
Akhirnya yang di tunggu tiba, setelah mencari tahu tentang pria yang menjadi incaran nya ini, kini Claudia sedang berada di depan kantor tempat pria yang jadi incarannya ini bekerja. Claudia semakin mengembangkan senyumnya saat tahu Gin ternyata seorang direktur utama. Dan masa di mana ia akan bebas mengeluarkan uang akan datang lagi.
Memang tak ada yang mudah di awal, ia tentu akan di hadang di resepsionist karena dia tak memiliki janji atau hubungan dengan orang di perusahaan ini. Apa lagi perusahaan mereka tidak mau di sogok dengan uang yang di keluarkan Claudia. Namun beruntung Claudia dapat mengingat nama Gin dan mengancam jika mereka tak memperbolehkan ia masuk ia akan meminta Gin memecat mereka.
Akhirnya dengan menggunakan lift VIP yang di khususkan untuk para direktur juga pimpinan direksi Claudia sampai juga di ruangan Gin. Beruntung tidak ada siapa- siapa karena saat itu Lucas sang asisten sedang ada urusan di luar menggantikan Gin karena Henzie sedang berkunjung kekantor Gin, sehingga Claudia berpikir bisa melaksanakan aksi merayunya.
“ apa- apaan kau? Kau ini siapa?” ungkap Gin.
Namun hanya reaksi penolakan yang di dapat Claudia.
“ oh, ayolah, kau lupa malam panas kita, darly? Aku Claudia.” ungkap Claudia berusaha merayu Gin dengan mini dress tanpa lengan yang menampilkan dada silikonnya.
“ huh? Panas? Panas apa yang kau maksud? Kau hanya meraba ku juga memberi tanda menjijikkan di seluruh leherku seolah aku orang dengan penyakit kulit.” ungkap Gin sarkas.
__ADS_1
‘sial.’ batin Claudia, ia tak menyangka jika Gin ingat jika tak ada yang terjadi diantara mereka. Lalu mengapa ia memanggilku bae? Batin Claudia.
“ ayolah darly, jika saat itu kita tak melakukan malam yang panas kita bisa membuat malam ini jadi panas.” ucap Claudia memaksa, bahkan dia sengaja bergelanyut manja di lengan kokoh Gin agar pria itu merasakan dada siliconnya.
“ huh!” ucap Gin mengibaskan tangannya dengan kasar agar terlepas dari Claudia. Membuat Claudia terduduk dengan keras di lantai.
“ nona CLAUDIA, asal kau tahu saja aku tak tertarik pada dada PALSU itu.” ungkap Gin yang tahu jika dada Claudia itu palsu. Mendengarnya membuat Claudia malu sendiri, bagaimana bisa pria yang bahkan tak pernah menyentuhnya itu tahu jika dada nya itu hasil suntik silicon?
“ kemari dan usir wanita ini, jangan sampai wajahnya hadir di kantor ini lagi.” ucap Gin setelah memencet sebuah tombol intercom di meja nya. Tak butuh waktu lama muncul 2 orang yang lebih terkesan bodyguard dari pada security yang tadi berjaga di depan gedung ini.
“ le…, lepas…. Gin! Tunggu saja aku akan membalas perlakuan mu kepadaku.” ungkap Claudia tak terima ia diseret keluar di tambah mendapatkan penghinaan sedemikian rupa.
Setelah sosok perempuan dengan kekurangan bahan itu tak tampak lagi di kantornya, ia melirik jam tangannya, jam menunjukkan pukul 5, ini saat nya pulang dan membangunkan istri kecil nya.
__ADS_1
Di putarnya lemari kecil yang terdapat kamar di dalamnya. Di lihatnya istri kecilnya sedang meringkuk dengan laptop yang masih menyala di sebelahnya. Di lihatnya laptop dengan design yang belum rampung di garap Henzie. Sebuah design yang sangat detail bahkan setiap ukiran di perhatikan detail oleh istrinya. Ia tak menyangka jika Henzie memang sangat berbakat.
Setelah menyimpan design itu, Gin mematikan laptop istrinya baru kemudian berniat membangunkan istrinya. Gin melihat jika ada air mata menggenang di sudut mata Henzie. Pasti istri kecil nya ini melihat Claudia datang dan merayu dirinya. Diambilnya nafas kasar dan di hembuskannya pelan. Tanpa sadar ia telah melukai istrinya.
‘ maaf.’ batin Gin. Tangannya mengulur untuk mengelus rambut panjang Henzie.
“ Henzie, bangunlah.” panggil Gin. Di lihatnya Henzie mulai bergerak.
“ Henzie ayo kita pulang.” ucap Gin mengelus rambut Henzie dengan lembut. Tampak Henzie mengerjapkan matanya sebelum mengolet kecil.
“ hem.” jawab Henzie mengucek matanya pelan, berharap make up nya tidak luntur karena kucekannya.
Setelahnya mereka pulang dalam keadaan hening, Gin pun tak berniat memberi tahu kebenarannya dan membuat Henzie semakin berharap padanya.
__ADS_1