The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
S2 Alicia


__ADS_3

“ nona Alicia, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.” sampai suara asisten Alicia membuyarkan lamun wanita itu.


“ apakah ia adalah pasienku?” tanya Alicia karena saat itu ia membelakangi pintu masuk sehingga tak tahu siapa yang berkunjung ke rumah prakteknya.


“ so.., Are you name is Alicia?” ucap sebuah suara yang membuat Alicia terjenggit kaget. Ia bahkan hampir menahan nafasnya karena hanya mendengar suara pria itu saja sudah membuat Alicia mengenang apa saja yang baru ia alami.


Alicia menarik nafasnya pelan dan menghembuskan nafasnya dengan berat, ia berusaha menggunakan topeng ‘baik- baik saja’ nya dan kemudian memutar kursinya untuk melihat apakah yang bertamu ke rumah prakteknya adalah pria yang telah mengambil secara paksa mahkota berharga nya.


“ ada apa tuan CEO hingga ke rumah praktek saya yang sederhana ini?” ucap Alicia dengan nada sopan.


Melihatnya Lucifer hanya menunjukkan smirk smile nya. Ia tahu jika Alicia hanya sedang berpura- pura sekarang.


“ tentu saja- saya kemari karena memiliki urusan dengan anda, nona Alicia.” ucap Lucifer menangkup dagup Alicia agar menatapnya.


“ tuan!” geram Alicia menampar tangan Lucifer.


“ saya sudah katakan berkali- kali jika saya tak ada kaitannya dengan penangkapan adik anda.”

__ADS_1


“ bukankah selain urusan tentang adik kesayanganku, anda masih ada urusan lain? Misal....;


soal kemeja ku yang diam- diam anda ambil?” ucap Lucifer menampilkan smirk smile nya. Mendengarnya membuat Alicia menjadi kesal.


“ tuan..,” ucap Alicia megeluarkan nafas berat seolah berharap beban di hatinya ikut hilang bersamaan nafas yang di keluarkan.


“ jika anda tidak merusakkan baju saya menjadi serpihan kain- saya juga takkan mengambil kemeja anda, tuan Lucifer yang terhormat.” ucap Alicia penuh penekanan. Namun masih terdengar sopan.


Melihatnya Lucifer hanya menunjukkan smirk smile nya.


“ kemeja yang kau ambil tidak dapat di bandingkan dengan baju milikmu yang telah robek.” ungkap Lucifer.


Ia memang hanya asal mengambil tanpa melihat merk nya. Meski sesungguhnya, melihat isi dari wardrobe nya saja, sesungguhnya, Alicia tahu jika semua isi di dalam lemari itu berharga bisa sampa jutaan bahkan milyaran. Alicia sekali lagi menarik nafas kasar dan mengapit hidungnya sendiri.


“tuan, jika anda mau mengambil kembali kemeja anda, saya akan mengembalikannya sesudah mencucinya.” ucap Alicia.


‘ lagi pula, itu tidak kotor sama sekali, untung aku tidak jadi merobeknya- karena kesal.’ batin Alicia.

__ADS_1


Dari luar ia tampak tenang, meski memaki dari dalam hati.


“ aku sudah tak ingin kemejaku lagi, nona.” ucap Lucifer berjalan ke balik meja dimana Alicia duduk.


“ but..” ucap Lucifer mengangkat dagu Alcia agar menatapnya.


” i want you.” ucap pria itu langsung ******* bibir Alicia. Wanita itu tak memiliki persiapan sebelumnya sehingga tak siap untuk berontak, apa lagi ia tak memiliki tenaga lagi akibat tenaganya telah habis.


Sekali lagi, harga diri Alicia terkoyakkan


Dengan tatapan kebencian, Alicia hanya bisa menatap Lucifer yang kembali memakai kemejanya.


“ ruangan praktekmu ini terlalu kecil, nona Alicia. Mulai besok, kau harus membangun ruangan sendiri untuk kau beristirahat.” ucap Lucifer menyalakan sebatang Nicotine.


“ tuan..” ucap Alicia mulai pasrah.


“ saya ini hanya seorang psycholog, saya baru saja mendapatkan lisensi ini dan saya belum memiliki nama. Bagaimana bisa psycholog kecil seperti saya bisa membangun ruang pribadi sendiri.” ucap Alicia.

__ADS_1


‘ untuk membangun ruang pratek kecil ini saja aku sudah menghabiskan seluruh tabungan beasiswa ku.’ batin Alicia.


__ADS_2