariku. Itu sebabnya aku terus merahasiakan aku hamil agar saat itu terjadi; saat kau meminta berpisah dariku, aku masih memiliki anakku yang akan menemaniku.” Ucap Cherry beranjak dari dada suaminya. Ucapan Cherry membuat Zen terdiam.


“Maafkan aku, maaf karena aku yang membiarkanmu menanggung semua sendiri. Maaf karena aku telah gagal menjagamu hingga kau bisa berpikir seperti itu. Aku telah gagal menjadi suami ataupun sebagai seorang ayah.” Ucap Zen memeluk Cherry.


“Lalu apa yang terjadi dengan Lexia?” Ucap Cherry setelah terdiam.


“ kenapa kau masih mempedulikan wanita itu?” ucap Zen tak percaya.

__ADS_1


“Biar bagaimana pun ia tetap saudariku, Zen.”


“Aku tak tahu soal Lexia karena papa Giant yang mengurusnya.” Ucap Zen- jujur.


“Apakah ia masih hidup?” Tanya Cherry yang tahu jika mertuanya itu seorang ketua Yakuza.


“Entahlah, besok saja aku akan bertanya pada papaku.” Ucap Zen memilih berbaring lagi. Sementara Cherry masih terdiam menatap suaminya yang berbaring.


“ tidurlah, sayang. Kau pasti lelah.” ucap Zen membuka selimutnya.


Baru mau ikut menyusul suaminya, suara putrinya sungguh mengagetkan mereka.


“ kurasa Huan Ran tak mengijinkan aku untuk tidur lebih awal.” ucap Cherry beranjak dari kasur mereka.


“ kau tidurlah dulu, Zen, kau tidak lupa kan? kau tadi pingsan karena apa. Jangan karena menemaniku kau akan pingsan lagi.” Ucap Cherry mulai menggendong anaknya.


“Aku takkan pingsan, sayang.” goda Zen. Menopang kepalanya dengan sebelah tangannya. Sementara ia menatap istinya yang hendak menyusui putri mereka.


“Kenapa kau yakin sekali?” Heran Cherry.


“Tentu saja, aku sudah mengeces batery


tubuhku cukup lama.” ucap Zen tertawa.


“Kau!!” ucap Cherry yang tahu maksud suaminya.

__ADS_1


“Kemarilah, kalau Huan Ran meminum bagian kiri, biar aku meminum bagian kanan mu.” Ucap Zen hendak mencium nipp*e istrinya, namun tangan Huan Ran seketika menepuk muka Zen.


“Kurasa, anakmu tak suka berbagi.” Ucap Cherry tertawa melihat Huan Ran menepuk wajah papa nya yang membuat Zen terkejut karenanya. Tampak jika pria itu memegangi wajahnya akibat tekejut putri kecilnya menamparnya.


__ADS_2