
ngomong- ngomong..., kemana Zena? Ia yang memberi tahuku soal pernikahan papa Chan dan Yuan, kenapa aku malah tak melihat batang hidung nya disini?” tanya Zen.
“ aku dengar tiba- tiba Zena merasakan kontraksi palsu. Sekarang ia sedang menginap di rumah sakit untuk berjaga- jaga jika bayinya lahir lebih cepat dari HPL.” ucap Arie Lie A.
Mendengarnya sekali lagi Cherry hanya terdiam. Ini mengingat pada dirinya sendiri jika dirinya tak bisa memiliki anak- sebanyak apapun seorang Zen atau lelaki manapun membuahi nya.
Cherry lalu menatap suaminya yang asyik berbincang dengan kedua orang tuanya. Meski suaminya sudah berperilaku lebih baik kepada Cherry, namun itu tak memberi kemungkinan jika suami nya mulai mencintainya. Cherry yakin jika suami nya hanya merasa bersalah padanya. Karena yang Cherry tahu Zen mencintai saudari nya. Dan mengingat hal itu, membuat rasa sesak kembali memenuhi hati Cherry.
Cherry tahu, seberapa besar wanita itu berusaha membuat Zen mencintai nya, hati Zen selama nya hanya akan tertuju pada saudarinya itu. Terbukti dari Zen yang selalu mengingat Lexia meski saudarinya itu telah lama di nyatakan tiada akibat kecelakaan maut yang menimpanya.
Melihat perubahan mimik wajah istrinya- Zen hanya bisa menggenggam tangan Cherry dan berkata;
“ kenapa wajahmu kusut begitu”
“ tidak.” ucap Cherry sambil menggelengkan kepalanya.
“ ini adalah hari bahagia, Cherry. Jangan berwajah khusust begitu dan mari nikmati pesta papa Chan.” ucap Zen merangkul pinggang istrinya.
Cherry tahu, Zen melakukan hal hanya karena berusaha menerima Cherry. Biar bagaimana pun, sekarang Cherry dan Zen adalah suami istri.
‘ setidaknya, meski aku tahu hatimu bukan untukku, bolehkah aku menikmati perilaku manis mu?’ batin Cherry yang tersenyum dan mengangguk akan kata- kata Zen.
__ADS_1
🌸🌸🌸
Brak!! suara pintu di buka dengan keras.
Hal itu di sebabkan Cherry yang kesusahan membuka pintu rumahnya karena suaminya tengah mabuk setelah pesta arak di pesta Yuan dan Chan. Dengan sebelah tangannya, ia membopong suaminya dan satu tangan lagi ia gunakan untuk membuka pintu.
Dan hal itu membuat tubuh Zen limbung hingga akhirnya tubuh Cherry tertabrak dinding bersamaan dengan pintu. Wanita itu mendudukkan suaminya untuk membuka sepatunya sebelum akhirnya meletakkan suaminya di kamarnya.
Sebenarnya Chan juga Yuan sudah meyakinkan Zen agar menginap saja setelah pesta usai.
Namun mengingat jika Zena dan Gin tak bisa datang juga Arie Lie A yang memutuskan pulang karena tangan Giant sudah menggerayani tubuh istrinya dengan nakalnya- membuat Zen memutuskan untuk langsung pulang ke jepang malam itu juga.
Setelah meletakkan suaminya di kasur pria itu, Cherry langsung menuju kamar mandi Zen dan mengambil sebaskom air hangat untuk membilas tubuh suaminya. Tak perlu waktu lama bagi Cherry membasuh tubuh suaminya.
Setelah Cherry mengganti baju Zen dan menyelimutinya, wanita itu lalu mengembalkan baskom dan handuk tersebut ke kamar mandi Zen. Setelahnya, Cherry berniat kembali kekamarnya namun wanita itu melihat jika selimut suaminya tersingkap. Dengan telaten, Cherry membenarkan selimut Zen dan pria itu melihat jika Cherry hendak meninggalkannya.
“ kau mau kemana?” tanya Zen. Menangkap tangan Cherry ketika wanita itu hendak berlalu dari kamar suaminya.
“ kembali kekamar, Zen.” jawa Cherry.
“ tidurlah disini.”
__ADS_1
“ ha?” heran Cherry.
” tidurlah di kasurku! Lihatlah, kasurku masih banyak ruang kosong untuk kau tempati.” ucap Zen mengelus sisi kasur di sebelahnya.
“ ta.., tapi.” ucap Cherry menggantung.
Zen yang melihat reaksi penlakan Cherry lalu menarik Cherry dan mengukungnya.
“ apa mau kupaksa dulu agar kau tertidur seperti kemarin” goda Zen. Cherry hanya terdiam, tampak jika wajahnya yang memerah. Zen hanya tersenyum kemudian berbisik.
‘ aku akan pelan- pelan jika masih sakit.’
Mendengarnya, Chery hanya tersenyum, meski tahu jika Zen belum mencintainya, setidaknya Cherry ingin menikmati perlakuan lembut suaminya.
🍂🍂🍂
Namun siapa yang menyangka jika kebahagiaan Cherry hanya sebentar? Lantaran saudari perempuannya yang di sangka telah meninggal ternyata masih hidup. Siapa yang menyangka jika saudari yang di sangka telah meninggal hadir kembali ke tengah- tengah mereka dengan cerita yang sama persis dengan yang di alami Zena yang hilang di laut lepas dan kembali dalam keadaan sehat bugar di hadapan Cherry.
Dan kedatangan Lexia kembali ketengah- tengah mereka seolah menghancurkan harapan Cherry untuk bisa merasakan cinta suaminya.
0o0
__ADS_1
...ada yang bilang langit yang cerah adalah tanda akan adanya badai....