The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
Episode 6 hari- hari bersama 2


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 6 saat Henzie terbangun di salah satu kamar yang dipilihnya secara acak. Gadis itu telah terbangun bahkan sebelum jam alarm berbunyi atau bisa di bilang belum tidur sama sekali. Setelah merapikan pakaiannya di walk in closet yang ada di kamarnya, niat hati ia ingin merebahkan tubuhnya di kasur namun mata tak juga terpejam meski sebenarnya tubuh terasa lelah dan mata terasa berat. Bukan masalah tempat asing atau kasurnya. Kasur berukuran king size yang di tempati Henzie sangat empuk namun tidak ada yang tahu jika Henzie tidak kuat menggunakan AC.


Jika dirumah utama semua serba otomatis sehingga Henzie tak merasa kedinginan karena hawanya disesuaikan dengan tubuh manusia agar terasa tetap sejuk tanpa merasa kedinginan, Mansion ini juga memiliki peralatan mewah nan canggih hanya saja tidak seperti rumah utama yang hampir keseluruhan memiliki sistem robotic pada bangunannya.


Henzie meregangkan otot tubuhnya sebelum akhirnya memutuskan turun dan memasak sesuatu, meski ia tidak yakin gin mau memakan masakannya namun perutnya tetap harus di isikan? Lagi pula itu kewajiban pertamanya sebagai seorang istri.


Jam menunjukkan pukul 7 saat Gin keluar dari kamarnya- tepat di saat Henzie menyelesaikan masakannya dan membuat coffee hitam kesukaannya, dengan gula 2 sendok teh. Henzie berpikir jika Gin akan langsung pergi dan melewatkan sarapan yang sudah di buat Henzie padanya, siapa yang menyangka jika Gin akan duduk manis di depan masakan Henzie dan meminum coffee yang di buat untuk Henzie.


Hening! Itulah kata pertama yang ada di meja makan, tak ada sapaan hanya ada suara dentingan sumpit berbenturan dengan piring dan mangkok. Setelah itu Gin langsung pergi meninggalkan bekas makanannya begitu saja dan meninggalkan Henzie begitu saja di Mansion mereka yang luas pada hari pertama mereka menjadi suami istri.

__ADS_1


Bukan berarti Henzie malas, ini keputusan Gin agar Henzie tak lagi bekerja. Jadilah Henzie di Mansion luas sendirian dengan segala kebosanannya. Bagaimana tidak bosan. Semua di rumah ini tak kalah canggih dengan rumah utama. Bahkan ada robot penghisap debu yang berjalan otomatis saat mendeteksi ada debu di lantai.


Henzie bahkan tak melihat ada debu sama sekali meski Mansion ini baru kali pertama di huni setelah lama di tinggal pemiliknya bekerja keluar negeri.


Setelah meletakkan piring kotor ke mesin cuci piring otomatis, apa lagi yang bisa dilakukan Henzie? Nonton TV? Berenang? Mencuci? Ini hari pertama ia tinggal di Mansion ini tidak mungkin hanya mencuci satu baju dengan mesin cuci.


Henzie menggaruk tangannya, bukan gatal, tangannya sedikit kram karena dinginnya AC yang ada dirumah Gin, setelah membuat suhu udara menjadi tidak terlalu dingin, Henzie mengambil laptop tuanya yang selalu setia menemaninya.


Laptop tua. Kata yang pas untuk laptop jadul di rumah serba modern dan canggih ini. Namun laptop tua ini lah yang selalu menemani langkah Henzie hingga akhirnya ia bisa berada disini. Beruntung laptop tua ini telah di sulap oleh Riu menjadi laptop dengan cover laptop jadul namun berisikan laptop canggih.

__ADS_1


Yap Riu memang seorang programer handal sekaligus seorang perancang robotic handal. Hampir semua barang- barang canggih di rumah utama adalah buatan Riu.


Selama setahun Henzie tinggal bersama keluarga mereka bukan hanya mendesign rumah mereka namun keluarga Nanao benar- benar menganggap Henzie sebagai keluarga mereka terbukti dari keluarga mereka yang selalu mengajari berbagai macam pada Henzie bukan hanya beladiri namun berbagai macam pelajaran salah satunya bahasa meski belum seperti keluarga Nanao setidaknya Henzie telah hafal beberapa bahasa seperti bahasa jepang, perancis, china dan yang utama adalah bahasa Ingrish. Karena kebetulan bahasa inilah yang sering di pakai di rumah utama. Dan sisanya meski masih belum sepenuhnya paham setidaknya Henzie sudah mengetahui sedikit- sedikit tentang berbagai macam bahasa termasuk yang kemarin diucapkan Gin dan Arabella.


“ apa benar yang diucapkan aunt? Gin seorang Mafia? Apa itu yang merubah tawa ramah Gin menjadi hilang di gantikan sifatnya yang kaku dan dingin?” ucap Henzie bermonoloq sendiri.


‘ dan apa benar yang di ucapkan Aunt Ara? Gin sering membawa para wanita kekasurnya?’ batin Henzie. Akan di bawa kemana pernikahan mereka? Pernikahan yang harusnya sakral. Guna Henzie di sini adalah hanya untuk melahirkan keturunan dari Gin sementara pria dingin itu bahkan tak menganggap Henzie seorang wanita yang layak di sentuh.


Henzie membuang nafas berat, ia kembali disibukkan dengan laptopnya. Meski gin melarangnya untuk bekerja bukan sifat Henzie untuk berdiam diri. Ia memilih mendesign melalui laptop tuanya baru kemudian menjual hasil karyanya di situs pelelangan online.

__ADS_1


__ADS_2