
Brak! Suara hantaman terdengar jelas.
” sesungguhnya aku bukanlah tpe orang yang bisa memukul wanita, namun melihat akan tingkahmu aku rasa aku bisa menyebutmu bukan wanita.” ungkap Gin.
Chery yang awalnya memejamkan matanya karena takut suaminya akan di tusuk di depan matanya- mulai membuka matanya mendengar suara kakak ipanya tersebut. Tampak dengan jelas saudarinya meringkuk kesakitan di atas tanah.
Benar, saat mengetahui jika Lexia kembali melakukan aksi nekat bahkan hendak mengarah ke arah Cherry dan Zen dengan membawa pecaha besi- dengan cepat Gin menangkap tangan Lexia dan memeluntir tubuh wanita itu hingga tubuhnya terpental ke lantai sementara Gin berhasil mengambil pecahan besi tersebut.
“ Gin?” heran Zen.
“ kalian tak apa?” tanya Gin.
“ kami tak apa.” ucap Zen.
“ kurasa sudah saatnya aku melatih mu beladiri, Zen. Agar suatu hari nanti kau bisa melindungi dirimu dan keluarga kecilmu.” ungkap Giant.
Zen hanya bisa menatap istrinya yang meringkuk ketakutan.
“ kurasa papa benar!” ucap Zen mengiyakan.
“ Kalian!” suara pekikan Lexia membuat semua orang menatap kearahnya.
Melihatnya, Giant dan Gin sekali lagi hendak menangkap kembali Lexia.
“ apa kalian mau menangkapku? Sebenarnya apa salahku? aku hanya ingin hidup bebas.” ucap Lexia mulai menangis.
“ aku.., aku hanya tak suka suasana rumah sakit, tak suka saat harus menelan semua obat- obat itu setiap waktu, aku tak suka.., tak suka saat semua jarum itu menusuk kulitku.” isak Lexia.
Mendengarnya, Giant lalu berjalan menghadap Lexia.
__ADS_1
“ dan kau lupa? Karena ambisimu pada satu ginjal menantuku membuatmu menjadi hidup dalam pelarian? Kau mengatakan kau tak suka harus menelan semua obat setiap waktu? Apa kau lupa? jika gara- gara hidup dalam pelarian kau harus bersembunyi sambil hidup dengan mengonsumsi obat- obatan?” ucap Giant mengingatkan Lexia.
“ kau tak suka suasana rumah sakit dan malah suka suasana dalam pelarian? Yang bahkan bertemu orang- orang saja membuatmu ketakutan? Takut jika orang tahu kau membunuh kedua oang tuamu sendiri hanya untuk satu ginjal mereka?” ucap Giant membuat Lexia bergetar ketakutan.
“ dan yang membuatku tak habis pikir adalah pola pikirmu! kau menginginkan ginjal adikmu tapi malah melukai ginjalmu sendiri? Kau mengatakan kau takut jarum suntik yang selalu menusuk kulitmu hampir setiap waktu dan kau malah mengarahkan dirimu ke pedang samurai yang bukan hanya menembus kulitmu bahkan tubuhmu!”
“ BERISIK!” pekik Lexia.
“ tidak! Yang kulakukan ini benar!” ucap Lexia dengan tubuh begetar dan kedua tangannya memegangi tubuhnya.
“ benar! Jika aku sehat aku tak akan lagi hidup dengan obat- obatan! Bisa hidup bebas!” ucap Lexia mulai merancu.
“ bebas? Jika kau lupa, kau itu hidup dalam pelarian karena takut orang tahu kau telah membunuh kedua orang tuamu!” sanggah Giant.
“ aku tak membunuh orang tuaku! Cherry lah yang memunuh kedua orang tuaku!” pekik Lexia.
“ jika kau mendapatkan kedua ginjal saudarimu suatu hari nanti, apa kau takkan berpikir jika tuduhan itu akan berganti kepadamu?” ucap Giant.
Mendengarnya, Lexia kembali histeris.
“ kau bertanya apa yang salah? Tak ada salah dari keinginan hidup bebas. Satu- satunya yang salah adalah obsesimu. Dan obsesimu lah yang sebenarnya menghancukan dirimu sendiri.” ungkap Gin. Akhirnya, Lexia berhasil di bawa kembali ke sel nya
“ sekarang semua keputusan ada padamu, Cherry.” ucap Giant.
“ aku?” heran Cherry.
“ selain saudari dari Lexia. Disini, kaulah korban dari saudarimu sendiri. Kau ingin kami melakukan apa pada Lexia?” tanya Giant. Mendengarnya, Cherry hanya menatap ke arah Lexia yang pasrah di bawa kembali ke selnya, kemudian beralih menatap Giant.
“ papa.” ucap Cherry ragu.
__ADS_1
“ ya?” jawab Giant.
“ menurut papa, apakah Lexia masih bisa bertahan?” tanya Cherry.
“ melihat semangat hidupnya, aku rasa ia masih bisa bertahan sampai kapanpun.” ungkap Giant.
“ bisakah kau mencarikan organ untuknya?” ucap Cherry.
“ Cherry?” ucap Zen tak percaya.
“ kenapa kau meminta organ untuknya? Bagaimana jika ia mengincar kita lagi jika ia sehat?” ucap Zen tak setuju.
“ Zen, biar bagaimana pun ia tetap saudariku, Zen. Aku tak bisa melihatnya seperti ini.” ucap Cherry memeluk suaminya.
“ percaya saja apa yang di minta istrimu, Zen. Kau tak usah khawatir karena anak buahku akan menjaga istri dan anak mu dari balik bayangan. lagi pula kau akan kuajai beladiri mulai sekarang.” ungkap Giant.
” tapi.., aku tetap khawatir papa..” ucap Zen.
“ kurasa aku memiliki cara agar saudarimu tetap sehat namun tak mengincar kalian lagi.” ungkap Gin.
“ apa itu?” heran Zen juga Cherry.
“ alat kejut otak.” ungkap Gin.
“ alat kejut otak yang di gunakan untuk membangunkan Cherry?” heran Zen.
“ tapi apa itu akan berhasil? Cherry bahkan tak benar- benar lupa padaku, bisa jadi ia hanya akan berpura- pura hilang ingatan.” ungkap Zen.
“ tapi pada saat itu Cherry dalam kondisi koma- dimana otaknya tak bekerja sempurna. Sedangkan Lexia- otak wanita itu bekerja dengan sempurna. Lagi pula jika tak berhasil aku masih memiliki pulau prbadi yang akan menyembunyikan wanita itu dari dunia luar dan yang pasti dari dirimu.” ungkap Gin.
__ADS_1
“ aku lupa jika kakak iparku adalah orang kaya.” ucap Zen menelan saliva nya mendengar pulau pribadi. Keluarganya memang sudah kaya, namun belum sekaya keluarga nanao yang bahkan memiliki pulau pribadi.
“ jangankan kau, papa saja terkejut melihat kekayaan keluarga kakak iparmu.” ucap Giant yang mengingat jika sebelum ini ia hanya hidup di dalam pulau pribadi milik keluarga Nanao.