
Tanpa di jelaskanpun Gin mengetahui dengan jelas jika Cherry memang menyukai Zen, tampak terlihat dari sikapnya yang gugup begitu Zen datang dan ikut bergabung di tengah- tengah mereka.
‘ insting perempuan mengalahkan dasar dari ilmu psychology.’ batin Gin yang merasa jika insting istrinya lebih mengerikan dari pada ilmu yang di pelajari Gin dalam mengenali dasar perasaan manusia.
Zen menyilangkan lengannya di depan dadanya. Ia baru saja mengatakan jika ia tak menyukai seseorang dan sekarang ia malah di hadapkan dengan seseorang yang di bicarakannya dalam satu meja dengan kakak perempuan dan kakak iparnya.
“ kenapa wajahmu kusut begitu? Kau tak merindukanku?” tanya Zena.
“ Zen a, kenapa kau membiarkan dia bergabung dalam meja kita?” tanya Zen menunjuk wajah Cherry, tampak wanita itu hanya menunduk. Awalnya ia sangat senang karena Zen datang dan bergabung dalam meja yang sama dengannya, namun ia tak menyangka karena pria itu terlihat membencinya.
“ kenapa kau tak menyukai nya? Ia cukup manis.” ucap Zena.
“ ini bukan masalah itu! Kau tak lupa bagaimana ia mengatai mu dulu!” geram Zen.
“ itu hanya karena ia mengira kita ini calon suami istri.” ungkap Zena.
“ apa hubungannya?” tanya Zen.
‘ tentu karena ia menyukaimu.’ batin Gin yang memilih diam dari pada ikut campur.
“ aku leih baik pulang saja, kita bertemu di rumah papa saja.” ungkap Zen beranjak pergi.
“ bagaimana dengan pesananmu?” tanya Zena.
“ bungkus saja, atau kalian habiskan. Tiba- tiba nafsu makanku hilang.” ucap Zen beranjak pergi.
*
“ maafkan tingkah adikku.” ucap Zena setelah hening sekian lama.
“ t.. tidak apa, nona. Lagi pula ini memang salah saya karena dulu pernah memaki anda, tak heran jika tuan Zen sekarang marah kepada saya- ahkan membenci saya . Saya melakukan itu hanya karena saya...” ucap Cherry memelan di akhir.
“ aku tahu, karena kau menyukai Zen kan?” tanya Zena.
__ADS_1
“ anda tahu?” ucap Cherry tak percaya.
“ itu terlihat dengan jelas, bagaimana kau bersikap ketika berada di dekat Zen, lagi pula kepada semua wanita yang dekat dengan Zen pasti kau akan bersikap dingin.” ungkap Zena.
“ saya minta maaf akan perilaku saya dulu. Saya pamit undur diri.” ungkap Cherry dengan menunduk dan beranjak pergi.
“ kau mau kemana?” tanya Zena.
“ ini sudah siang, nona. Saya harus mencari pekerjaan jika tak mau lama menganggur. Saya permisi, nona, Tuan.” ucap Cherry lalu pergi meninggalkan Zena dan Gin.
“ aku akan merasa bersalah, jika wanita itu bersedih karena ulah Zen.” ungkap Zena bersandar di bahu suaminya.
“ serahkan saja padaku.” ungkap Gin mengambil handphone nya.
“ kau menghubungi siapa?” tanya Zena.
“ papa.” ucap Gin menempelkan handphone nya pada telinganya.
*
“ hallo.” ucap Chan mengancingkan kemejanya.
‘ papa.’ sapa Gin.
“ ada apa Gin?” tanya Chan.
‘ apa kau memiliki nomor HRD Lin?’ tanya Gin dari seberang.
“ bua apa kau menanyakan nomor HRD genit itu? Kurasa aku sudah menggantinya.” tanya Chan dan tepat pada saat itu Yuan keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
“ apakah itu Zena?” tanya Yuan.
“ bukan, ini Gin. Suami Zena.” ucap Chan menutup spiker ponselnya agar dari seberang tidak mendengar suara Yuan dan dirinya sedang mengobrol.
‘ apakah itu teman Zena, papa?’ tanya Gin.
__ADS_1
“ err.., tadi kau meminta apa? Oh! Nomor telephone HRD Lin! Kurasa aku masih menyimpannya. Aku akan memberimu melalui pesan.” ucap Chan mengalihkan lalu segera menutup telephone nya. Sementara di seberang sana Gin sedang terpingkal- pingkal mendengar tingkah Chan yang seolah ketahuan liarnya.
***
“ untuk apa kau meminta nomor telephone HRD Lin?” tanya Zena.
“ aku dengar HRD Lin menyukai Cherry kan?” tanya Gin.
“Ehem?” Tanya Zena.
“Kita buat pertemuan kebetulan. Kta bilang di mana lokasi Cherry, dan kita meminta Zen kesana.
“Lalu?” Tanya Zena.
“Kalau beruntung, Zen akan melihat Cherry dan si Lin itu bertengkar.”
“Apa? Bagaimana kalau si tua genit itu berbuat hal nekat ke Cherry?”
“Itu sebabnya kita meminta Zen ke lokasi yang sama.”
“Jadi jika Zen menolong Cherry kemungkinan mereka akan dekat?” Duga Zena.
“Tepat! Aku akan meminta Riu meng- hack satelit luar angkasa dan menemukan letak Cherry saat ini.”
0o0
hai hai hai maaf author jarang update >_<
author baru ajh kena musiah jadi jarang pegang karya novel >_<
rasanya karena saking sedihnya cuma mau ngurung diri di kamar
setelah skian lama author ingat jka ada para reader yang menunggu author update
jadi author update mski ga semua karya ya satu- satu dulu >_<
__ADS_1