The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
kedatangan Claudia 1


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 6 saat Henzie terbangun, rasanya kepala yang semula berat dan sakit menjadi lebih ringan, tubuhnya pun sudah merasa lebih baik meski masih terasa lemas. Di lihatnya suaminya yang masih tertidur pulas karena semalaman menjaga Henzie sekalius sesekali menganti kompres Henzie.


Henzie sedikit menggerakkan tubuhnya dan mengecup pipi suaminya yang sedikit berkeringat karena AC di kamar Henzie yang lebih hangat dari ruangan yang lain. Gin yang biasa merasakan suhu AC pasti tidak terbiasa dengan suhu ruangan Henzie yang lebih hangat dari ruangan lain.


Henzie beranjak turun dari kasurnya dan menuju dapur Mansion mereka untuk memasak sarapan untuk mereka berdua. Betapa terkejutnya Henzie melihat suasana dapur yang mengenaskan, tak heran jika hanya untuk semangkuk bubur dan sup miso membutuhkan waktu yang cukup lama. Memang peralatan makan bisa di cuci di mesin cuci piring otomatis namun kelihatannya penyedot debu di sini tidak bisa membersihkan uap dari bubur yang lembek dan lengket.


Di singsingkan nya lengan jaket yang di pakaikan Gin karena suhu tubuh Henzie yang lumayan tinggi kemarin- juga mengikat rambut nya tinggi. Setelah membesihkan meja yang penuh dengan bumbu dapur yang tak di kembalikan ke posisi semula, Henzie mulai menyiapkan bahan untuk memasak dan saat masakan hampir matang baru lah Henzie membereskan kekacauan yang di buat suaminya.


“ kenapa kau bangun?” sapa Gin yang keluar dengan muka bantalnya, sepertinya ia khawatir saat tiba- tiba terbangun dan melihat istrinya tidak di sampingnya.


“ aku sudah lebih baik, Gin. lagi pula aku lapar.” ucap Henzie tersenyum.


“ benarkah?” ucap Gin mencoba menyentuh dahi Henzie untuk memastikan suhu tubuh Henzie dengan menyatukan keningnya. Karena rasa malu berdekatan dengan Gin sedekat ini, Henzie memalingkan wajahnya melihat bawah. Namun apa yang di lihatnya membuat Henzie semakin salah tingkah. Bagaimana tidak, tubuh bagian bawah suaminya tengah menegang sempurna. Mungkin karena reaksi alami para pria di pagi hari.


Di lihatnya istrinya bersemu merah karena memergoki tubuh bagian Gin mengeras sempurna hanya karena bersentuhan dengan Henzie membuat Gin mengecup bibir Henzie sekilas.


“ karena kau sudah sehat kurasa aku akan kembali kekantor.” ucap Gin hendak berlalu kekamarnya meninggalkan Henzie dengan sejuta degupan di dadanya.


*


Hari ini sungguh suasana direktur utama sedang baik. Terlihat dari senyum di wajah yang tak pernah luntur dari awal masuk sampai masuk keruangannya. Kelihatannya istrinya yang sehat kembali dan kembali bisa Gin jahili membawa mood baik untuk sang presdir utama Perusahaan. Tentu ini membuat bingung Lucas selaku asisten Gin yang selalu menangani perusahaan sekaligus mendampingi Gin di perusahaan.

__ADS_1


“ tuan tidak apa- apa?” heran Lucas.


“ apa maksudmu? Apa aku terlihat kenapa- napa?” heran Gin akan maksud asisten pribadinya.


“ tidak biasanya hari ini senyum anda tak pernah luntur, anda bahkan tak pernah tersenyum selebar ini meski memenangkan tender besar.” ungkap Lucas.


“ tidak apa- apa, istriku hanya sudah kembali sehat.” ucap Gin.


‘ rupanya anda sudah jadi budak cinta istri anda ya tanpa anda sadari, ya?’ batin Lucas, asisten sekaligus teman kecil Gin yang menemani Riu juga Gin dalam dunia bawah mereka.


‘Tapi siapa yang bisa menolak pesona nona muda? Manis. Senyumnya tulus, memang terlihat kikuk tapi dari rapat kemarin juga terlihat ternyata nona ternyata wanita yang berbakat. Jangan lupakan sifat polos dan lugu alami nya.’ Batin Lucas.


“ ha?” heran Gin.


“ anda tidak melihat data yang saya berikan soal nona Henzie? Hari ini dia ber ulang tahun.” ucap Lucas yang memang telah di serahi untuk menyelidiki asal usul Henzie sebenarnya.


“ ulang tahun?” heran Gin.


“ ya, meski bukan benar- benar tanggal lahir sebenarnya hanya tanggal dimana nona Henzie di temukan pertama kali di gereja Belanda karena Henzie di temukan memang saat masih bayi.” ungkap Lucas.


“ hadiah ulang tahun?” ucap Gin merenung, karena memang Henzie tidak seperti wanita kebanyakan, tidak suka memakai perhiasan. Bahkan satu- satunya perhiasan yang ia gunakan adalah kalung choker murah yang terbuat dari kain. Sangat awet menggunakan kosmetik karena tak pernah berlebihan dalam berdandan juga dalam hal parfum, apa lagi hidungnya sensitive dan tidak suka terlalu bebauan yang terlalu semerbak.

__ADS_1


Kening Gin sampai berkerut memikirkan hadiah apa untuk Henzie.


“ kau memiliki saran?” ucap Gin bingung.


“Bunga?” usul Lucas.


“ Henzie bukan wanita yang romantis, dari pada memberi bunga asli ia pasti lebih suka mendapatkan bunga plastik. Katanya; Bunga asli itu merepotkan. Jika layu akan mengotori mansion ku, bisa- bisa Mansionku seperti pemakaman yang penuh dengan bunga.” ucap Gin panjang lebar.


“ coklat?”


“ Henzie tidak suka manis.”


“ tas?”


“ dia bukan wanita yang suka hidup glamour?”


Lucas menjadi sedikit kesal pada atasannya satu ini, hampir semua yang ia sarankan selalu di tolak oleh Gin.


‘ tapi tunggu! Sejak kapan ia jadi sedekat itu dengan Istrinya? Kenapa ia jadi tahu kebiasaan istrinya?’ batin Lucas karena yang ia tahu Gin selalu bersikap dingin pada istri kecil nya itu.


yuk kasih jejak biar author tahu kalian pernah mampir😂

__ADS_1


__ADS_2