The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
S2 Gabriella


__ADS_3

Lucifer baru terbangun saat sinar matahari memaksa memasuki kamar Apartment nya. Di kerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya di sekitarnya. Ia pun lantas mengusap kasur di sebelahya dan mencari sosok Alicia.


“ Al?” tanya Lucifer mulai membuka matanya.


Serasa tidak ada jawaban- Lucifer pun bangun dan mencoba mencari di kamar mandi.


“ Al?” ucap Lucifer berusaha mengetuk pintu kamar mandi.


Tak ada jawaban, Lucifer pun lantas mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci.


“ AL!” panggil Lucifer mulai panik ketika tidak mendapati Alicia di manapun.


Pria itu segera mencari Alicia di manapun di Apartment nya.


Namun, hasilnya Nihil!


Putus asa, Lucifer lalu mencari ke wardrobe. Ia ingin memastikan jika Alicia tidak meninggalkannya.


Lucifer tampak mematung melihat jika tidak ada satupun pakaian- bahkan koper wanita itu.


Kesal? Sangat kesal!


Marah? Sangat marah!


Lucifer lantas segera menuju ruang pengawas untuk melihat rekaman CCTV.


*


“ Brak!!” suara meja di gebrak.


“ KALIAN!” ucap Lucifer dengan marah lalu menunjuk para pengawal pribadi miliknya.


“ menjaga satu wanita saja kalian tidak bisa? Huh!”tekan Lucifer karena kesal.

__ADS_1


“ ta...., tapi, tuan! Anda sendiri yang meminta agar kami tidak berjaga di sekitar anda karena tidak ingin membuat nona Alicia takut.” ucap salah satu pengawal membela diri.


“ aku meminta kalian untuk tidak berjaga disekitarku, lantas kalian sama sekali tidak menjaga Apartment ku?” ucapan Lucifer membungkam pengawal pribadinya.


“ lalu tugas kalian apa? Aku membayar kalian untuk tidur dirumah? Huh!” kesal Lucifer.


“ aku tidak mau tahu! Cepat cari kemungkinan Alicia pergi! Jika ia pergi ke luar Negeri! Periksa semua penerbangan hari ini dan kemarin Atas nama Alicia Nero!” perintah Lucifer.


“ Siap, tuan!”


“ kakak! Untuk apa mencari dokter gadungan itu?” kesal Lexia yang tahu jika Lucifer mencari Alicia.


“ kau tidak akan mengerti Lexia!” kesal Lucifer.


“ kenapa kakak membelanya sedemikian rupa? Kakak seperti orang gila hanya karena satu wanita!” kesal Lexia.


“dan kau lupa? Kau juga melakukan hal yang sama- hanya karena satu pria yang kau yakini kau cintai!” tekan Lucifer.


“ aku yakini? Aku benar- benar mencintainya, kakak!” kesal Lexia.


” terserah kakak!” kesal Lexia.


“Dia mengandung anakku! Bagaimana jika terjadi apa- apa padanya dan bayi kami?” ucap Lucifer frustasi.


“ bagaimana jika aku mengandung bayi juga?” kesal Lexia.


“ apa kakak akan mencintaiku juga?”


“ jangan bercanda kamu!” kesal Lucifer.


“ huh!” Lexia memilih meninggalkan Lucifer dengan frustasinya.


Karena itulah yang terjadi. Lucifer berusaha mencai kemanapun tentang Alicia Nero. Namun hasilnya nihil!

__ADS_1


Bahkan ia tidak menemukan dimanapun nama Alicia yang melakukan penerbangan ke luar Negeri.


Begitupun dengan pelayaran menggunakan jalur kapal.


Tak kenal menyerah, Lucifer berusaha mencari di Hotel- hotel yang menyewakan nama Alicia Nero. Adapun motel sederhana tak lupt dari pencarian.


Namun hasilnya juga nihil.


Apartment? Sama saja.


Tidak menemukan satupun di negara A. Lucifer berganti menjadi mencoba di berbagai negara dan mencoba mencari nama Alicia Nero yang tinggal sebagai turis asing.


Lucifer tak kenal lelah mencoba mencari dimana wanita yang telah Lucifer rebut darah pertama nya sekaligus wanita yang telah merebut hati Lucifer.


Terpikirkan soal Anak, Lucifer lantas mencoba mencari nama Alicia yang mendaftar di rumah sakit. Namun, sayangnya, hasilnya pun nihil.


Di lain tempat. Ada seorang wanita tengah melenggang menuju ruang tamu di sebuah panti asuhan terpencil di Belanda.


“ lama tidak berjumpa, kakak. Aku tidak menyangka jika bertahun- tahun kau menghilang, aku malah menemukanmu menjadi pastur di Belanda.” ucap Gabriela.


“ aku lebih tidak menyangka akan bertemu denganmu saat perutmu sudah membesar seperti itu, El.”ucap Louis.


Louis? Teman sepenampungan Henzie atau Zen A di Belanda?


“ sebuah kecelakaan. Yah.., namun, karena kecelakaan itu membuatku memiliki semangat untu membongkar kcelakaan yang menimpa kita sekeluarga.” ucap Gabriela.


“apa yang membuatmu yakin untuk membongkar kecelakaan kita? Itu hanya sekedar kecelakaan biasa.” ungkap Louise.


“ jika itu kecelakaan biasa, pemerintah takkan memberiku identitas baru untuk melindungiku, begitupun dengan dirimu yang lebih memilih untuk tinggal di sini dan menjadi pastur.” jelas Gabriela.


“ ternyata adikku yang manja bisa berubah menjadi sangat pintar.”kekeh Louise.


“ brother!” kesal Gabriela.

__ADS_1


“ sebelum kesal dan marah. Ada baiknya jika kau kerumah sakit. Aku melihat perutmu sudah tidak nyaman. Jika kau mengijinkanku memberi nama untuk keponakanku aku akan memberi tahumu soal keluarga kita.” ucap Louise


“ whatever.”


__ADS_2