
“ ia adalah anakmu.” ungkap Chan pada salah seorang ketua Yakuza.
Dengan kekuasaan Chan sekarang, tak susah mencari informasi di mana persembunyian ketua Yakuza itu. Yang membuat Chan tak menyangka adalah nama ketua Yakuza itu sama persis dengan nama yang selalu di sebut Arie dalam tidurnya sambil menangis. Awalnya Chan pikir jika ketua Yakuza itu memaksa Arie hingga wanita itu berbadan dua. Namun melihat ketua Yakuza itu menatap anak perempuan yang ia ketahui ternyata adalah anaknya- dengan tatapan sendu membuat Chan tahu jika sebenarnya ketua Yakuza itu mencintai wanita yang saat itu menjadi istri Chan. Entah apa yang membuat dua insan itu memilih berpisah.
“ aku tak bisa mengembalikan anak ini.” ucap Ketua Yakuza itu.
“ ap? Mengapa? Kau tak kasihan pada Arie?” ucap Chan tak percaya.
“ saat ini hubungan Jepang dengan China sedang meregang, jika para tetua di negaramu tahu anak dari Arie bukanlah anakmu atau lebih tepatnya anak dari mafia di jepang, bukan hanya nama kalian namun nyawa anak ini akan menjadi taruhannya.” ungkap Giant.
Chan membenarkan, kala itu memang Jepang dan China sedang bersitegang. Chan sendiri tak tahu kemana ketua Yakuza itu membawa anak perempuannya. Hanya ada Arie yang terus menangis setiap malam, bukan lagi nama Giant- sang ketua Mafia, namun juga Zen a. Zen a Adalah nama yang akan di berikan untuk anak perempuannya.
Chan terus meyakinkan Arie, jika memiliki anak lagi, Chan akan menamai anak mereka Zen. Namun seolah itu tak dapat mengobati luka di hati Arie. Chan dapat mengerti, sebagai seorang ibu tentu menyakitkan kehilangan buah hatinya.
Berulang kali Chan berusaha mengobati Arie, menyemangati Arie, namun satu- satunya yang dapat mengembalikan Arie adalah kedatangan salah perwakilan dari jepang itu.
“ jadi ketua Yakuza memiliki perusahaan sendiri, huh?” tanya Chan.
Giant tak menjawabnya, hanya menatap Arie dengan wajah sendu dan merindu. Seharusnya sekali lagi Chan merasa senang- karena Arie bisa kembali seperti semula, namun perasaan cemburu terus menggelayuti hati Chan, seorang suami yang terus berada di sebelah istri, namun pria lain lah yang mengembalikan istrinya seperti semula.
Chan sendiri lah yang menggagalkan kerjasama dengan pihak jepang. Sungguh kekanak-kanakan, tapi siapa yang akan terima jika istri berada di sekitar kalian, yang selalu menyapa kalian ketika bangun tidur, selalu memberi warna bagi kalian sang suami, namun ternyata hati istri berada di tempat lain. Dengan pria lain.
“ BRUK!!” buku- buku berhamburan keluar.
__ADS_1
Chan berniat membereskannya sampai ketika ia melihat sebuah foto, istri dengan sang ketua Yakuza tersebut. Sebuah Foto yang selalu di simpan sang istri.
‘ sebenarnya mengapa kalian berpisah? Huh! Kalian saling mencintai! Bahkan sampai memiliki anak!’ batin Chan. Ia ingin menangis. Sakit hatinya mengetahui ketika istrinya, yang selalu bersamanya hingga bertahun- tahun tak bisa melupakan kekasihnya barang sedetikpun.
Chan hanya menerimanya, bahkan ketika Arie di nyatakan kembali mengandung. Apapun asal yang ia cintai bahagia- karena memang begitulah yang Chan tangkap di wajah Arie kala itu.
Anak kedua Arie seorang lelaki, dan sesuai janji Chan, anak kedua kembali di namai Zen. Seorang anak lelaki yang sangat mirip dengan Arie. Chan mengelus bayi laki- laki itu, seandainya, Chan tak mengetahui jika ini bukan anaknya, mungkin beginilah rasanya menjadi seorang ayah.
‘Tapi setidaknya, akulah yang mendengarkan tangisan pertama anak Arie.
Akulah yang menggendong pertama kali anak Arie.’ batin Chan.
‘ ya, meskipun anak pertama tetap Giant yang menggendongnya- pertama kali.’
Chan seolah merawat anak Arie seperti anaknya sendiri. Belasan tahun mereka hidup bahagia.
Dan Chan tak menyangka jika niatan berlibur akan membuatnya bertemu dengan sesosok wanita yang mengapung di sekitar perairan Jepang. Entah bagaimana Arie merasa begitu peduli dengan wanita muda yang terapung tersebut dari menolongnya, membawanya berobat bahkan hingga menjaganya sampai wanita muda itu terbangun.
“ kita angkat saja dia jadi anak.” ucap Arie ketika wanita muda itu bangun dan melupakan segalanya.
“ apa?” ucap Chan tak percaya.
“ dia tak ingat segalanya. Kasihan anak itu, melihatnya membuatku mengingat anak perempuan kita, jika ia masih hidup pasti umurnya sama dengan wanita itu.” ungkap Arie.
__ADS_1
‘ maksudmu anak perempuanmu dengan yakuza itu?’ batin Chan.
“ kita tak bisa melakukan itu ma.” ucap Zen.
“ kenapa, nak” heran Arie.
“ dia memang tak mengingat segalanya, tapi di jari manisnya aku melihat ia memiliki cincin aku yakin itu cincin pernikahan, bagaimana jika ia sudah memiliki keluarga.” ungkap Zen.
“itu benar, Arie. Kau jangan seenaknya.” ucap Chan. Setelahnya Arie tampak berpikir keras.
‘ imut.’ batin Chan.
“ kalau begitu akui ia sebagai istri mu Zen.” ungkap Arie.
“ What?!” ucap Chan dan Zen bersamaan.
0o0
Hai! hai! hai!
karya author lagi author ikutin lomba menulis novel nie
dukung terus yuk
__ADS_1
jangan lupa ninggalin jejak ya
love dan likenya juga ^_^