The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
I love you


__ADS_3

“ biarkan saja piring kotor itu, aku akan membersihkannya untukmu.” ucap Zen kala melihat Cherry hendak mencuci piringnya.


“ kau yakin?” tanya Cherry.


“ tentu, meski tak bisa memasak, hanya mencuci piring saja aku masih bisa.” ucap Zen menyingsing lengan bajunya dan mengakat lengannya ke udara.


Cherry hanya menatap suaminya ini dengan tatapan tak yakin lalu nerkata;


“ baiklah terserah kau.” ucap Cherry meninggalkan Zen.


Setelah di rasa istrinya telah kembali kekamar, senyum Zen yang sedari tadi mengembang seolah surut. Ia merasa lelah dan juga sedikit pusing.


Mungkin karena terlalu lelah menjaga Cherry. Semenjak Cherry koma, memang Zen kurang istirahat, bahkan waktu tidur Zen bisa di bilang tidak ada sama sekali. Ia selalu berusaha menjaga istrinya seharian, belum terhitung saat dirinya yang harus mengantar putri mereka dari rumah sakit menuju mansion kakaknya untuk di susui, belum jika Zena mau memberikan asi perahnya untuk Huan Ran.


“ kau tak apa?” tanya Cherry yang melihat wajah gembira Zen surut. Bahkan Cherry dapat melihat wajah suaminya yang memucat.


“ tak apa, aku tak apa. Aku akan mulai mencuci piringnya.” ucap Zen mulai mencuci piring kotor. Cherry memilih kembali kekamar saat mendengar putri mereka menangis.


🌸🌸🌸


Setelah dirasa cucian kotornya telah tercuci semua, Zen memilih kembali kekamar mereka.


Zen hanya tersenyum melihat interaksi Cherry yang sedang menyusui putri mereka. Pemandangan itu selalu memberi perasaan hangat pada diri Zen.


“ Zen.” panggil Cherry.


“ ya” tanya Zen masuk ke kamarnya.

__ADS_1


“ kau benar- benar tak apa? Wajahmu benar- benar pucat.” ucap Cherry.


“ aku.., aku tidak..” ucap Zen memegang kepalanya yang terasa berat.


“ Zen?” ucap Cherry yang merasa ada yang salah dengan suaminya segera meletakkan putri mereka ke dalam box bayi nya dan segera menuju tubuh suaminya.


“ aku tidak.., apa- a..” ucap Zen menggantung karena dirinya sudah tak sadarkan diri.


🍂🍂🍂


“ aku..?” ucap Zen setelah sadar dari pingsannya.


“ kau sudah sadar?" heran Cherry.


“ aku kenapa?” heran Zen melihat ia sedang ada di kasurnya.


“ kenapa kau memaksakan diri seperti ini?” tanya Cherry.


“ aku tak apa-..” baru mau berucap, istrinya sudah memotong.


“ apanya yang tak apa? Kau bahkan pingsan di hadapanku dan anak kita, tapi mengapa kau masih mengatakan tak apa- apa?” geram Cherry. Zen hanya terdiam dan tersenyum. Tangannya lalu terulur ke pipi istrinya dan menghapus cairan bening yang keluar dari mata indah Cherry.


“ penderitaanku ini belum seberapa.” ucap Zen.


” apa maksudmu?” heran Cherry.


“ lagi dan lagi aku terus melukai dirimu yang dulu, aku bukan hanya membiarkanmu, aku bahkan tak mendampingimu di saat kau hamil dulu. Aku adalah suami yang gagal, Cherry. Aku lebih memilih memperhatikan wanita lain dari pada istriku sendiri. Jika aku tak bisa minta maaf pada diri mu yang dulu, setidaknya biarkan aku menebusnya sekarang.” ucapan Zen membuat Cherry semakin bersedih.

__ADS_1


“ kalau kau mau menebusnya, tetaplah sehat, Zen.” ucap Cherry terisak.


“ apa kau khawatir?” tanya Zen.


“ apa ini begitu penting?” tanya Cherry.


“ bagimu mungkin tak penting tapi bagiku sangat penting.”


” kenapa?


“Karena, aku mencintaimu.” ucapan Zen sungguh membuat Cherry terkejut.


🌸🌸🌸


Suka ga?


Yuk beri author cukingan nika kalian menyukainya😊😊😊


Berupa:


Like


Love


Dan saran- sarannya ya


Author akan sangat berterima kasih kalau dapat vote dari kalian lho😂😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2