
Cherry pikir, keberadaan Lexia hanya Zen beritahu kepada Cherry, namun siapa yang menyangka jika semua keluarganya ikut Zen undang untuk kembali ke China.
“ siapa pria dengan perban itu, Zen?” tanya Lexia.
“ ia adalah papa Giant, papa kandungku.” ungkap Zen.
“ apa? Bukannya papa kandungmu itu papa Chan?” ucap Lexia tak percaya.
“ ada beberapa alasan hingga aku di besarkan papa Chan, namun sesungguhnya, papa kandungku adalah papa Giant.” ungkap Zen.
“ ha.., halo, papa.” ucap Lexi membungkuk. Namun Giant hanya diam sambil menatap Lexia tajam.
“ maafkan papaku, wajahnya memang dingin.” ucap Zen yang tahu jika Lexia ketakutan.
“ dia mirip dengan seorang yakuza.” ungkap Lexia.
“ ia memang ketua Yakuza.” ungkap Zen.
__ADS_1
“ ap? Benarkah?” ucap Lexia menatap Giant lekat. Cherry hanya terdiam, sikap kakaknya memang ceria, pasti tak butuh waktu lama untuk saudarinya akrab dengan keluarga Zen.
“ kalau begitu anda harus hati- hati dengan beberapa Genk di Jepang bukan? Aku dengar para Yakuza itu saling bertengkar untuk mempertahankan daerah kekuasannya.” ucap Lexia.
“ kau tak usah khawatir, nona Lexia, menantuku- Gin yang menggantikanku menyatukan semua Genk Yakuza di Jepang.” ucap Giant menunjuk Gin.
“ terutama Genk Kalajengking.” ucap Giant menatap Lexia.
“ oo.. oo, begitu..?” ucap Lexia terbata. Dan sikap Lexia ini dapat di tangkap dengan jelas di mata Giant.
“ tentu saja tidak.” ucap Zen tak terima.
“ ternyata, selama ini aku masih memiiki seorang kakak yang di bawa papa Giant ke Belanda, setelah beberapa kejadian akhirnya kami baru tahu jika ia adalah kakak kandungku.” ungkap Zen.
“ lalu bagiaman kau bisa menikah dengan adikku, Zen?” tanya Lexia menatap Cherry. Tampak jika Cherry hanya memegang ujung bajunya erat.
“ ada sebuah kejadian yang membuatku harus menikah dengan adikmu, Lexia.” ucap Zen santai. Dan tanpa di sadari peia itu, sesungguhnya ucapan Zen telah melukai seorang Cherry.
__ADS_1
“ tidak bisakah kita tak membahas hal ini? Zena dan cucu- cucuku terlihat lelah, tak bisakah kita akhiri perbincangan membosankan ini?” ucap Giant dingin.
“ be.., begitu? Kalau begitu kalian istirahatlah, untuk papa dan mama di lantai dua, untuk kak Gin dan sis Zena di sebelahnya, Zen di sebelah kamar kak Gin dan Cherry akan sekamar denganku.” ungkap Lexia.
“ Zen dan Cherry seharusnya sekamar. Bukankah kau tahu sendiri jika mereka ini suami istri?” ucap Giant cepat, entah mengapa ia seperti merasa ada yang salah dengan Lexia dan secara nyata menunjukkan ketidak sukannya pada kakak menantunya ini.
“ tapi mereka ini kakak dan adik, mungkin Lexia ingin melepas rindunya.” ucap Zen.
“ tapi yang di katakan papa mu ini benar, Zen. Kau dan Cherry adalah suami istri, ada baiknya jika kalian ini sekamar.” ucap Arie yang merasa ada maksud dari suaminya mengatakan hal itu.
“ baiklah.” ucap Zen mengalah, Gin dan Zena hanya terdiam karena memang tampak jika Giant menunjukkan ketidak sukaannya pada Lexia, selama ini Zena juga Gin baru pertama kali melihat Giant menujukkan ketidaksukannya secara terang- terangan.
Bahkan saat Zen memutuskan menikah dengan Cherry saja, Giant tak pernah menunjukkan ketidak sukannya seperti yang ia tunjukkan pada Lexia.
💜💜💜
...menurut kaluan apa dasar dari papa giant bersikap dingin pada Lexia? ...
__ADS_1