The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
pov Zen2


__ADS_3

Setelah semuanya, Zen melepas miliknya dengan hati- hati, tampak dengan jelas darah pertama menetes mengotori miliknya sebagian di atas sofa ruang TV rumah mereka. Ia menatap wajah istrinya yang kelelahan dan berusaha menetralkan deru nafasnya. Lalu tatapannya tertuju pada beberapa bekas luka lebam karena Cherry memberontak atas apa yang di lakukan Zen.


Zen menyugar rambutnya kasar, penyesalan dan rasa bersalah kembali memenuhi hatinya, pria itu memilih untuk ke kamar mandi istrinya dan menyalakan air hangat untuk memenuhi bath up kamar mandi Cherry. Setelahnya, ia segera bergegas kembali menemui Cherry yang tampak ingin menjangkau bajunya yang telah terobek menjadi serpihan kain.


Tanpa pikir panjang, Zen memilih menggendong istrinya yang masih dalam keadaan tubuh yang polos tanpa tertutup sehelai benangpun, toh pria itu akan memandikan istrinya, untuk apa ia memakaikan baju dulu kepada Cherry jika pada akhirnya membukakan pakaiannya lagi?


โ€œ kau ini bodoh, ya? Bajumu sudah terobek menjadi kain tak berbentuk, untuk apa kau ingin menggapainya lagiโ€ ucap Zen namun tak di jawab oleh Cherry, tampak jika istrinya telah tertidur karena kelelahan- atau mungkin pingsan.๐Ÿ˜‚


Dengan susah payah Zen menyabuni tubuh Cherry, selain hanya bisa menyabun dengan satu tangan dan satu tangan lainnya memegangi tubuh istrinya- Zen sedang berusaha keras agar tak membangunkan miliknya lagi ketika menyabuni darah di sela paha Cherry dan milik wanita itu.


Setelah tubuh wanita itu bersih, Zen menaruh Cherry di bathup dan kemudian ia ikut masuk bersama dan mandi di dalam bathup berdua.


โ€˜ fyuh, aku harus merombak ulang kamar mandi ini agar bisa memuat bathup yang lebih besar.โ€™ batin Zen memainkan rambut panjang istrinya yang ia baringkan di dadanya.


Ia menatap wajah damai istrinya yang bahkan tak terusik saat Zen memandikannya. Mungkin karena kelelahan atau karena sakitnya.

__ADS_1


Sebenarnya pria itu memang sudah tahu jika wajah Cherry memucat sebelum pria itu pergi meninggalkan wanita itu sendiri tadi, namun sekali lagi ego menguasainya. Dan kini rasa ego hilang tergantikan rasa penyesalan- ia tahu Cherry sakit karena ulahnya, ia juga tahu jika istrinya tak juga mematikan shower kamar mandinya hanya untuk menutupi isak tangisnya- yang Zen dengar sesaat sebelum membuka kunci kamar mandi Cherry.


โ€˜ ia bersumpah serapah hanya untuk agar ia terlihat lebih kuat. Sesungguhnya bisa jadi ia adalah wanita yang rapuh.โ€™ kata- kata Giant terngiang di pikiran Zen.


โ€œmaafkan aku.โ€ ucap Zen berbisik lirih.


Sekali lagi ia menatap wajah istrinya.


Sejujurnya Cherry memang wanita yang cantik, rambut panjang- tinggi semampai, bentuk tubuh yang ramping, hidung mancung dan senyum yang manis. Tak heran jika banyak orang yang iri akan tubuh Cherry.


โ€˜ kau mengacaukan hatiku saja.โ€™ batin Zen.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Zen menutupi tubuh Cherry dengan handuk dan sekali lagi bersusah payah mengeringkan tubuh wanita yang telah menjadi istrinya. Pria itu sedikit kerepotan mengeringkan rambut panjang Cherry meski dengan hairdryer karena satu tangannya di pakai untuk menjaga tubuh Cherry agar tak terjatuh dan satu lagi- susah payah di gunakan untuk memegang hairdryer.

__ADS_1


Setelah kering, pria itu langsung membopong tubuh istrinya ke kasur dan mencarikan pakaian untuk istrinya. Satu kemeja cukup untuk menutupi tubuh mungil Cherry. Setelah menyelimuti tubuh istrinya, Zen kembali menuju ke ruangan di mana ia dan istrinya melakukan malam pertama mereka, memunguti pakaiannya dan pakaian Cherry yang telah tercabik menjadi kain tak berbentuk di lantai- sebagian menggantung di rak pemisah antar ruang TV dan dapur.


โ€˜ sebenarnya bagaimana aku melemparnya tadi hingga bisa menggantung begini. Aku pasti masih setengah mabuk tadi hingga asal melemparnya.โ€™ batin Zen memasukkan kain Cherry ke dalam tempat sampah karena dapat di pastikan jika baju itu sudah tak dapat di pakai- apa lagi di perbaiki.


Setelah di rasa semua bersih, Zen kembali menemui Cherry, menyingkap selimut yang di gunakan istrinya dan ikut masuk kedalam selimut yang sama dengan istinya dan menyusupkan wanita itu kedalam pelukannya.


Sebenarnya bisa saja, Zen menidurkan Cherry di kamarnya, biar bagaimana pun kamar uatama lebih luas dari pada kamar yang di tempati Cherry, namun karena raa bersalahnya, ia ingin merasakan apa yang dirasakan Cherry- tidur d kasur sempit dan tak seempuk kasur pria itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


maaf author dikit updatenya dah gtu lama bgt


iya nie soalnya habis vaksin author mlah sakit jadi ga bsa kmn2 dan cuma bisa di atas kasur tdr bangun cuma bt makan sma minum obat trus tdr lagi๐Ÿ˜ข


jadi smentara author ga bsa sering up dulu mhon dimaklumi๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2