The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
your is my wife


__ADS_3

Zena mengerjapkan matanya, kepalanya terasa berat dan tenggorokannya terasa kering.


‘ ini… dimana?’ batin Zena karena ia sedang tidur bukan di kamar apartemennya. Ia melangkah kan kakinya keluar kamar, di lihatnya jika ia berada di mansion Gin.


“ Zen?” panggil Zena. Ia membuka seluruh kamar dan tak menemukan sosok Zen. Dan saat akan membuka kamar tepat di seberang kamar Zena tempati tadi, ia teringat jika tenggorokannya terasa kering. Ia ingin beranjak mencari Gin dan meminta minum, baru mau sampai di lantai satu, ia melihat jika di antara lantai satu dan dua ada ruangan yang terbuka. Di intipnya sekilas ruangan yang tampak seperti bar mini itu.


“ Tuan Gin?” ucap Zena melihat sosok Gin sedang meringkuk dengan punggung gemetar. Apakah ia menangis? Batin Zena.


“ Henzie, aku merindukanmu.” ucap Gin sayup- sayup di telinga Zena.


“ tuan, anda tak apa- apa?” ucap Zena menggoyangkan badan Gin.


“ Henzie? Kaukah itu?” ucap Gin meracu setelah melihat sosok Zena yang berusaha membangunkannya.


“ tu.., tuan saya Zen a.” ucap Zena yang terkejut karena Gin menyebutnya Henzie.

__ADS_1


“ tidak! Kau itu Henzie! Istriku!” rancu Gin merangkul pinggang Zena.


“ Tu.. tuan!” ucap Zena berusaha berontak.


“ kau tahu? Aku begitu merindukanmu. Kenapa setelah aku menyadari jika aku mencintaimu kau malah pergi menghilang?” ucap Gin memeluk Zena erat. Tampak tubuhnya gemetar, Zena yakin jika Gin tengah menangis di dalam pelukannya sekarang.


“ Tuan.” ucap Zena meragu.


“ diam! Panggil namaku! Aku ini suami mu, bukan tuan mu!” ucap Gin. Awalnya tampak Zena berontak, namun kekuatan Zena tak ada bandingnya dengan Gin, bahkan tak susah menuntun Zena kembali ke kamarnya di lantai dua.


Setelah tubuh Zena terbaring di kasur Gin, pria itu langsung menindih tubuh mungil Zena tanpa melepas ciuman mereka.


“ Tuan, hentikan! Sa… saya masih bersuami!” ucap Zena masih berusaha meronta.


“ ya dan suami mu itu aku!” ucap Gin merobek mini dress Zena. Di tatapnya tubuh Zena. Berulang kali Gin kesusahan meneguk salivanya sebelum mencium kembali Zena.

__ADS_1


Tanpa Zena sadari Gin telah membuka seluruh sisa kain di tubuhnya dan hendak berisap menyatukan miliknya dan milik Zena.


“ tuan! Hentikan! Saya masih memiliki sua..!” pekik Zena terhenti saat Gin telah berhasil memasuki miliknya.


Rasa nya seperti mimpi, akhirnya Gin bisa menikmati kehangatan milik istrinya. Berulang kali Gin hanya bisa membayangkan menikmati istrinya tanpa bisa menyentuhnya dan akhirnya malam ini ia bisa merasakan milik istrinya yang begitu di damba nya. rasanya bahkan berkali- kali lebih nikmat dari apa yang di bayangkannya. milik Zena seolah mencengkram milik Gin dan memberi rasa nikmat tersendiri bagi Gin. Ini bukan pertama kali bagi Gin tapi seolah milik Zena bisa membuat Gin ingin lagi dan lagi.


Entah sejak kapan rintihan Zena berganti menjadi desahan. Permainan Gin membuatnya lupa dengan apa yang di resahkannya dan melambung nikmat akan hentakan- hentakan permainan Gin. Entah berapa kali Zena mendapatkan puncaknya namun tak terlihat jika Gin akan mendapatkan pelepasannya. Tubuh istrinya yang begitu ia damba membuatnya tak ingin mengakhiri malam dengan cepat.


0o0


hai! hai! hai!


lama tak berjumpa!


dengan penulis amatir disini.

__ADS_1


tak lelah penulis amatir meminta untuk meninggalkan jejak ya ^_^


__ADS_2