
Sementara itu di perusahaan Z, lebih tepatnya di salah satu ruangan di lantai teratas di perusahaan tersebut. Salah satu ruangan yang cukup mewah di lantai tersebut. Ornamen china lekat menghiasi ruangan tersebut, meski tak melunturkan keperkasaan ruangan direktur tersebut. Disansa ada seorang pria kini tengah sibuk dengan layar laptopnya. Siapa lagi jika bukan Chan.
Bukan niatan Chan tak menghadiri pernikahan mantan istrinya itu, ia hanya ingin menenangkan hatinya terlebih dahulu. Entah apa yang akan di rasakan di pernikahan Arie jika ia melihat wanita yang masih di cintainya itu bahagia dengan rang lain, Chan takut jika ia hanya akan merasa sedih di hari bahagia mantan istrinya tersebut.
Pia itu menghembuskan nafasnya, mengambil sebuah foto pernikahan dirinya juga Arie di masa lalu. Menatapnya dan memandang sendu foto kecil yang selalu di bawa- bawanya.
‘’ ini baru beberapa hari dan aku sudah merindukanmu.’ batin Chan.
Chan menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesarannya, memutarnya hingga menarah ke jendela kantor di ruangannya dan menatap jauh keluar.
‘ kau pasti sedang bahagia sekarang, memakai baju pengantin dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir indahmu.’ batin Chan.
Ini mengingatkannya akan ingatan yang terjadi di masa lalu. Masa di mana pertama kali Chan bertemu dengan Arie Lie A hingga akhirnya di jodohkan dan menikah dengan wanita yang kini bahkan tak bisa lekang dari ingatan.
‘AAAA..., sebuah teriakan membahana memenuhi danau. Chan masih ingat, chan yang kala itu masih merupakan karyawan biasa sedang inspeksi lapangan dan kebetulan berada di sekitar tempat Arie berteriak. Wanita yang tampak tegar itu, yang langsung tersenyum dengan riangnya kala telah menumpahkan segalanya dalam teriakan di sebuah danau.
Dan senyum itulah yang membuat wanita yang kala itu belum chan tahu namanya- tampak begitu besinar.
__ADS_1
Krak!! sebuah ranting pohon terinjak oleh Chan. Arie yang kala itu terkejut lalu memalingkan muka menuju sumber suara, saat tahu ada yang mendengarnya berteriak, Arie langsung lari dari tempat itu tanpa sempat berkenalan dengan Chan.
Chan hanya tertawa kecil melihat kelakuan Arie yang kala itu bahkan namanya belum Chan ketahui.
Namun Chan begitu terkejut ketika mengetahui jika Arie merupakan anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja, lebih terkejut lagi ketika Arie menarik tangan Chan dan mengenalkan Chan kepada kedua orang tua Arie sebagai kekasihnya.
‘ wanita yang menarik.’ ituah kata pertama yang Chan lihat dari Arie.
Satu- satunya wanita yang tak tertarik akan uang dan lebih suka kehidupan biasa dan sederhana. Tanpa banyak tanya Chan menyetujui di jodohkan oleh orang tua Arie.
Tentu kata tak setuju datang dari banyak pihak, terutama pihak para senior Chan. Dalam sekejap Chan mewariskan kedudukan Direktur, itu sebabnya tak heran bukan jika banyak yang berkata jika Chan mendekati Arie karena ingin kedudukan sebagai direktur.
“ karena kau keren.” itu satu- satunya alasan Arie saat itu. Chan pun tak banyak kata juga tanya. Siapa juga yang tak mau dengan Arie? ia cantik, ceria juga Kaya, meskipun Chan menyukai Arie bukan karena itu semua. Pertemuan singkat mereka entah mengapa membuat Chan yakin jika mereka di takdirkan untuk bertemu lagi, dan pertemuan kedua Chan kembali terpukau akan sifat Arie yang blak- blakan dan ceria, dan pesona Arie ketika memakai baju pengantin sesungguhnya sudah membuat Chan jatuh hati pada wanita yang baru di temui Chan beberapa hari sebelum ia mengetahui nama dari Arie Lie A.
Namun itu semua runtuh ketika Chan mencumbu Arie. Bagaimana tidak? Sebuah nama ketika pelepasan dan itu bukan nama Chan.
‘ besar?’ itulah yang Chan kira saat pertama kali nama itu keluar dari mulut wanita yang telah sah menjadi istrinya itu. Namun saat wanita itu tertidur nama yang sama kembali terucap dengan tangis dan dalam tidur wanita itu.
__ADS_1
Sejujurnya Chan tahu, jika sedari awal Arie segera di nikahkan dengan Chan karena wanita itu tengah mengandung. Dan skenario kebetulan di ciptakan Arie ketika ia pura- pura muntah dan menunjukkan test packnya pada Chan. Chan hanya membalas kepura- puraan wanita yang telah sah menjadi Istrinya itu dengan Skenario yang sama, berpura- pura senang dan bahagia.
Dan dalam hati Chan berjanji akan menyayangi anak yang akan lahir nanti, meski ia tahu jika anak itu bukanlah anaknya. Namun sebuah kejadian menimpa Arie ketika wanita itu melahirkan seorang anak perempuan. Anak yang bahkan belum sempat di beri nama itu di bawa kabur ketika Arie juga Chan dalam perjalaan pulang dari rumah sakit.
Seharusnya Chan senang, karena dengan hilangnya anak Arie, ia bisa memulai semuanya dari awal dengan istrinya tersebut, memiliki anak mereka sendiri dan hidup bahagia.
Namun melihat Arie yang terus histeris membuat Chan tak tega. Melihat orang- orang yang kabur membawa anak dari Arie memakai yukata, membuat Chan tahu jika kemungkinan yang membawa kabur anak Arie adalah mafia dari Jepang atau Yakuza.
0o0
hai! hai! hai!
karya author lagi di ikutin ke lomba menulis nove nie
jangan lupa dukung selalu author ya,
__ADS_1
jangan lupa juga ninggalin jejak
like juga love- love nya juga jangan lupa ya ^_^