The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Episode 16 perusahaan Gin 1


__ADS_3

Hening! Itulah kata yang pas saat ini, ekor mata gin mencuri pandang ke arah Henzie yang sedang memoleskan lipstick bewarna merah darah yang cocok untuk rambut hitam ikalnya lagi ke bibirnya yang warna nya tadi terhapus karena ulah Gin.


Takkan ada yang menyangka jika wanita yang terlihat polos seperti Henzie sangat pandai merias diri. Atau mungkin memang ia sangat pandai merias diri hanya saja ia tak pernah menunjukkannya karena selalu berdiam diri di mansion.


Setelah mobil berhenti di gedung pencakar langit, Gin lalu memberi kunci mobilnya ke salah satu security untuk di parkir kan. Tampak 2 baris memberi jalan dengan membungkuk. Dengan langkah tegak Gin maju menuju lift yang di khususkan untuk para staf tertinggi yang ada di lantai paling atas di gedung ini.


Tampak barisan yang tadi memberi salam dan membungkuk mulai berjalan berdampingan mengikuti Gin sambil memberikan laporan tentang perusahaan, saham, investor, klien dan sebagainya. Sesuatu yang jauh dari bidang Henzie.


 Banyak pasang mata yang menatap Henzie- pasalnya wanita itu terus berada di belakang CEO mereka. Namun dengan sifat Henzie yang polos, ia tidak mempedulikan pasang mata itu, atau mungkin tidak menyadari banyaknya pasang mata yang melihatnya karena fokus mensjajari langkah lebar Gin.


 Henzie mendudukkan pantatnya di sofa panjang yang ada di ruangan Gin, sementara pria itu tampak sibuk dengan ponsel dan juga beberapa laporan di depannya. Tampak terdengar Gin menggunakan bahasa asing yang di yakini Henzie adalah bahasa paling romantis di dunia, Italia.


Dari pada mengganggu, Henzie memilih melihat- lihat meski masih dalam posisi duduk. Ruang bangunan yang sama- sama di mewah dengan arsitektur bangunan eropa, di tambah dengan rak buku yang kelihatannya merupakan koleksi dari penjuru dunia melihat dari beberapa tulisan yang dari bahasa yang berbeda- beda, entah milik gin atau ketua mafia sebelumnya yang pernah di ceritakan. Di belakang Henzie terdapat rak- rak berisi piagam penghargaan yang di tujukan untuk perusahaan ini.


Henzie menggaruk tangannya, lagi- lagi ia tak terbiasa dengan dinginnya Ac yang ada di ruangan ketua direktur ini. Henzie melirik Gin yang masih sibuk dengan laptop dan ponsel yang masih bertengger di telinganya, namun tampak kali ini menggunakan bahasa berbeda. Henzie memilih tidak mengganggu dan beranjak meninggalkan ruangan dengan Gin dan seketaris pribadi Gin yang Henzie tahu namanya Lucas.

__ADS_1


---0o0---


 


 


Kantor Gin tak berbeda dengan kantor- kantor pada umumnya. Perlantai di bagi perbagian bidangnya masing- masing. Ekor mata Henzie tak henti- hentinya menyusuri setiap lantai kantor Gin, sampai ia mendapati ada dua orang yang sedang berdebat. Satu dimarahi dan satu seperti seolah orang berkuasa yang memarahi orang yang terlihat masih karyawan baru.


“ ada apa anda memarahi wanita muda ini?” heran Henzie.


 Henzie menatap wanita muda berambut bergelombang sebahu yang sedang di marahi oleh Hikari itu.


“ jam berapa mettingnya nanti?” tanya Henzie lagi.


“ 12, namun proposal ini sudah harus jadi satu jam sebelum metting untuk di mintai tanda tangan Direktur utama.” ungkap wanita itu menatap sinis wanita muda ini.

__ADS_1


“ kemarikan, biar aku yang merubahnya dan menyelesaikannya.” ungkap Henzie. Hikari tanpa pikir panjang langsung memberi proposal itu.


“ ini cepat selesaikan, anak baru.” ungkap Hikari kesal. Mengira jika Henzie hanya anak baru dari devisi lain.


‘ ia mengira aku anak baru lantas kenapa ia tak mengajarkan dulu bagaimana cara mengerjakannya?’ batin Henzie melihat sikap semena- mena Hikari.


“ ma.., maaf.” ungkap wanita yang di marahi tadi.


“ tidak apa- apa, siapa namamu?” ungkap Henzie lembut.


“ sa…, sakura.” ucap wanita itu sambil menunduk.


“ Sakura, apa ada meja yang kosong disini agar aku bisa mempelajari ini sebelum membetulkannya?” ungkap Henzie, melihat jam dinding, jam menunjukkan pukul 9:30, masih ada waktu untuk mempelajari dan membetulkannya.


“ ini, pakai saja meja kosong di sebelahku.” ungkap sakura masih menunduk. Tidak butuh waktu lama bagi Henzie memahaminya, kebiasaan Henzie yang terlihat diam itu membuat orang mengira jika ia hanyalah gadis kikkuk dan ceroboh, siapa yang mengira jika diamnya Henzie adalah agar menyerap apa yang di jelaskan. Dan hasilnya, Henzie menerima semua yang di ajarkan tanpa kesalahan sedikitpun, jikalau ada kesalahan itu karena tangan kecilnya mulai kelelahan dan membuatnya tak fokus, namun beladiri betul- betul melatihnya agar fokus sepenuhnya pada yang di hadapinya. Tak sampai jam yang di tentukan Henzie telah menyelesaikan laporan itu dan siap untuk mencetaknya dan di bagikan nanti waktu meeting.

__ADS_1


__ADS_2