
Tampak Gin masih memeluk Zena yang menutup matanya dan berusaha menormalkan nafasnya. Tubuh mereka telah basah oleh keringat meski pendingin di kamar mereka menyala. Setelah berhasil menormalkan nafasnya Gin menatap Istrinya yang masih memejamkan matanya.
Saat ia melihat wajah istrinya yang kesakitan entah mengapa pengaruh alcohol hilang sepenuhnya dari Gin dan secara sadar ia masih mengingat apa yang ia lakukan dan apa yang terjadi. Ia menghela nafanya kasar, setelah semua ini ada kemungkinan Zena akan semakin menjahuinya.
Di elusnya perut Zena, berharap jika apa yang di tumpahkan Gin di dalam tubuh istrinya berkembang dan menjadi calon anaknya kelak. Karena itu satu- satunya penghubung antara dirinya juga istrinya kelak.
“ kenapa kau menciumi perutku?” heran Zena karena Gin terus menciumi perut Zena.
“ aku hanya berdoa agar ini menjadi janin dan tumbuh menjadi calon bayi yang sehat.” ungkap Gin jujur. Terdengar Zena yang membuang nafas kasar. Gin yang mendengar helaan nafas Zena menatap Zena.
“ jika aku hamil bagaimana dengan wanita itu?” ucap Zena yang membuat Gin mengerutkan dahinya.
“ wanita?” heran Gin.
“ wanita yang mana?” tanya Gin.
“ wanita yang kau datang kekantormu dan bergelanyut manja padamu.” ucap Zena membuat Gin berusaha mengingat wanita mana yang di maksud istrinya.
‘ apa ini soal istri yang aku bicarakan? Wanita mana yang ia kira sebagai istriku?’ batin Gin.
“ apa ini soal wanita yang kau kira istriku?” tanya Gin. Mendengarnya Zena hanya menghela nafas malas. Lalu menyilangkan lengannya di dada besarnya.
“ aku tidak tahu jika kau tidak mengatakan maksudmu.” ungkap Gin membenamkan wajahnya di dada besar Zena.
“ wanita yang pernah kau bawa ke mansionmu dan kamarmu untuk kau cumbu.” ucapan Zena membuat Gin menatap Zena dengan mata membulat sempurna.
“ atau wanita yang pernah menghubungi mu dan kau panggil ‘ bae?” ucap Zena lagi.
__ADS_1
“ atau wanita yang nomornya ada di ponselmu dengan nama Claudia.” ucap Zena terputus.
“ kau… kau sudah ingat? Ingatanmu kembali?” ucap Gin tak percaya.
“ dari awal aku tidak melupakan mu.” ungkap Henzie memalingkan wajahnya.
“ aku hanya tidak mau mengingatmu kembali.” ucap Henzie.
“ aku berusaha melupakanmu dan memulai hidup baru.” ungkap Henzie berusaha duduk dan menyenderkan tubuhnya di pinggiran kasur.
“ tapi sekeras aku berusaha melupakanmu- ternyata Tuhan berkehendak lain. Kau ternyata menjadi rekan kerja perusahaan keluarga yang merawatku.” ungkap Henzie yang melihat Gin hanya diam menatapnya dengan pandangan berkaca kaca.
“ perusahannmu sekarang menjadi sangat besar, Huh!” ucap Henzie dengan tertawa sinis.
“ Hen…zie.” ucap Gin lirih.
“ tidak, kau Henzie! kau tetap Henzie istriku.” ucap Gin menangkup wajah Henzie.
“ kau tahu? Saat tahu akan berhadapan denganmu kembali aku berusaha sekuat tenaga agar tak goyah. Namun ciumanmu berkali- kali membuatku goyah, sentuhanmu juga dirimu.” ungkap Henzie berusaha melepaskan kukungan Gin. Namun Gin malah memeluk Henzie.
“ bukankah pekerjaanmu sebagai mafia membuatmu enggan menyentuhku? Bagaimana jika musuhmu mengincarku?” ucap Henzie dengan sinis. Karena itulah alasan kenapa Gin selalu bersikap dingin pada Henzie dan menjaga jarak dengannya.
“ itu takkan terjadi!” ucap Gin cepat masih dalam memeluk Henzie.
“ dulu aku terlalu lemah, Henzie! Aku sangat lemah sehingga takut dunia ku akan membuatmu dalam mara bahaya. namun sekarang aku yakin aku akan selalu bisa melindungimu, sekarang kelompokku menjadi kelompok mafia terbesar dan mereka setia padaku, Henzie. Takkan ada yang bisa melukai mu lagi.” ucap Gin berusaha meyakinkan Henzie. Henzie hanya menatap ketua mafia yang terkenal kejam juga dingin ini. Namun pria yang ada di hadapannya lebih terlihat seperti pria yang takut akan di tinggalkan istrinya kembali.
“ aku tak menyangka jika kehilanganku akan membuatmu seterpuruk ini Gin.” ucap Henzie yang tidak menyangka jika sosok pria dingin yang menjadi suaminya di awal pernikahan mereka menjadi sosok pria yang takut istrinya akan meninggalkan dirinya sekarang.
__ADS_1
“ karena aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu sampai saat aku tahu kau pergi dan menghilang membuat gairah hidupku ikut menghilang Henzie.” ucap Gin lirih.
“ jika kau mencintai ku kenapa kau melakukannya dengan wanita lain? Melakukan hal yang bahkan tak pernah kita lakukan setelah resmi menjadi suami istri saat itu? Di kamar yang bahkan tak pernah kau ijinkan untuk ku tempati?” ucap Henzie menatap sendu suaminya.
“ aku bukannya tak mau melakukannya denganmu. Apa kau tahu aku juga tersiksa selalu bersamamu tanpa bisa menyentuhmu? Bahkan karena mengenalmu aku tak lagi bergairah dengan wanita lain, hanya padamu saja milikku menjadi tegang sempurna bahkan hanya dengan mencium bau tubuhmu.” ucap gin sendu.
“ lalu kenapa kau bisa melakukannya dengan wanita itu?” ungkap Henzie penuh penekanan.
“ karena aku di jebak!” ucap Gin akhirnya.
“ aku dijebak, aku di beri obat perangsang olehnya. Saat itu aku aku sudah setengah mabuk karena menjamu client sehingga lengah.” ucap Gin.
“ kau tahu? Bahkan meski aku di beri obat perangsang tubuh bagian bawahku tak bisa sepenuhnya bereaksi.” lanjut Gin membuat Henzie menatap Gin bingung.
“ tidak beraksi? Kau bahkan mencumbunya!” ucap Henzie tak percaya.
“ itu… karena aku mencium bau tubuhmu dari handuk yang tersampir di bantalku.” ucap Gin lirih.
“ apa? Handuk? Bagaimana handukku bisa ada di kamarmu?” heran Henzie.
“ ak…, aku mengambilnya.” ucap Gin membenamkan wajahnya karena telah merona di balik dada besar Henzie. Membuat Henzie menatap Gin tak percaya.
“ entah sejak kapan aku tak bisa tidur jika tak mencium bau tubuhmu, tapi aku terlalu malu mengakui jika kau telah masuk ke hatiku jadi aku mengambilnya diam- diam.” ucap Gin merona malu, bagaimana tidak malu? Semua tindakan yang ditutupinya terpaksa terbongkar untuk meyakinkan istri kecilnya.
“ jangan tertawa!” ucap Gin melihat Henzie yang hanya terdiam menatapnya.
“ apa… apa kau memuaskan sendiri dengan mencium handukku?” ucap Henzie penasaran. Gin terdiam dan menciumi dada besar Henzie. Dan seketika itu juga tawa keras memenuhi ruangan Gin.
__ADS_1
Oke! Sekarang terjawab sudah bagaimana Claudia bisa mendapatkan handuk saat di ancam Gin agar cepat meninggalkan mansionnya saat sebelum Henzie menghilang.