
Giant masih berada di pulau tersembunyi milik Zie- Zie sambil memeluk wanita yang di cintai juga anak- anaknya.
“ apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanya Chan.
“ apa erm.., papa Mertua akan menikahi Mama Arie Lie A?” tanya Gin.
“ apa kau ingin bercerai dengan Arie Lie A? aku tahu kau mencintainya.” ungkap Giant pada Chan. Karena itu juga yang menjadi sebab ia membiarkan Arie Lie dengan Chan terus hidup bersama. Arie Lie menatap suami juga Giant bergantian.
“ aku tidak mencintainya. Meski kuakui aku menyayangi Zen- anak kalian seperti anakku sendiri.” ungkap Chan menatap Zen yang masih memeluk Giant- sungguh, ibarat darah lebih kental dari air benar adanya.
Keberadaan Chan yang selalu ada sedari Zen lahir hingga dewasa di kalahkan oleh keberadaan Giant yang baru saja di temui Zen.
Giant menatap Chan dan menghembuskan nafas kasar. Memilih berdiri dan mendekati Chan. Pria itu menepuk bahu Chan dan berkata.
“ kurasa kita harus berbicara- berdua.” ungkap Giant.
Gin yang mengerti akan kata- kata Giant meminta istri, adik juga mama mertuanya- untuk meninggalkan para orang dewasa itu berdua.
“ apa yang ingin kau katakan?” heran Chan.
__ADS_1
“ apa kau pikir kau dapat membohongi pengamatanku?” ucap Giant menyelipkan kedua tangannya di balik yukatanya.
“ tentu saja tidak.” ucap Chan tersenyum.
“ aku akui jika aku memang mencintai Arie. Tapi aku tahu jika kalian juga saling mencintai. Aku rela melakukan apapun asal dia bahagia dan kebahagiannya adalah bersamamu.” ungkap Chan dengan wajah sendu meski sekarang tampak jika pria dewasa itu tersenyum.
Giant hanya menatap Chan yang rela melakukan apapun untuk wanita yang ia cintai. Tak peduli jika ia menderita- apapun, asal orang yang di cintainya bahagia.
“ lagi pula aku tak bisa memberinya keturunan padanya. Hanya ada rasa malu jika aku terus di sampingnya.” ungkap Chan.
“ aku tahu kau tidak benar- benar Impoten, Chan.” ungkap Giant- Chan tak menyangka jika Giant mengetahui semuanya.
“ bagaimana kau tahu? Aku pikir para petinggi di China menghapus segala Informasi tentang aku di China.” heran Giant.
“ para petinggi di China itu memang menghapus segala informasi di China namun tidak di hati Arie Lie A. Aku mendapati jika ia masih memiliki fotomu. Bahkan ia selalu menyebut dirimu ketika tidur- sambil menangis.” Giant tak menyangka jika Arie selalu menyebut namanya. Tak terpikirkan bagaimana sakitnya perasaan Chan tinggal bersama dengan wanita yang di cintai selama bertahun- tahun namun hati sang wanita seolah tak bersamanya.
“ aku minta maaf.” ungkap Giant.
“ tak perlu minta maaf, akulah pria yang sesungguhnya hadir dalam tengah- tengah kehidupan kalian.” ungkap Chan.
__ADS_1
“ setelah ini aku akan mengurus perceraian ku dengan Arie Lie A. kuharap kau bahagia dengannya.” ungkap Chan membuka pintu ruangan tempat mereka berbicara.
Begitu terkejutnya Chan karena ternyata Arie Lie A terus berada di depan pintu.
“ maafkan aku, Chan.” ungkap Arie Lie A lirih.
“ tak perlu minta maaf, Arie. Ini adalah pilihanku.”ungkap Chan mengelus kepala wanita yang masih menjadi istrinya tersebut.
“ maafkan aku, aku tak tahu jika aku selalu menyebut nama pria lain di dalam rumah tangga kita berdua.” ungkap Arie Lie A.
“ aku tak masalah, Arie Lie A. aku tahu kau mencintai Giant dan aku juga tahu jika aku tak bisa memaksakan diri untuk memasuki hatimu. Itu sebabnya aku memakai alasan jika aku hanya ingin menjadi direktur agar para petinggi itu tak selalu menyalahkanmu.” ungkap Chan.
“ Chan.” ucap Arie Lie lirih- wanita itu mulai menangis. Chan meraih wajah Arie Lie A an ibu jarinya ia gunakan untuk mengusap pelupuk mata Arie Lie A- menghapus air mata yang terus mengalir dari mata indah wanita itu.
“ bolehkah aku memelukmu?” tanya Chan. Arie mengangguk.
Giant membiarkannya, karena pada dasarnya mereka memang masih menjadi suami istri dan mungkin itu adalah pelukan terakhir yang bisa di minta Chan kepada Arie Lie A. sekaligus menjadi bentuk perpisahan di antara mereka bedua.
Chan memeluk Arie Lie A dengan erat, wanita yang sebentar lagi hanya akan menjadi mantan istrinya. di hirupnya dalam- dalam bau tubuh Arie Lie a lewat ceruk lehernya, berusaha untuk mengingat aroma tubuh wanita yang setiap malam menemaninya- yang sebentar lagi takkan bisa ia hirup lagi bau tubuhnya. Chan berharap, dengan menghirup bau tubuh Arie Lie A, dirinya akan puas dan takkan kembali merindu ketika tak dapat lagi melihat wajahnya ketika nanti terbangun dari tidur setiap paginya.
__ADS_1