The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Yuan


__ADS_3

Yuan tak percaya jika ia akan langsung bekerja, lebih tak percaya lagi jika ia akan langsung di tempatkan menjadi seketaris pribadi Chan. Tampak terlihat jika wanita yang sebelumnya menjabat menjadi seketaris pribadi direktur itu melewati Yuan. Dapat Yuan dengar dengan jelas jika sumpah serapah keluar dari wanita yang umurnya masih lebih muda dari Yuan itu.


“Anu..,” ucap Yuan ragu.


“ ya?” tanya Chan menamati berkas laporan di meja nya.


“Kalau bleh saya tahu mengapa saya langsung anda pekerjakan menjadi seketris pribadi anda? Anda sudah memiliki seketaris pribadi sebelumnya.” ucap Yuan takut- takut.


“ tak ada yang istimewa, kurasa karena kau berbakat.” ucap Chan setelah berpikir.


“ ta...tapi.., ini adalah pengalaman saya dalam mencari kerja, bahkan saya hanya lulusan sekolah menengah atas, saya pikir saya akan memulai karir saya sebagai tenaga marketing atau karyawan biasa.” ungkap Yuan, karen begitulah apa yang ia tulis di surat lamaran pekerjaan yang ia tulis.


“Sudah aku bilang kau itu berbakat, kau memang mengatakan baru pertama terjun ke dalam dunia pencari kerja, namun kau sudah dapat mencermati perusahaan yang akan kau masuki hingga sejauh itu. Bagaimana mungkin aku menyia- nyiakan orang yang berbakat dan mempertahankan orang yang hanya bisa melakukan sumpah serapah.” ungkap Chan.


“ anda mendengarnya?” heran Yuan.


“ hampir setiap hari ia mengucapkan sumpah serapah, apa lagi ketika wanita itu kesal- segala jenis binatang akan keluar dari mulutnya.” ucap Chan.


“Dan soal title,perusahaan ku memang tak pernah memandang seperti itu, bahkan banyak juga orang yang title nya lebih dari kamu hanya sanggup menjadi tenaga keamanan.” lanjut Chan.


“Benarkah?” tanya Yuan tak percaya.


“Ya, sudahlah, kita hentikan sesi curhat ini dan kita mulai bekerja. Aku sendiri yang akan mengajarimu. Ini adalah contoh berkas yang akan kau tangani, kau lihat? Ini adalah pekerjaan dari seketaris yang tadi melewati mu, ia terlalu banyak menunda hingga berkas menumpuk dan menggunung seperti ini. Yang ia lakukan hanya menggerutu dan bersumpah serapah.” ucap Chan, Yuan hanya menatap tumpukan berkas yang di perlihatkan Chan.


‘ sekarang aku tahu mengapa direktur itu meberhentikan wanita itu. Wanita itu hanya mengandalkan dandanan nya yang tebal, ya?’ batin Yuan meneguk saliva nya membayangkan selelah apa- menyelesaikan tugas yang di tinggalkan seketaris sebelumnya.


“Kenapa anda menerima seketaris seperti nya?” ucap Yuan akhirnya.

__ADS_1


“Itu keputusan HRD, aku tak tahu menahu soal pengangkatan karyawan, beruntung aku melihat berlian berharga seperti mu.” ucap Chan.


‘”jadi itu sebabnya, HRD itu tampak tak terima aku langsung bekerja menjadi seketaris?” batin Yuan.


“ ya, seperti yang kau tebak. Wanita muda tadi pasti bermain belakang dengan HRD selama ini!” ungkap Chan.


‘ lagi pula aku selalu melihat mereka sekedar pulang bersama atau ngopi darat. Setelah berhenti dari perusahaan Z, kurasa wanita itu akan kembali berpangku tangan pada HRD.’ batin Chan.


Memang, selama ini yang mengurusi perusahaan Z adalah para tetua pemegang saham. Tak ada yang tahu, jika selama ini mendiang ayah dari Arie Lie A lebih seperti boneka yang di kendalikan para tetua itu. Di permukaan terlihat jika penguasanya adalah mendiang papa mertua tapi entah bagaimana uang selalu mengalir ke para tetua kotor itu.


‘ kurasa aku harus merombak ulang tatanan para pekerja. Agar para pekerja kotor itu tak lagi ikut andil dalam perusahaan Z dan terus menerus menghasilkan uang kotor dari mereka yang langsung ingin masuk ke perusahaan Z dengan cara yang instant.’ Batin Chan melihat daftar para pekerja.


***


Tentu saja kata tak setuju datang dari para tetua itu, takkan mudah bagi Chan yang hanya berasal dari orang biasa- untuk meyakinkan para orang tua bau tanah itu. Tapi raut wajah yang tampak pucat pasi seolah menghiasi di ruangan para pemegang saham- setelah melihat siapa pemegang saham yang ada di pihak Chan.


*


“Aku berterima kasih karena kau mau repot- repot datang kemari.” ungkap Chan setelah mengurus keputusan pemegang saham.


“Tak apa. Aku sendiri juga sudah sangat kesal akan kelakuan para tetua kotor itu yang menganggap dengan uang kita bisa melakukan segalanya bahkan hal kotor sekalipun.” geram Zie- Zie.


“ ngomong- ngomong, kau terlihat sedikit lebih segar, apa kau mulai merelakan Arie Lie A?” ucap Zie- Zie menggoda.


“ Tentu saja tidak, biar bagaimana pun ia adalah cinta pertama ku.” ucap Chan menjauhkan tubuh Zie- Zie.


“Begitu? Aku harap kau segera menemukan kebahagiaanmu.” ucap Zie- Zie tulus.

__ADS_1


“Terima kasih, ngomong- ngomong bagaimana keadaan Zen a? maaf aku memilih tak menghadiri pernikahan kedua nya.” ucap Chan.


“Ia baik, dan kau tahu?” ucap Zie- Zie menggantung.


“Apa?” heran Chan


“Zena hamil.”


“Benarkah? “ ucap Chan begitu terkejut.


“Ya, tepat setelah Zena melangsungkan pernikahan kedua nya, ia merasa mual dan lemas, siapa yang menyangka jika ia akan segera hamil, secepat itu. “


“Aku turut senang mendengarnya.”


“Baiklah, aku kembali ke rumah suami ku, kuharap kau segera menemukan tambatan hati yang dapat menutupi luka mu”


“oh, iya. Sehubung merombak pegawai, boleh kau menyampaikan pada Gin untuk menelisik para pegawai di sini? Aku dengar ia seorang psychology, aku ingin ia menelisik orang- orang yang jujur dan bermain kotor- sebelum merombak para pekerja di sini.” ucap Chan.


“ oke, aku akan sampaikan, sebentar lagi ia akan menghubungi mu.” ucap Zie- Zie meninggalkan Chan.


0o0


hai! hai! hai!


penulis amatir disini


cuma mau ngetin buat selalu dukung karya author ya

__ADS_1


ninggalin jejak juga like dan love


__ADS_2