The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
S2 perhatian yang tidak biasa


__ADS_3

Alicia mencoba menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan perlahan. Biasanya, cara itu selalu berhasil meredam emosinya.


Ia tahu, siapapun tidak ada yang bisa menghentikan apa yang CEO ONENUMBER yang gila itu- lakukan.


Meski sejujurnya, ia terbantu karena pria itu mau membangunkan ruang pribadi di ruang prakteknya. Tak heran, Jarak antar rumah dan rumah praktek nya cukup jauh- sehingga, Alicia kerap harus tidur di sofa nya untuk istirahat barang sejenak. Kini, lehernya tidak harus merasakan kebas karena harus tidur dalam posisi duduk.


Alicia memegangi dadanya. Di balik rasa kesalnya. Ia mulai merasa sedikit tersanjung pada perhatian Lucifer yang sedikit berbeda- dari yang biasa di tujukan orang pada umumnya.


Sekali lagi, Alicia menghembuskan nafasnya. Ia memilih mengesampingkan perasaannya dan memutuskan untuk melanjutkan hari- harinya sebagai psycholog.


Siapa yang tidak tahu- Jika sebenarnya menjadi psycholog tidaklah mudah. Selain mengharuskan membaca kondisi kejiwaan pasien- para psycholog juga harus bisa menangani kondisi mental mereka dan mencari cara menyembuhkan psychology mereka.


Tak sedikit dari para pasien yang bukan hanya tidak sembuh namun semakin parah kondisi psychology mereka. Hal tersebut di akibatkan karena rasa takut berlebih pada pandangan masyarakat- yang mengatakan jika;


Orang yang depresi sama saja dengan mengalami gangguan kejiwaan.

__ADS_1


Ujung- ujung dari itu semua adalah rasa tidak terima ketika mereka di bawa ke Psycholog.


Padahal, tugas dari Psyholog adalah membantu meringankan beban di hati para orang mempunyai beban berat di hati mereka dan menuntun mereka agar tidak selamanya berkubang dalam kegelapan karena memilih menyembunyikan beban di hati mereka.


Namun karena rasa malu dan tidak terima itulah yang membuat orang memilih tenggelam dan menyembunyikan depresi mereka yang terkadang malah membuat kondisi mental mereka semakin parah.


Tak jarang ada pasien yang mengamuk saat berkonsultasi- contohnya seperti yang di alami Alicia hari ini.


“ Anda meremehkan saya?” bentak pasien yang tiba- tiba mengamuk tersebut.


“ Ap? Tidak, tuan! Bekan begitu maksud saya.” ucap Alicia berusaha menenangkan pasien tersebut.


Tampak Alicia yang memejamkan matanya. Ia sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk saat kerahnya di cengkram pasien itu.


Namun, bahkan hingga wanita itu menunggu cukup lama pun, ia tak kunjung merasakan sakit dari pukulan di tubuhnya. Ia memilih membuka mata nya.

__ADS_1


Hal pertama yang ia lihat adalah sosok Lucifer yang menghalangi tangan pria yang hendak memukul Alicia tersebut.


Terkejut? Itu adalah hal pertama yang ia rasakan di balik kebingungannya.


Tak heran, siapa yang akan menyangka jika seorang CEO yang di kenal Alicia- Arogan dan seenaknya- malah menjadi orang yang pertama yang melindungi Alicia.


“ Apa kalian ingin gaji kalian di potong dulu- baru kalian akan bertindak? Sampai kapan kalian hanya akan menjadi penonton? Huh!” ucapan Lucifer membuat para pengawal ang mengikuti Lucifer langsungbertindak pada pasient pria yang mengamuk tersebut. Sementara, Alicia hanya dapat tertegun melihat apa yang Lucifer lakukan untuknya.


Lagi dan lagi, dadanya berdebar dan perasaannya menghangat. Ini kali pertama ada orang yang mau melindungi Alicia.


“ te..., terima kasih.” ucap Alicia setelah para pengawal meninggalkan Alicia berdua dengan Lucifer.


Sementara, Assistant dari Alicia telah di pulangkan karena hampir menjadi sasaran kemarahan Pasien tadi.


“ kau tahu, nona Alicia? Terima kasih saja tidak cukup untuk membalas yang terjadi.” tanpa di tanya pun, Alicia tahu maksud dari Lucifer.

__ADS_1


Itu sebabnya, ia tidak banyak berontak ketika pria itu menuntun Alicia ke ruangan Pribadi yang baru saja selesai di bangun.


Yang bahkan, bau catnya saja masih tercium.


__ADS_2