The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby
POV Yuan2


__ADS_3

Aku melirik ke sebagian pengunjung, kebanyakan adalah pasangan kekasih atau sepasang suami istri, aku menghela nafas berat. Terlalu fokus mencari keluarga kandungku aku melupakan fakta jika aku juga butuh pasangan hidup. Namun bahkan aku baru akan mulai menata hidup, butuh waktu berapa lama lagi agar aku bisa menemukan pria yang cocok denganku?


Di saat aku menertawakan nasibku itulah aku bertemu dengannya. Seorang pria yang pernah aku lihat ketika aku mencari tahu soal perusahaan yang akan aku lamar. Karena terbiasa mencari tahu kemungkinan keluarga kandung yang akan aku cari itulah yang membuat pengamatanku menjadi jeli, sehingga aku selau mencari tahu segala hal termasuk pekerjaan yang akan aku lamar.


‘ mengapa seorang direktur di sebuah danau sendirian? Wajahnya terlihat sendu. Ia tak akan bunuh diri kan?’ tanyaku dalam hati. Namun sebuah rating yang aku injak membuyarkan lamun pria tersebut dan membuatnya melihatku.


‘ sial! Dia tak akan mengenaliku kan?’ batinku kala melihat pria itu memilih kabur ketika ketahuan saat aku melihatnya berteriak.


Aku berharap dia takkan mengenaliku, seandainya ia mengenaliku, toh yang akan mewawancarai aku adalah dari pihak HRD- dia yang seorang direktur takkan mungkin terjun langsung menyeleksi para karyawan baru kan?


Namun dugaanku salah, bukan hanya menyeleksi wawancara aku langsung- tampak terlihat jika ia mengenali aku. Aku pikir aku harus harus menyerah untuk bekerja di perusahaan Z, siapa yang menyangka jika direktur itu malah menerimaku- bahkan menjadikanku sebagai seketaris pribadinya.


Tampak jika wanita yang menjadi seketaris sebelum aku melewatiku dengan wajah tak terimanya. Meski samar aku masih dapat mendengar sumpah serapah yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


‘ huh! Kau hanya beruntung karena bermain belakang dengan pria yang lebih berkuasa.’ ucap wanita itu samar.


Dari ucapannya tampak jelas jika ia sedang mengumbar aibnya sendiri. Bukankah dengan berkata seperti itu sama saja mengatakan jika ia berada di posisinya karena telah bermain belakang- dengan HRD yang tadi mewawancarai ku mungkin. Wajah HRD itu tampak sama kesalnya ketika direktur mengangkatku menjadi seketaris pribadi menggantikan wanita yang melakukan sumpah serapah itu.


Dan ternyata sumpah serapah itu bukan hanya aku saja yang mendengar sumpah serapah itu, direktur yang aku tahu namanya Chan itu juga mendengarnya. Bahkan dari yang aku dengar sepertinya ia juga sering melakukan sumpah serapah di mana saja kapan saja saat wanita itu kesal.


Aku hanya bisa menghela nafas, aku yakin, orang yang akan menghinaku dan menuduhku main belakang dengan direktur Chan bukan hanya mantan seketaris pribadi direktur- mengingat aku yang belum memiliki pengalaman kerja namun langsung di angkat menjadi seketaris pribadi direktur di tambah yang mewawancara aku adalah direktur Chan langsung.


Dan ternyata dugaanku benar- pekerjaan ini ibarat pedang bermata dua, di satu sisi ini menguntungkanku, karena aku tak perlu khawatir akan tabunganku, di satu sisi ini membunuhku karena beragam gosip jika aku bermain belakang dan bermain ranjang dengan direktur Chan.


Lagi pula dari pada fokus mencari pasangan aku lebih memilih fokus pada pekerjaanku, aku harus membuktian jika aku berada di titik ini karena memiliki kemampuan kan?


Sampai aku bertemu dengan sosok yang yang ku kenal.

__ADS_1


“ Henzie?” pikirku atau lebih tepatnya ucapku. Sialnya kebiasaan lamaku keluar. Apa yang kupikirkan kerap kali keluar dari mulutku. Dan kini aku benar- benar menyapa wanita yang kukenal semenjak kecil di penampungan yang sama, sama- sama di gereja kecil di Belanda.


Yang membuatku terkejut adalah perut Henzie yang membesar. Lebih terkejut lagi karena aku mengetahui jika Henzie telah menemukan keluarga kandungnya.


‘ bagus, semua telah menemukan tempatnya, dan aku di sini hanya mendapatkan kenyataan aku hanya sendirian. Bahkan kini Henzie yang aku tahu nama sesungguhnya adalah Zena telah menemukan cinta sejatinya- dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


Untuk pertama kalinya mulut dan hatiku bisa berlainan, mulutku mengatakan selamat namun hatiku merasa cemburu juga iri. Sebisa mungkin aku menutupi rasa sesak di dada dengan senyuman, namun menceritakan soal perjalanan sia- sia ku selama ini membuat pertahanan ku hampir saja runtuh.


Beruntung, mereka berpikir wajah sendu ku karena aku menceritakan kisah hidupku.


0o0


maaf buat para reader yang nunggu ya

__ADS_1


author kehabisan kuota jadi baru bisa up sekarang ^_^


__ADS_2