The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
badai yang datang2


__ADS_3

Warning!! conten 21++


Jam menunjukkan pukul 9 dan pasangan yang semalam baru saja memadu kasih masih bergelung di dalam selimut karena cuaca yang nyaman dan mendukung untuk terus bergelung di kasur mereka. Badai baru saja berhenti di pagi hari tepat jam 7 pagi.


“ ukh?” suara lenguhan Gin memegangi kepalanya. Rasa berat membuatnya terus memegangi kepalanya. Dengan susah payah ia berusaha terduduk di kasurnya, di pegangi nya kepalanya yang terasa berdenyut dan ia masih berusaha mengingat segala kekacauan yang di lakukannya malam kemarin. Di lihatnya wanita yang masih tertidur pulas karena pertempuran semalaman.


Benar semalam pria ini tengah menjamu kliennya di club ternama di salah satu kota di jepang dan bertemu dengan wanita yang bahkan tak pernah di ingatnya. Entah bagaimana akhirnya ia menyetujui menemani minum bersama dengan wanita yang terus mengikutinya semenjak kehadirannya di kantor beberapa minggu lalu.


‘ pasti kemarin wanita ini memberi obat di minuman yang di berinya. Sial! karena sudah mabuk akibat menjamu klien sebelumnya aku menjadi lengah.’ ucap Gin membuang nafas kasar, di pakainya celananya yang berhamburan di lantai dan mengambil minuman di lemari pendingin yang ada di kamarnya.


“ ermm.” Claudia akhirnya terbangun dan mengolet kecil.


“ oh?” ucap Claudia melihat Gin menghampirinya.


“ morning, darly?” ucap Claudia tersenyum manis masih dengan menutupi dadanya dengan selimut Gin.


“ apa kau mengingat malam panas kita?” ucap Claudia dengan senyum kemenangan melihat Gin duduk di sebelahnya.


“ ini.” ucap Gin cuek memberi gelas berisi cairan bening kepada Claudia.

__ADS_1


“ thank you.”ucap Claudia mengira jika itu hanya air putih biasa dan meminumnya sampai tandas.


“ apa ini? Air ini berasa ada manis- manisnya?” ucap Claudia spontan.


“ ya\, itu obat peluruh S****a.” ucap Gin menerima gelas yang telah habis air nya.


“APA!” Claudia terkejut.


“ aku tidak ingin suatu hari kau merengek padaku hanya karena malam ini.” ungkap Gin santai.


“ tega nya kau!” ucap Claudia tak terima.


“ kau pikir aku tidak tahu jika kau memberiku minum semalam, HAH?” ucap Gin menunjuk bahu Claudia.


“ kau masih beruntung aku hanya meluruhkan calon janin di perutmu, jika kau berani muncul lagi di hidup ku..” ucap Gin mengambang. Ia menarik laci kecil di bawah tempat tidur dan mengambil sesuatu didalamnya.


“ aku akan membunuh dirimu.” ucap Gin mengacungkan pistol di depan wajah Claudia.


“ da…, darly.., ayolah jangan bercanda, aku tahu ini palsu.” ucap Claudia dengan suara gemetar.

__ADS_1


“ bercanda?” ucap Gin dengan smirk smile nya.


Lantas Gin mengacungkan pistolnya ke atas dan…


DORR!! Prang!! ia menembakkan pistol itu di dinding langit hingga mengenai lampu kamar Gin.


“ kau sekarang tahu aku sedang bercanda atau tidak.” ucap Gin mengacungkan pistol nya lagi ke dahi Claudia, membuat tubuh Claudia bergetar sepenuhnya.


“ aku hitung sampai 10, kau sudah harus pergi dari mansion ku dan jangan menampakkan wajahmu di depan mataku lagi.” ucapan Gin membuat Claudia segera mengambil bajunya yang bercecer di lantai Gin.


“1!”


“2!”


“3!” ucap Gin dengan lantang.


Tidak sampai hitungan ke 7 Claudia pergi meninggalkan mansion Gin, apa yang ia rencanakan untuk menggaet Gin dan menjadikannya Bank berjalan- hancur seketika karena ia tak memperhitungkan kalau Gin itu adalah seorang mafia.


Diintipnya wanita yang tengah berlari dengan tak tahu malu masih membawa baju nya dan menjinjing stiletto bewarna ungu nya, wanita itu hanya berbalut handuk yang sembarang ia ambil di kasur kamar Gin. Hanya itu cara tercepat yang di pikirkan Claudia untuk keluar dari Mansion Gin sebelum hitungan ke sepuluh dan mempertaruhkan harga dirinya keluar tanpa menggunakan apa- apa, itu lebih baik dari pada merasakan panasnya peluru yang bersarang di kepala.

__ADS_1


__ADS_2