
“ kalian sudah kembali dari masa pengintaian kalian?” tanya Chan pada Gin dan Zena ketika telah sampai di rumah nya.
” sudah.” ucap Gin tertawa.
“ kenapa kau tampak senang?” tanya Chan.
“ tidak, ini kali pertama aku merasa kan jadi karyawan biasa, senang sekali rasanya melihat para karyawan yang merasa sok senior itu merasa syok akan kemampuan ku.” ucap Gin masih tak bisa menghentikan tawanya.
“ lalu bagaimana dengan Zena?” tanya Chan pada Gin karena Zena langsung beristirahat karena kelelahan. Semenjak hamil wanita itu memang sangat mudah lelah.
“ sewaktu ia menyamar jadi investor, ia di ganggu oleh para petinggi di perusahaan Z.” ucap Gin sedikit tersenyum kesal.
“ matamu terlihat marah, tapi kenapa kau tersenyum?” heran Chan.
“ tentu saja aku marah, mana ada suami yang suka jika istinya di goda pria tua hidung belang.” ucap Gin.
“ lalu?” heran Chan.
“ pria tua hidung belang itu hendak memaksa Zena.” ucap Gin.
__ADS_1
“ apa? Apa kau tahu siapa nama orang yang berniat melecehkan Zena?” geram Chan.
“ tidak perlu, papa tahu? Zena yang kesal langsung memeluntir pria tua itu hingga pria tua itu terpental membentur pria tua lainnya.” ucap gin tertawa.
“ benarkah? Lalu apa yang terjadi?” ucap Chan mulai tertarik.
“ kedua pria yang geram itu tentu saja berniat membalas, Zena yang kesal menarik sabuk pria pertama hingga pria itu sekali lagi jatuh menimpa pria tua kedua. Sekali lagi, pria tua pertama hendak membalas Zena, namun celana yang di pakai nya melorot karena sabuknya di ambil Zena, sekali lagi Zena menggunakan itu untuk menjegal pria itu dan sekali lagi menimpa pria ke dua. Pria kedua yang kesal akhirnya malah membantu Zena memukul pria tua pertama.” ucap Gin tertawa terbaha- bahak ketika mengingat nya.
“ kau harus menjaga Zena dengan hati- hati, kau tidak lupa jika ia hamil kan?” ucap Chan.
” tapi olahraga itu bagus bagi janin. Dan, jika papa bilang apa yang di lakukan Zena itu berbahaya tunggu sampai papa tahu ketika aunt Zie- Zie hamil Riu juga Erick. Saat itu, meski hamil- Aunt bahkan masih melakukan beladiri dan bisa salto, bahkan melakukan gerakan berputar menendang tembok. Uncle Lucky yang ketakutan jika terjadi apa- apa pada Aunt Zie- Zie- saat itu.” ucap Gin yang masih ingat betul saat Zie- Zie mengandung Riu juga Erick.
‘ oke, sekarang aku tahu apa maksud dari peraturan keluara Nanao tak mempan padanya.’ batin Chan.
“ kalau kau merefisi hampir sebagian dan melantik semua nya secara bersamaan kurasa apa tidak akan menimbulkan konflik? Seperti kecurigaan mereka menggunakan tangan kotor agar ada di posisi ini?” ucap Chan.
“ tidak, jika kau memulai semua nya dari awal.” ucap Gin.
“ maksudnya?” heran Chan.
__ADS_1
“ kepemilikan sebelumnya adalah milik mendiang orang tua mama Arie kan? Selain kini mama Arie telah merelakan marga nya, kau adalah pemilik tunggal dari perusahaan ini karena itulah syarat yang kau ajukan sebagai ganti perceraian antara kau dengan mama Arie.” ucap Gin.
“ jadi maksudmu memulai semuanya dari awal adalah pergantian nama sebagai pergantian pemilik perusahaan?” tanya Chan.
” tepat, sekarang kita tingal harus memikirkn nama perusahaan saja.” ucap Gin menyilangkan namanya di depan dada bidangnya.
“ Chan company?” tanya Chan. Yang hanya di jawab tatapan aneh dari Gin.
“ aku hanya berpendapat.” ucap Chan yang sadar jika ia selalu memiliki nilai buruk dalam memilihkan nama.
“ kalau Shengli gimana? Diambil dari aksen sederhana China yang berarti jaya. Berharap perusahaan nanti akan selalu berjaya bahkan melebihi kejayaan perusahaan sebelum berganti nama dan kepemilikan.” ucap Zena yang baru keluar dari kamarnya.
“ kenapa kau terbangun? Bukankah kau bilang kau lelah?” tanya Gin.
“ aku tidak bisa tidur, Gin.” ucap Zena langsung duduk di pangkuan Gin.
“ wuah, bisakah kalian bermesraan di kamar?” geram Chan.
” bukankah papa bilang papa impoten, huh? Harusnya kemesraan kami tak berpengaruh pada papa.” canda Gin.
__ADS_1
‘ sial.’ batin Chan.
0o