
“ Gabriela La Dawson?” ucap Lucifer membaca berkas tentang wanita yang ditemuinya tempo hari.
Tidak banyak yang dapat di temukan soal wanita yang di temui Lucifer kemarin. Kecuali fact soal Dawson Clan yang merupakan mafia besar di negaranya.
“ dia adalah keturunan Mafia?” maka tak heran jika tidak banyak yang bisa di cari soal wanita tersebut.
Jika One Number adalah yang nomor satu di negaranya dalam hal ekonomi maka Dawson Clan adalah penguasa nomor 1 sejati. Mereka bukan hanya Mafia, namun memiliki sebidang tanah dimana- mana. Meski nama Dawson Clan adalah Mafia yang terkenal dalam dunia gelap- namun, mereka juga memiliki usaha bersih lainnya.
Yang paling terkenal adalah usaha milik Law Dawson penerus Dawson sekarang. Ia memiliki gallery seni dengan karya miliknya sendiri. Karyanya termasuk indah. Siapa yang menyangka jika ketua Mafia menyukai keindahan dan seni?
Adapun pabrik Parfum yang terkenal beberapa tahun ini, siapa yang menyangka jika pemilik pabrik pafum itu belakangan mengungkapkan jika dirinya juga merupakan bagian Dawson Clan- namun, karena bertengkar dengan Dawson Clan memilih
menggunakan nama lain dan baru menggunakan nama Dawson Clan baru- baru ini.
“ apakah pemilik perusahaan Parfum ini adalah milik wanita ini?” tanya Lucifer bermonoloque.
Pria itu rasa bukan.
Perusahan parfum itu di perkirakan umurnya sama dengan wanita yang ia temui.
“ Kakak!” pekik seorang wanita memasuk ruangan kantor Lucifer. Membuat pria itu menghela nafas karena jengkel.
“ tidak bisakah kau belajar sopan santun? Kau bisa mengetuk pintu dulu?” kesal Lucifer.
“ kakak! Aku adikmu!” pekik Lexia.
“ maka karena kau adikku...! maka kau harus tahu sopan santun! Jangan sampai membuatku malu!” tekan Lucifer. Membuat Lexia memilih mengalah dan menunduk.
“ ada apa?”
“ apa yang aku dengar ini benar? Kau menghabiskan satu milyar hanya untuk seonggok tanah?” kesal Lexia.
__ADS_1
“ itu lebih dari hanya sebidang tanah! Aku butuh tanah itu untuk memperluas bisnis ku!” ucap Lucifer menjelaskan.
“ kak! Kau bisa langsung ke biro jasa tanah!” kesal Lexia.
“ kau tak mengerti! Jika beli di sana, harga memang murah! Namun, kau akan mengeluarkan uang lagi untuk mengurus suratnya! Dan yang pasti adalah; nama kita akan di kenal jika kita ikut berpartisipasi dalam event lelang tersebut.” jelas Lucifer.
“ dasar orang Borjuis! Sangat pandai memamerkan uang mereka untuk hal tidak berguna!” kesal Lexia memilih meninggalkan Lucifer sendiri yang sedang memijat pelipisnya pada wanita yang wajahnya sama persis dengan adiknya.
Jengah? Ya, sejujurnya, Lucifer mulai jengah! Selain wajah- Lexia tidak memiliki sifat seperti adiknya.
‘ yang ada hanya menambah masalah!’ kesal pria itu.
Setelah menghela nafasnya, Lucifer memilih berdiri dari kursi kebesarannya dan beranjak dari kantornya.
“ anda mau kemana?” tanya assistant pribadi Lucifer- Thomas.
“ cuma mau merefresh kan pikiran dengan coffee.” ucap Lucifer acuh.
“ tuan Huston akan pergi ke Cafe terdekat.”
“ aku mengerti.” jawab Gabriela.
Apa yang akan Gabriela lakukan? Tentu saja sengaja menciptakan sebuah kebetulan.
Lalu...? bagaimana bisa assistant pibadi Lucifer menjadi mata- mata Dawson Clan? Sedari awal, Thomas berasal dari Dawson Clan. Namun, karena merasa lelah dengan pekerjaan Mafia, Thomas ingin pensiun. Berawal dari ketekunan membuatnya menjadi assistant pribadi Lucifer. Meski Mafia- namun Dawson Clan selalu mengutamakan keinginan pengikutnya- mungkin itulah alasan mengapa pengikut Dawson Clans sangat setia dan bagi seorang Thomas pendidikan adalah yang terpenting. Itu juga yang menjadi alasan mengapa Lucifer dapat melirik seorang Thomas menjadi pengikut pribadinya.
Siapa yang menyangka jika keinginan Thomas pensiun masih bisa berjasa bagi Dawson Clan. Meski tidak melakukan kegiatan Mafia lagi, setidaknya, Thomas masih bisa berjasa sebagai mata- mata bagi penerus keluarga Dawson tersebut.
**
Lucifer sedang mencari kursi yang kosong saat melihat ada seseorang yang di kenalnya.
__ADS_1
“ Anda?” sapa Lucifer.
“ oh? Kita bertemu lagi, tuan Huston?” sapa Gabriela dengan tersenyum.
“ kelihatannya, kursi di hadapan anda kosong, bolehkah kita menikmati coffee bersama- sama?” tanya Lucifer.
“ sure.” begitu mendapat persetujuan dari wanita di depannya- Lucifer langsung duduk di hadapan Gabriela.
Setelah pesanannya di antar, Lucifer hanya mencoba mencuri pandang pada wanita di hadapannya yang fokus pada pemandangan di jendela. Karena kebetulan, mereka duduk di lantai dua cafe yang memiliki pemandangan buatan melalui latar beranda cafe.
“ nona...” panggil Lucifer.
“ ya?”
“ kita sudah bertemu dua kali. Anda sudah mengetahui nama saya. Namun, sepertinya saya belum mengetahui nama anda.” ucap Lucifer.
“ apa anda mencoba merayu saya?” tanya Gabriela.
“ tentu saja tidak..., hanya.., tidak sopan memanggil tanpa mengetahui nama.” ucap Lucifer sebagai alasan.
“ saya yakin.., anda sudah mengetahui nama saya tanpa saya menyebutkan, tuan Huston.” ya, dengan kekuasaan Lucifer sebagai direktur utama ONE NUMBER- tidak sulit mengetahui nama seseorang.
Hanya saja, tidak sopan namanya, mengetahui nama tanpa di beritahu. Jadi Lucifer hanya bisa memanggil Gabriela tanpa nama- tadi.
Melihat kediaman Lucifer membuat Gabriela tersenyum dan memilih untuk beranjak.
“ satu hal yang harus kau tahu, tuan Huston. Nama mu berarti api sementara aku berarti Tanah. Api dan tanah takkan bisa bersatu dan hanya bisa saling melukai.” ucap Gabriela meninggalkan Lucifer yang terdiam mendengar perkataan Gabriela.
“ aku heran, mengapa, pria itu malah tampak tertarik pada sikap dinginmu.” tanya Louise- kakak Gabriela. Ya, yang mengantar Gabriela adalah Louise.
“ kakak, satu hal yang harus kau ingat. Semakin murahan dan gampang di dekati seseorang maka akan semakin membuat seseorang merasa bosan. Namun, semakin susah di dekati akan membuat seseorang merasa penasaran dan membuat orang selalu ingin mengejar.” jelas Gabriela memasuki mobil.
__ADS_1