
Sesuai janji setelah mengabari Gin, Zen membawa Zena ke Mansion Gin.
“ selamat datang! Aku sengaja memasak karena tahu kalian akan datang.” ungkap gin.
Zen juga Zena di buat takjub karena kecanggihan mansion Gin. tampak Zen melihat mansion dengan mulut yang menganga. Sementara Zena entah mengapa merasa tidak asing dengan tempat yang sekarang di di datanginya itu.
“ Tuan, ini luar biasa.” ungkap Zen takjub.
“ saya memang tahu jika negara Jepang sangat luar biasa dalam hal Teknologi namun saya tak menyangka akan di suguhi pemandangan Mansion mewah juga secanggih ini.” ungkap Zen. Sementara Zena tampak hanya terdiam tak memberi komentar apapun.
“ tidak, negara anda saya dengar juga teknologi nya sudah berkembang pesat, bahkan saya dengar negara anda mulai meluncurkan satelit pribadi untuk negara anda ya? Negara saya belum ada apa- apa nya.” ungkap Gin merendah.
“ ah, sudahlah, mengapa kita jadi mengunggulkan negara masing- masing, tujuan kita kesini adalah mempererat kerja sama kita.” ucap Zen.
“ tentu, ayo kita ke ruang makan saya akan menyuguhi beberapa makanan khas negara saya.” ungkap Gin menuntun Zen juga Zena ke ruang makan.
Sushi, sashimi, ramen, soup miso, dan berbagai masakan jepang lain.
“ ini sungguh luar biasa! Ini semua masakan anda?” ungkap Zen takjub akan masakan Gin.
“ tidak hanya soup miso saja yang saya bisa sisa nya saya meminta tolong saudara sepupu juga ibu saya, dulu semua yang masak adalah istri saya sebelum ia menghilang.” ungkap Gin terus menatap Zena. Zena hanya terdiam memandang soup miso buatan Gin.
__ADS_1
Entah mengapa hanya sup miso dengan isi telur rebus itu saja yang menarik di mata Zena.
“ kau mau nona Zena?” ungkap Gin mengadukkan sup miso ke mangkuk Zena. Tampak Zena enggan meraihnya mengingat apa yang terjadi tempo hari lalu. Namun rasa penasaran terus menggelitik Zena untuk mencicipi sup miso buatan Gin.
“ srupp..” di sesapi nya sup kaldu khas jepang itu. Entah mengapa saat kuah miso itu mengaliri tenggorokannya ada rasa tak asing yang tiba- tiba menyeruak di dadanya. Ada perasaan hangat sekaligus menyakitkan.
“ Ze.., Zena kau tak apa- apa?” ungkap Zen melihat Zena memegangi kepalanya seolah kesakitan.
“ sakit.” ungkap Zena terus memegangi kepalanya yang sakit. Tiba- tiba dada nya terasa sesak, ia menatap wajah Gin sejenak dan entah mengapa air mata memenuhi matanya dan membuat pandangannya mengabur, sebelum setelahnya semakin gelap dan Zena tak sadarkan diri.
***
“ bagaimana keadaannya?” tanya Gin.
“ lalu mengapa ia terlihat begitu kesakitan?” heran Zen.
“ kurasa ingatan itu adalah ingatan yang memang tak ingin di ingat atau lebih tepatnya memang ingin di lupakan Henzie itu sebabnya ia merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa.” ucapan Rick membuat linu tersendiri bagi Gin. Istri kecilnya tidak ingin mengingat dirinya.
Tak heran, jika istri kecilnya tak ingin mengingatnya, apa yang di berikan Gin hanya sebuah Luka, bahkan sebelum Henzie atau Zena hilang, Gin memberi kenangan yang menyakitan bagi Henzie. Gin mengambil nafas kasar, kenapa setelah Gin menyadari perasaannya, Henzie malah melupakannya? Apa ini hukuman bagi Gin telah melukai istri kecilnya.
“ kau tak apa- apa, brother?” tanya Rick.
__ADS_1
“ aku tak apa- apa.” ungkap Gin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
“ kenapa kau tak memberi tahu keluarga besar jika Henzie telah di temukan?” heran Rick.
“ aku terlalu sibuk memikirkan cara untuk mengembalikan ingatan Henzie sehingga lupa mengatakan kepada keluarga besar kita.” ungkap Gin yang memang melupakan mengabari keluarga besar nya.
“ baiklah aku yang akan mengatakan kepada keluarga besar kita, agar Grandpa tidak lagi mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari cucu menantunya.” ungkap Rick.
“ ya, aku minta tolong.” ungkap Gin dengan nada lemah kemudian duduk di sisi ranjang tempat Henzie berbaring.
“ jangan putus asa, kita akan berusaha mengembalikan ingatan istri kecilmu.” ungkap Rick menepuk pundak saudara sepupunya itu. Ia sendiri tahu bagaimana terpukulnya saudara sepupunya itu kehilangan istri kecilnya itu.
Untuk mengusir kesepiannya dan kekesalannya karena kehilangan istrinya setahun silam, ia melampiaskan nya pada pekerjaan juga dunia mafianya, sekarang semua mafia yang meresahkan jepang hampir semua di enyahkan Gin, sebagian lagi bergabung menjadi kelompok mafia yang di ketuai Gin sehingga kelompok Mafia Gin menjadi yang terkuat sekaligus yang terbesar di jepang. Dan dalam waktu setahun perusahaan Gin juga menjadi perusahaan yang besar dan selalu menjadi incaran perusahaan luar untuk bekerja sama dengan perusahaan Gin.
“ ya.” ucap Gin lemah.
Setelahnya Rick juga Zen meninggalkan Mansion Gin. Di tatapnya wajah istrinya yang masih memejamkan matanya. Wajah istrinya yang begitu ia rindukan. Istrinya yang akan menjadi orang lain saat terbangun nanti. Ingin rasanya ia memeluknya, menyalurkan rindu tak bertemu selama setahun ini, merasai bibir manisnya lagi, menciumi bau istrinya yang telah menjadi candu- entah sejak kapan. Yang hanya menciumi bau parfumnya saja bisa membangunkan tubuh bagian bawah Gin. Bau yang membuatnya tak lagi berselera pada wanita lain dan hanya pada istrinya tubuh bagian bawahnya dapat menegang sempurna.
Gin menghela nafas berat di kala ia ingat jika Henzie tak ingin mengingatnya, merasakan sakit saat mengingatnya. Gin kemudian menatap wajah istrinya yang masih memejamkan mata. Sekali lagi ia menghela nafas berat sebelum kemudian meninggalkan Henzie sendiri.
Langkah kakinya menuju bar mini miliknya. di tenguknya wine merah yang di ambilnya secara asal. Apapun agar ia dapat melupakan rasa sesak juga rasa sesal di hatinya.
__ADS_1
Entah sudah berapa gelas ia meminum wine nya, yang pasti wajahnya kini telah memerah dan tak lagi dapat menanggung beban berat tubuhnya hingga ia meringkuk di meja bar sambil menangkupkan tangannya.