
Memikirkan hal itu entah mengapa membuatku kesal, ditambah dengan alcohol, kurasa aku telah mematahkan kebanggaan para pria yang hendak menggodaku ketika pesta pengalihan nama dari perusahaan Z menjadi Shengli Group.
Jika kalian bertanya bagaimana aku bisa beladiri; selama bertahun- tahun merasakan kerasnya hidup di daratan china membuat tubuhku secara otomatis mempelajari apa yang kulalui. Sebagian dari melihat anak- anak yang belajar beladiri. Mungkin ayah kandungku dulu juga seorang yang pandai beladiri, sehingga seolah beladiri sudah menjadi darah dagingku dan membuatku dengan gampangnya mempelajari beladiri China tersebut.
“ ada apa ini” tanya sebuah suara yang kukenal. Dan ternyata itu direktur Chan.
“ dia menendang saya, tuan.” ucap pria yang berusaha melecehkanku.
‘ sial, pria ini bukan hanya sok berkuasa namun juga pengadu.’ batinku kesal. Ingin rasanya aku mematahkan kaki dan lengannya, agar tak bisa lagi sok berkuasa dan menjilat di waktu yang bersamaan.
“ benarkah itu?” tanya direktur Chan melihatku.
‘ sial! Apa ia lebih percaya pada pria sok berkuasa itu?’ batinku gugup.
“ ta..., tapi tuan, ia yang berusaha melecehkan saya.” ucapku berusaha jujur. Karena memang itu yang terjadi. Sesungguhnya pria itu bahkan bertanya berapa hargaku setiap malam nya.
“ jadi...., benarkah itu nona Yuan?” tanya direktur Chan.
‘ sial! Dia lebih percaya pada pria sok berkuasa itu? Aku pikir ia berbeda!” batinku hampir saja menampar pipi direktur Chan, namun ternyata ia malah mengatakan;
” jadi, tuan Ming boleh saya bertanya sekali lagi apa benar seketaris pribadi saya menggoda anda?” ternyata dia membelaku. Setelahnya para pria itu meninggalkanku dan berpura- pura jika istrinya menenlpone.
Pandanganku pada pria ini berubah, dia bukan hanya baby Face karena awet muda, tampan, namun juga baik. Dia juga humoris, dia sengaja berpura- pura, menipuku agar orang- orang tadi tertipu sebelum akhirnya memberi serangan kejutan. Aku jadi penasaran; mengapa mantan istrinya bisa tidak menyukai direktur Chan.
Tapi jika mantan istrinya bisa menyukai direktur Chan- lalu bagaimana denganku? Tunggu! Apa yang kupikirkan? Aku dengan direktur Chan bahkan terpaut 15 tahun.
__ADS_1
“ sebagai gantinya temani aku minum.” ucapan pria itu entah mengapa membuatku lupa akan gelisahku dan membuatku berdebar- senang. Aku bisa menemani pria itu- berdua, meluahkan waktu dan perasaan. Kurasa aku membutuhkan alcohol untuk mengurangi rasa gugupku.
Dan sialnya karena alcohol- aku jadi melantur. Ia membicarakan mantan istrinya dan itu membuatku kesal. Aku menatap ke arah mata sendu pria itu. Tampak terlihat jika pria itu memang sunguh- sungguh mencintai mantan istrinya.
Pria itu mencintai mantan istrinya meski ia menderita. Seandainya, seandainya aku ada di posisi mantan istrinya- tentu aku akan lebih memilih mencintai direktur Chan, ia adalah pria yang sunguh- sungguh rela pasangannya bahagia. Seandainya aku adalah istri dari direktur Chan- apakah ia juga akan mencintaiku?
Tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat dan hari sudah menjadi sangat gelap. Di saat direktur Chan menawarkan memberi tumpangan sekali lagi aku aku merasa dadaku berdebar begitu cepat. Dan di saat aku keluar lift entah bagaimana terlintas sebuah pertanyaan; mengapa direktur Chan bisa mengetahui jika pria yang di cintai mantan istrinya adalah orang jepang? Bukankah ada kemungkinan mereka baru saja bertemu dan mengaku jika mereka adalah sepasang kekasih yang sudah lama terpisahkan.
Namun ternyata tanpa sadar apa yang kupikirkan sekali lagi terucap. Sial! Ini kebiasaan burukku dan alcohol membuatku tak bisa mem filter kata- kataku.
Sampai aku mendengar jika ia tak pernah mencumbu mantan istrinya. Entah mengapa aku begitu senang- namun entah mengapa aku malah mengujinya dengan mengatakan jika ia tidak mampu.
Da sialnya- kata- kata itu dapat terdengar di telinga pria itu.
‘ tidak! Apakah ia akan mencekikik ku?’ batinku gugup. Aku melihat ia menatap kearahku dengan amarah dan mata yang seolah bisa mengeluarkan kilat, tangannya bahkan mengepal kuat.
Namun dugaanku salah, ia memutar kembali kemudi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“ aku mau menunjukkan apakah aku masih mampu atau tidak!” ucapan pria itu membuatku takut. Bagaimana tidak jangankan bermain cinta kekasih saja aku tidak punya.
Aku memang penasaran akan rasanya,namun aku tidak ingin merasakannya dalam keadaan seperti ini. Ini sama saja seperti di perkosa!
Aku pikir aku akan di paksa namun aku salah, pria itu menciumku dengan sangat lembut. Atau mungkin sebenarnya ia menikmati bibirku dengan rakus, namun pengaruh alcohol juga karena ingin merasakan sentuhan seorang pria membuatku terbuai akan permainan bibirnya.
“ hen... hentikan.” meski begitu aku berusaha menghentikan aksi pria itu. Aku tak ingin direktur menyesal karena telah melakukan dengan seorang wanita yang jauh lebih muda darinya. Aku juga tak ingin merealisasikan perkataan orang- orang yang mengatakan aku berada di posisi ini karena tidur dengan direktur Chan.
__ADS_1
Namun pertahanan ku sirna kala bibir lembutnya menjamah setiap kulitku. Aku tak pernah merasakan perasaan aneh ini sebelumnya dan aku merasa lemas seketika saat bibir lembutnya menyentuh kulitku.
Tanpa sadar aku telah di tidurkan di kasur dalam sebuah kamar. Sementara aku mengumpulkan kesadaranku untuk mencari tahu kita berada dimana- tanpa aku sadari pria itu telah membuka pakaian atasnya dan menampilkan dada bidang dengan keenam otot di perutnya.
Sekali lagi tubuhku terasa melemas kala bibir itu menjamah kembali bibir dan menjamah setiap kulitku hingga tanpa sadar aku dan pria itu telah kehilangan semua kain di tubuh kita. Tubuhku menegang kala melihat otot kelelakian pria itu yang tengah siap memasukiku. Aku sedikit takut namun aku juga penasaran akan rasa dan permainan direktur Chan. Yang seharusnya menolak malah menerima tubuh pria itu dalam pelukan.
Entah karena gairah yang tak pernah di tuntaskan atau karena pengaruh alcohol hingga pekikanku seolah tak terdengar di telinga pria itu. Padahal sedari tadi omelanku dan segala kata- kataku yang mengujinya dapat ia dengar bahkan yang terpelan pun dapat ia dengar.
Ini kali pertama aku merasakan bermain cinta namun aku mengakui jika pria ini sangat pandai dalam memuaskan tubuhku. Aku bahkan tak merasa menderita dan hanya merasa nikmat akan segala permaianannya dan permainan bibirnya.
Seolah umur tak menyurutkan setamina pria itu. Jika tak mengetahui jika umurnya hampir menginjak kepala 5 mungkin aku akan mengira jika pria yang kini tengah mencumbuku ini hanya berbeda beberapa tahun saja denganku.
Entah berapa kali aku mendapatkan pelepasanku namun tampak tenaga pria itu tak juga surut. Aku sudah lelah namun rasa nikmat ini membuatku selalu ingin terjaga dan selalu senantiasa menikmatinya. Hingga tampak pria itu mulai menegang dan menghentakkan miliknya dengan keras. Namun entah mengapa itu malah membuatku merasa semakin nikmat hingga ia melenguh panjang dan aku merasa ada sesuatu yang panas memenuhi tubuhku.
Aku kelelahan dan aku ingin mandi. Aku ingin melepas dan menghapus semua keringat yang mengotori tubuhku. Namun tubuhku seolah tak bertulang dan terasa sangat lemas juga lemah- tanpa sadar aku telah tertidur di samping sang direktur perusahaanku.
0o0
pov yuan berakhir ya
yuk dukung karya author yg lain
like dan lovenya jg lupa ya 😊
😘 see you next time
__ADS_1