The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
bangkit dari kematian?


__ADS_3

“ Zen.” ucap Cherry kala suaminya tu melakukan Video Call dengannya.


“ tumben sekali kau terlihat senang seperti itu.” ungkap Zen.


“ ada yang ingin aku katakan padamu.” ucap Cherry.


“ begitukah? Kalau begitu aku juga ada yang akan kukatakan padamu.”


“ apa itu?” heran Cherry.


“ kau dulu.” pinta Zen.


“ tidak, kau dulu.” ucap Cherry.


” baiklah, aku harap kau tak pingsang karna terlalu terkejut.” ucap Zen dengan wajah yang tak pernah luntur akan senyuman.


“ baiklah, kejutan apa itu?” ucap Cherry.


“ tadda!” ucap Zen menunjukkan sosok saudari Cherry.


“ Le..., Xia?” ucap Cherry tak percaya.


Ya, sosok yang di tunjukkan Zen adalah Lexia, saudari Cherry yang di sangka telah jatuh menuju jurang dan hilang.


“ ya, aku ke China karena mendapat kabar ada sosok yang memiliki ciri seperti Lexia di perairan China. Ia memiliki cerita seperti Zen a yang terjatuh ke jurang dan di temukan keluarga di perairan China. Ia sempat hilang ingatan dan akhirnya mengingat kembali kenangannya setelah melihat aku dan kamu di TV China saat meliput pernikahan Papa Chan dengan Yuan.” ucap Zen panjang lebar.


‘ bahkan setelah semua ini kau belum bisa melupakan saudariku, Zen?’ batin Cherry. Seketika senyum langsung hilang dari wajah Cherry.


“ sekarang, apa yang ingin kau katakan, Cherry?” heran Zen.


“ tak apa, aku hanya merindukanmu.” ucap Cherry menutupi soal kehamilannya.


“ aku memang dengar jika kalian sudah menikah, aku tak menyangka jika hanya di tinggal suamimu beberapa waktu kau akan langsung merindukannya.” ucap Lexia.

__ADS_1


“ sayang sekali aku masih harus menemani Lexia di sini karena ia masih membutuhkan waktu untuk pemulihan, aku juga ingin mengajaknya ke rumahnya yang lama, kau tidak apa kan aku tinggal?” tanya Zen. Cherry hanya tersenyum, meski hatinya sakit saat ini.


Namun ia menyembunyikan perasaannya. Cherry tahu jika suaminya menyukai saudarinya. Dan ia sadar, cepat atau lambat zen pasti akan kembali menyukai Lexia.


Setelah Zen memutuskan panggilan Video nya. Cherry hanya menatap layar handphone nya yang telah mati sedari tadi.


‘ bukankah harusnya aku bahagia? Aku hamil dan sekarang saudariku ternyata masih hidup?’ batin Cherry, entah mengapa, air mata malah keluar dari pelupuk mata Cherry.


"syukurlah, Zen. Wanita yang kau sukai akhirnya kembali ke dalam pelukanmu.” ucap Cherry bermonoloq.


' dan setelah ini aku akan kembali sendiri. Setelah saudariku kembali- aku tahu itu akan terjadi. sekali lagi akulah yang harus mengalah.'


‘ maafkan, mama nak. Mama bukannya ingin menutupi kehadiranmu dari papa mu. Namun sekarang papa mu sedang bahagia karena wanita yang di cintainya akhirnya kembali dan mama tak ingin menghancurkan kebagiaan papamu. Karena kebahagiaan papamu bukanlah mama.’ batin Cherry mengelus perutnya yang masih rata. Ia tak ingin dengan kehadiran anaknya kelak akan membuat Zen tak bisa bersama dengan wanita yang di cintainya.


Namun lamun Cherry seketika buyar kala suara ringtone terdengar kembali.


‘ Rick? Untuk apa dia menelponku?’ batin Cherry melihat siapa yang menelponnya.


” hallo?” sapa Cherry.


“ ya, ada apa, Rick.” heran Cherry.


'Apa yang aku dengar ini benar? Kau hamil?' Heran Rick.


" ya." jawab Cherry jujur.


'Apa kau sudah mengatakan pada suamimu?' Heran Rick.


"Belum, ia sedang ada di China sekarang. Apakah anda menelponku karena ingin bertanya soal itu?" Heran Cherry.


'Aku ingin bertanya soalmu.' Ucap Rick.


"Apa? Aku?" heran Cherry.

__ADS_1


'Ya, dulu- aku pernah mengatakan bukan? Jika kehamilanmu akan membuat membuat Resiko tersendiri untuk tubuhmu, antara keguguran atau tubuhmu yang melemah.' Ungkap Rick.


'Apakah keputusanmu ini sudah tepat?' Lanjut Rick.


"Maksud anda? Anda ingin saya mempertahankan bayi ini atau merelakannya." ucap Cherry yang tahu maksud dati Rick.


'Ya.'


"Aku ingin mempertahankan bayi ini." Ucap Cherry yakin.


'Apa kau yakin?' ulang Rick.


"Ya. Bayi ini adalah satu- satunya yang aku miliki." Ucap Cherry pelan.


'Ya?' Heran Rick.


"Bukan apa- apa." Ucap Cherry menghapus air matanya yang tiba- tiba mengalir.


"Bisakah kau tak mengatakannya pada siapapun, termasuk saudara jauhmu atau sis Zena?" pinta Cherry.


'Ap..Apa? Kenapa?' heran Rick.


"Aku ingin memberi Zen kejutan. Biarkan aku yang memberitahu suamiku." Ucap Cherry sebagai alasan.


'Errm.., baiklah, terserah padamu.' Ucap Rick.


Setelahnya sekali lagi Cherry hanya terdiam sambil mengelus perutnya, entah apa yang di pikirkan wanita itu.


💜💜💜💜


habis ini akan ada konflik dimana Zen mengetahui siapa Lexia sesungguhnya.


tapi itu masih jauh..... banget sabar ajh ya

__ADS_1


tetap stay trus.


soalnya kalo ga ada konflik bukan cerita soal mafia namanya😊😊😊


__ADS_2