The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Henzie sakit 2


__ADS_3

Gin sendiri tak menyadari jika istrinya memiliki riwayat darah rendah, bahkan tekanan normalnya tidak pernah lebih dari 100. tidak heran jika wanita itu selalu tidur setelah melakukan kewajibannya. Sungguh wanita yang kuat.


Gin berusaha agar tak membuat Henzie berharap padanya ataupun memiliki perasaan pada dirinya yang selalu di ikuti dengan mara bahaya. Namun tanpa Gin sadari perasaan itu telah ada di hati Gin entah sejak kapan, kedatangan Henzie selalu dapat membuat Gin kembali menjadi dirinya yang dulu. Di peluknya tubuh istrinya yang tengah tertidur pulas setelah di masakkan bubur telur dengan kuah miso buatannya itu. Entah sejak kapan bau tubuh istrinya membuat rasa nyaman di diri Gin.


Seluruh tubuh Henzie seolah menjadi candu untuk Gin. Meski baru merasakan bau tubuh juga bibir manis henzie. Itu seolah menjadi tempat ternyaman bagi Gin. Entah sejak kapan istrinya itu berbalik menghadap nya. Di peluknya istri nya yang tertidur pulas dengan nyaman di dadanya.


Dirasakan ada pergerakan kecil dari istri kecilnya itu. Gin sadar jika Istrinya tengah menatapnya namun kelihatannya istrinya ini belum sadar jika yang tidur bersama dengan dirinya adalah Gin. Bahkan saat Gin menanyakan akan kemana wanita itu. Terlihat jika Henzie baru tersadar jika itu Gin saat wanita itu menyelesaikan panggilan alamnya.


‘ imut.’ batin Gin.


Di peluknya kembali istrinya yang tertidur kembali di sisi nya. Kelihatannya istrinya masih belum memiliki kekuatan untuk sekedar bertanya lebih banyak. Gin merasa ada yang hilang saat tidak melihat sifat kikkuk istrinya seperti biasa.


Tampak rona wajahnya yang sudah mulai cerah kembali meski belum sepenuhnya.

__ADS_1


‘ semoga kau cepat sembuh my little wife.’ batin Gin mengelus rambut panjang Henzie.


‘ padahal aku selalu menyakinkan untuk tidak berharap tapi apa kau tahu? Entah sejak kapan kau selalu ada di hati ku.’


‘Aku bahkan merasa kehilangan ketika tidak melihat keceriaan mu kembali.’


‘ seandainya kita di pertemukan bukan di saat aku menjalani dunia bawahku kita pasti sudah di persatukan dengan bahagia.’


‘ sampai sekarang aku bahkan belum memberi hak mu sebagai istri karena takut terlalu terikat dengan mu, Henzie.’ batin Gin tersiksa.


Sementara entah mengapa sejak mengenal Henzie keinginan dan juga hasrat gin pada wanita lain seolah surut.


Bagaimana tidak? ketika ia sedang ingin, pernah sekali ia menghubungi salah satu wanita yang akan menjadi teman one night stand nya. Saat akan mulai entah mengapa wajah Henzie lah yang tercetak di wajah sang wanita- membuat Gin kembali enggan menyentuh wanita itu, bahkan seketika tubuhnya kembali lemah seolah tak terangsang lagi pada tubuh wanita di depannya. Sementara saat bertemu dengan istri asli nya tubuhnya seolah menegang sempurna bahkan hanya untuk mencium bau tubuh juga bau sampo yang di kenakan istrinya.

__ADS_1


Ia ingin sekali menyentuh istrinya saat ini, menciumi bibir manisnya, menyesap leher jenjangnya. Memberi tanda kepemilikan di dada besarnya, menemukan titik kelemahan istrinya, merasakan hangat dan sempitnya milik istrinya membuat istrinya mendesahkan namanya, juga membuat istrinya memekik dalam nikmat dan endingnya adalah menitipkan calon anaknya di tubuh istrinya. Namun bayang- bayang ia kehilangan istrinya karena permusuhan dunia mafia ini seolah menghantui nya.


Gin bisa saja membuat Henzie meminum obat peluruh ****a selepas habis melakukan hubungan suami istri sama seperti yang di lakukannya pada para teman kencannya, namun sekali lagi Gin takkan tega melakukannya pada Henzie. Bagaimana tidak, resiko dari meminum itu tentu saja membuat kemungkinan rahim Henzie menjadi kering dan menyulitkan Henzie menjadi wanita seutuhnya.


Sebagai seorang pria terlepas dari ia yang merupakan ketua mafia atau tidak tentu saja Gin juga ingin merasakan menjadi seorang ayah seperti yang di rasakan kakak sepupunya. Gin selalu membayangkan saat- saat memiliki anak- darah dagingnya, mendengarkan tangisan pertama anaknya, melalui masa membesarkan bersama dengan sang istri juga saat pertama anaknya memangil nya dengan sebutan; ‘ dad’ atau ‘daddy’ atau ‘papa. ’


Membayangkan seorang anak saja membuat Gin tersenyum. Di elusnya perut Henzie.


‘ jika saja. Seandainya saja aku tidak memilih jalan ini mungkin saat ini kau tengah menjadi wanita seutuhnya. Maafkan aku.’ ucap Gin lirih. Ia mengecup puncak kepala Henzie sebelum akhirnya ikut tertidur pulas.


Tanpa di sadari jika istrinya ini tidak sepenuhnya tertidur dan mendengar dengan jelas kata- kata suaminya.


‘ tidak apa- apa, Gin sampai kapanpun aku akan menunggu mu. Aku mencintaimu.’ ungkap Henzie mengeratkan pelukannya di dada suaminya.

__ADS_1


0o


__ADS_2