The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
S2 my sin


__ADS_3

“ ruangan praktekmu ini terlalu kecil, nona Alicia. Mulai besok, kau harus membangun ruangan sendiri untuk kau beristirahat.” ucap Lucifer menyalakan sebatang Nicotine.


“ tuan..” ucap Alicia mulai pasrah.


“ saya ini hanya seorang psycholog, saya baru saja mendapatkan lisensi ini dan saya belum memiliki nama. Bagaimana bisa psycholog kecil seperti saya bisa membangun ruang pribadi sendiri.” ucap Alicia.


‘ untuk membangun ruang pratek kecil ini saja aku sudah menghabiskan seluruh tabungan beasiswa ku.’ batin Alicia.


Namun kata- kata Alicia tidak di jawab oleh Lucifer- tampak jika pria itu langsung melenggang pergi mennggalkan ruang praktek Alicia setelah melihat sekitar sambil mengabiskan nicotine nya.


“ dosa apa yang ku perbuat di kehidupan sebelumnya hingga aku mengalami hal seperti ini?” ucap Alicia ber monologue.


Bukan saja kehilangan keluarganya, Alicia bahkan kehilangan harga dirinya.


Pertahanan yang selama ini selalu ia pertahankan hancur, setelah memulangkan asistennya dan menutup ruang praktek nya, tubuh Alicia seolah terasa berat. Ia mulai bersimpuh dan menumpahkan tangisnya seorang diri. Hanya ruang praktek Alicia lah yang menjadi saksi betapa hancur nya hati wanita itu- sekarang.


Setelah puas menangis- tanpa sadar langit telah berubah menjadi gelap. Tubuh Alicia lelah dan ia ingin langsung istirahat. Jika perlu- ia tak ingin bangun lagi.


Setelah mengunci ruang praktek nya, Alicia bergegas kembali ke rumahnya.

__ADS_1


Sejujurnya, waktu ia tertidur adalah waktu yang paling ia benci. Karena setiap ia tidur ia selalu menemui mimpi yang sama. Saat dimana ia menjadi yatim piatu dan sebatang kara.


Mimpi yang seharusnya menjadi buih dalam ingatan selalu melekat dalam benak Alicia.


Ia menjadi takut untuk tidur. Namun bertemu dengan Lucifer membuat nya lelah dan melupakan ketakutannya. Ia ingin tidur malam ini- jika bisa ia tak ingin bangun selamanya. Ia sudah terlalu lelah. Bukan lagi lelah raga namun juga jiwanya.


Tanpa terasa hari sudah berganti hari dan sinar mentari memaksa masuk melalui celah jendela Alicia.


Biasanya, Alicia sudah bangun sebelum matahari meninggi. Mungkin karena lelah, Alicia baru terbangun saat hari mulai siang. Untuk kali pertama semenjak kecelakaan yang di alami keluarganya- Alicia dapat tidur nyenyak tanpa bayang- bayang mimpi masa lalu.


Setelah melakukan rutinitas pagi harinya;


Satu hal yang membuat ia terkejut adalah; rumah prakteknya kedatangan tukang yang sedang membangun di rumah praktek nya.


“ ada apa ini?” heran Alicia.


“ maaf nona, kami hanya d beri perintah.” ucap salah seorang tukang bangnan tersebut.


“ perintah?” heran Alicia.

__ADS_1


“ aku memerintahkan mereka untuk membangun ruang pribadi untukmu.” ucap sebuah suara.


“ KAU?” geram Alicia meliht sosok Lucifer.


“ ucapan terima kasih nanti saja nona.” ucap Lucifer menarik dagu Alicia agar wanita itu menatapnya.


Plack!!


kesabaran Alicia sudah pada batasnya, tanpa sadar-tangannya sudah menampar pipi mulus seorang Lucifer


Suasana hening tercipta bahkan hingga beberapa detik, saat itu- hari yang cerah entah mengapa terasa dingin dan berat. Tak heran, ini adalah kali pertama ada orang yang berani menampar orang nomr satu di negara America.


“ ucapan terima kasih yang kasar, nona Alicia. Namun kata- kata Lucifer memecah segelanya. Sekali lagi tampak jika pria itu hanya menampilkan smirk smile nya.


“Sayang sekali ruang pribadi anda belum selesai. Jika sudah..,” ucap Lucifer mengantung.


“Mungkin aku akan mengembalikan rasa terima kasih itu pada anda.“ ucap Lucifer tepat di telinga Alicia.


Mendengarnya, sekali lagi Alicia ingin menampar pia itu, namun Lucifer dapat menghindarinya dan memilih meninggalkan Alicia dengan tangan tersembunyi di balik saku celana pria itu.

__ADS_1


0o


__ADS_2