The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Episode 9 alasan Gin tidak bisa menyukai Henzie 2


__ADS_3

“ halo brother, bagaimana kabarmu?” ucap Riu mendatangi kantor Gin. Semua orang termasuk Lucas, asisten pribadi Gin sekaligus sahabat Gin dan Riu sudah tahu siapa Riu sehingga Riu memiliki akses masuk dengan bebas kekantor Gin.


“ tidak usah basa basi, ada apa?” ungkap Gin acuh, matanya tetap menatap ke arah layar laptopnya.


“ tidak, aku hanya heran padamu.” ungkap Riu duduk di meja Gin.


“ soal?” ungkap Gin yang mendengus kesal melihat kelakuan sepupunya itu.


“ soal Henzie, kenapa kau belum bisa menerimanya.”


“ dia bukan wanita baik- baik.” ungkap Gin malas.


“ apa yang membuatmu berpikir seperti itu?” heran Riu.


“ tadi pagi dia meminta padaku mobil dan aku memberinya black card. Kau tahu berapa pengeluarannya?”


“ sebenarnya ia mau meminjam mobil padaku, tapi dia takut itu akan membuatmu marah, itu sebabnya ia meminta kepadamu. Dan soal pengeluaran itu sebenarnya dia sudah menolak mobil yang di sarankan para mommy dan karena dipaksa akhirnya ia memilih meminta Dp yang di angsur per bulan, namun para mom memaksa nya untuk langsung membeli cash.”


“ dia mengajak para mom?”

__ADS_1


“ dia mengajakku- kebetulan para mom memang bersama ku saat itu.”


“ dia menghubungimu?”


“ hem, tentu saja, dia butuh masukan soal mobil.”


“ dan apaan itu tadi? Dia meminta di bayar dp dan dibayar angsur? Jatuhnya akan lebih mahal. Dan hasilnya sama saja menggunakan uangku” geram Gin.


“ tidak dia berencana membayarnya sendiri. ”


“ dia? Memangnya ia memiliki uang?”


“ kau tidak tahu dia seorang designer interior? Meski ia tak bekerja Ia tetap bisa mengumpulkan karyanya melalui daring.” ungkap Riu.


“ dia selalu berlatih beladiri padaku dan Mommy ku selalu menyuruhnya memakai sport bra dan training yang ketat. Dan harus kuakui d*nya lumayan besar\, p***nya bagus\, tubuhnya tegap dan p****tnya… wow.” ungkap Riu dengan hembusan nafas di akhirnya- membayangkan pantat Henzie yang bulat penuh.


“ Yah kekurangannya hanya tingginya.” lanjut Riu setelah terjeda beberapa saat.


‘ jika sampai Riu menyukainya aku jadi penasaran orang seperti apa wanita yang menjadi istriku saat ini.’ batin Gin. Karena memang saat tahu Ara menjodohkan Gin dengannya, Gin bukannya mencoba mengenal Henzie malah berusaha menjauh dari keluarganya itu. Bahkan saat hari pernikahan ia tak melihat sama sekali seperti apa rupa Henzie saat itu.

__ADS_1


*


Jam menunjukkan pukul 10 dan sepupunya itu telah pulang dari kantornya, ia bergegas untuk pulang karena memang tak ada yang ia kerjakan lagi di sana. mobil bugati keluaran terbaru telah terpakir bersebelahan dengan mobil keluaran perancis yang baru diantar tadi sore. Begitu masuk, ia tak mendapati pemandangan seseorang yang biasanya menyambutnya. Gin melirik jam di dinding, jam menunjukkan pukul 11 malam, tak heran jika wanita itu tengah tertidur sekarang. Gin hendak mengambil air saat pria itu mendapatkan makanan yang masih hangat di atas meja.


Gin tersenyum hangat membuka mangkuk yang di beri plastik warm itu agar masakan di dalamnya tetap enak di makan di suhu ruangan. Ia menyesap sup khas jepang itu sambil memasukkan sesuap nasi kemulutnya.


*


Setelah memasukkan piring dan mangkuk kotor itu ke mesin cuci dan menekan tombol otomatis- Gin beranjak kelantai dua. Ia berniat kekamarnya sampai melihat pintu kamar yang di yakini Gin di tempati oleh Henzie. Gin membuka pintu kamar nya dan menampilkan sosok Henzie yang bergelung di bawah selimutnya. Tampaknya wanita ini bukan tidak kuat dingin, ia hanya tidak bisa merasakan dinginnya AC- terbukti dari pakaian yang di gunakannya. Hanya tang top dan celana yang nyaman untuk tidur, kelihatannya wanita ini tak terlalu suka dengan hal yang di namakan piyama.


 


 


“ ugh.” lenguh Henzie.


Wanita itu tertidur seperti layaknya rumput bergoyang. Ia tahu ada yang aneh pada dirinya, namun lebih memilih untuk tetap mengikuti rasa kantuk yang menguasainya. Gin bahkan mendapati wanita itu membuka matanya namun terpejam lagi.


Gin tertawa kecil sebelum akhirnya mengelus kepala Henzie dan meninggalkan Henzie sendiri.

__ADS_1


Sebenarnya bukan tanpa alasan Gin tak membiarkan dirinya menyukai Henzie. Pekerjaannya sebagai Mafia membuatnya mau tak mau harus mengubur dalam- dalam yang namanya perasaan. Ia harus tega membuang perasaannya jika tak mau siapapun memanfaatkan perasaannya untuk menjatuhkan Gin dalam dunia bawahnya.


0o


__ADS_2