
Setelah membersihkan kekacauan di tubuh dan di kamarnya Gin beranjak dari kamarnya mencari Henzie, berharap istri kecilnya ini tak mengetahui apa yang ia lakukan, meski ia tak ingin membuat Henzie berharap, namun entah mengapa ia juga tak ingin membuat wanita itu merasakan sakit.
Diintipnya kamar istrinya ini. Betapa terkejutnya Gin tidak melihat ada sosok istrinya. Di carinya di kamar mandi kamar istrinya, Tidak ada! Dapur? Tidak ada! Ruang keluarga? Tidak ada! Kolam renang? Tidak ada sosok istrinya sedang berenang di sana!
‘Sial! Apa Henzie melihat aku dan wanita rubah itu, semalam?’ batin Gin.
Gin juga menyadari jika mobil Perancis milik istrinya juga tidak ada, Gin segera bergegas mengambil laptopnya untuk mengecek CCTV rumahnya.
“ SIAL!” umpat Gin saat melihat istri kecilnya mengintip sedari awal Gin dan wanita rubah itu kekamar mereka dan terus mengintip, sebelum akhirnya kekamarnya dan bergegas keluar dari mansion mereka.
Dengan tangan bergetar, ia mengambil handphone yang ada di saku celananya dan menghubungi seseorang di ujung telephone.
“ cari dia!” ucap Gin.
“ siapa?” tanya Riu.
“ istriku! Siapa lagi?” geram Gin karena Riu membalas pertanyaan Gin dengan pertanyaan juga.
“ apa kau melakukan kesalahan? Suara mu tampak gemetar? Kau menangis?” ucap Riu yang mendengar suara khawatir sepupunya itu.
“ tidak usah banyak tanya, cepat cari Henzie! Cari istri ku sekarang juga!” ucap Gin dengan sedikit meninggikan suara, entah mengapa begitu tahu istrinya melihat dia dan meninggalkan Mansion membuat perasaan Gin menjadi tidak enak.
---
__ADS_1
Di hentak- hentakkan kaki kanannya dengan beruntun, ia begitu tidak sabar menunggu kabar dari sepupunya itu. Ia belum kekantor karena hatinya belum merasa tenang juga gelisah. Jarinya di ketuk- ketuk ke meja menunggu kabar dari adik sepupunya itu.
Sampai suara dering ponsel memecah suasana.
“ Halo? La…” diangkatnya telephone yang dikiranya dari Riu.
“ hallo!” balas suara asing dari balik telephone.
“ ini siapa?” ucap Gin dengan nada dingin.
“ kami dari kepolisian di kota XX” ucap suara dari seberang telephone.
‘ police? Ada apa?’ batin Gin.
“ itu.., apakah mobil dengan plat nomor XXYYZZ adalah milik anda?” ucap police tersebut.
‘ itu milik Henzie!’
“ ya? Ada apa?” jawab Gin.
‘ apa Henzie melakukan kesalahan? Itu berarti dia ada di kota XX?’ batin Gin mengira- ngira.
“ mobil anda di temukan tertabrak pohon besar di kota XX.” ucapan police itu membuat perasaan tidak enak Gin semakin menjadi, hatinya berdenyut membuat dadanya sakit. Apa istri kecilnya itu mengalami kecelakaan?
__ADS_1
“la.. lalu bagaimana kondisi istri saya?”ucap Gin dengan terbata.
“ istri? Mohon maaf pak. Kami hanya menemukan mobil anda d pinggir jalan namun tak melihat sosok istri anda, hanya ada darah bercecer di belakang stir pengemudi, dugaan kami istri anda berusaha keluar untuk mencari pertolongan…” ucapan police tersebut membuat Gin bagai tersambar petir. Tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut Gin segera mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kota di mana police memberi tahunya.
🐤🐤🐤🐤
hai hai hai
yuk ninggalin jejak jika kalian pernah mampir
koment membangun autho terima
comet jlk juga author terima
saran kalin sungguh berharga😘
thank's you see you next time
arigatou gonsaimasta
xie xie
dukung trus author yuk
__ADS_1
bye bye