
Lucifer hanya duduk sambil termenung di hadapan dokter yang memeriksa Alicia. Tampak jika pria itu kini tengah mencerna apa yang di katakan dokter kepada pria itu.
‘ Alicia hamil?’
‘ dia hamil?’
‘ tapi.., jika ia hamil, mengapa ia tidak mengataka apapun padaku?’ batin Lucifer yang tanpa di tanya pun, pria itu pasti tahu siapa ayah dari bayi yang di kandung Alicia. Tak heran sedari awal Lucifer mencumbu Alicia- pria itu selalu mengawasi kemana pun Alicia pergi dan pria itu sendiri tahu jika dirinya lah pria pertama yang mencumbu Alicia dan melepaskan darah pertama Alicia.
‘ apakah..., apakah Alicia tidak mengetahui tentang kehamilannya?’ batin Lucifer.
‘ tidak! Sebelum menjadi psychology Alicia pernah mengenyam pendidikan sekolah kedokteran. Tidak mungkin jika wanita itu sampai tidak tahu jika dirinya sedang mengandung.’
Lucifer memang telah menyelidiki soal latar belakang Alicia. Satu yang tidak pria itu mengerti adalah;
Mengapa Alicia tidak mengatakan apapun soal kehamilannya?
‘ atau jangan- jangan..., Alicia berniat mengugurkan bayinya?’ memikirkannya membuat tangan Lucifer terkepal sempurna.
‘ itukah alasan mengapa ia tidak segera mengatakannya padaku dan memilih diam?’
Kesal? Entah mengapa Lucifer merasa kesal sekarang.
Sedari dulu ia membenci wanita dan anak- anak, namun memikirkan kemungkinan Alicia mau mengugurkan buah hati dari Lucifer membuat pria itu- entah mengapa merasa kesal.
“ Dr, sir, Miss Alicia telah sadar.” dan lamun Lucife
__ADS_1
r buyar kala mengetahui jika Alicia telah sadar.
Ia marah. Sangat marah, namun melihat Alicia yang berusaha bangun meredakan emosi yang sedari tadi mendidih di kepala Lucifer. Tampak jika Alicia berusaha duduk dengan hati- hati, mungkin takut melukai calon anak nya- lagi.
“ kenapa kau tidak mengatakan jika kau hamil?” namun Alicia hanya diam saja. Melihatnya, entah mengapa membuat amarah Lucifer yang sudah mereda kembali muncul.
“ apakau berniat mengugurkannya?” tekan Lucifer.
“ Jika aku ingin mengugurkannya aku pasti sudah melakukannya saat aku mengetahui jika aku mengandung.” ucap Alicia acuh.
“ lalu.., kenapa?” heran Lucifer.
“ kenapa?” tanya Alicia menatap Lucifer dengan wajah terluka.
“ kenapa aku harus mengatakan jika aku mengandung anakmu? Apa untuk kau hina lagi? Iya?” ucap Alicia mulai menangis.
Sungguh, hormon kehamilan benar- benar membuat Alicia tidak dapat mengendalikan emosinya saat ini.
Seharusnya ia marah dan bukan menangis. Namun, air mata tetap tak juga mau surut dari mata indah Alicia.
Tampak jika tangan Lucifer mau terulur menghapus air mata Alicia dan menenangkan wanita itu, namun, suara Lexia mengalihkan segalanya.
“ Hei! Dokter gadungan! Aku dengar kau sedang mengandung? Huh! Aku yakin anak yang kau kandung itu akan malu di masa depan karena memiliki mama yang pernah masuk rumah sakit jiwa sebagai pasien.” ucap Lexia dengan tawa yang melengking.
“ Tamara!” Lucifer berusaha menghentikan Lexia.
__ADS_1
“ nona Tamara, perlu kau ketahui jika anak yang kukandung ini adalah anak dari kakak kesayanganmu, nona. Jika anak yang kukandung akan malu tentu ia akan lebih malu lagi memiliki bibi yang memasukkan mama kandungnya ke rumah sakit jiwa hanya karena tidak terima masuk ke rumah sakit jiwa sebagai pasient.” balas Alicia yang membuat Lexia menggertakkan giginya.
Sementara, Lucifer memilih diam. Di satu sisi Alicia tengah mengandung anak nya dan di sisi lain adalah wanita yang wajahnya membuat Lucifer lemah karena wajah yang sangat mirip dngan adik kandungnya yang telah tiada tersebut.
“ Kau! Apa kau yakin itu anak dari kakak ku, huh?” ucap Lexia dengan sarkas.
“ kenapa kau tidak bertanya pada kakak mu yang hampir 24 jam selama 2 minggu ini selalu mengikuti sedari awal ia mengambil darah pertamaku! Sampa akhirnya menyekapku di sini!” ucap Alicia tidak kalah sinis.
Lucifer tahu dirinya tersendir oleh Alicia, pria itu lebih tahu lagi jika perubahan sifat wanita itu karena tengah mengandung anaknya, itu sebabnya, Lucifer memilih membawa Lexia keluar dari ruang rawat inap Alicia.
“ Kakak? Apa yang kau lakukan? Kau membela dokter gadungan itu?” ucap Lexia sambil menyilangkan lengannya di depan dada nya.
“ Tamara!” pinta Lucifer.
“ kau dengar apa yang di katakan dokter tadi kan? Alicia sekarang sedang mengandung!” ucap Lucifer memnta pengertian.
“ jadi kau mengakui jika itu adalah anakmu?” uap Lexia tidak percaya. Lucifer memlih diam.
“ dan kau memintaku mengalah pada wanita itu?”
“ dokter gadungan yang telah mengikatku? Never!” geram Lexia.
“ come on, hanya sampai anakku lahir.” ucap Lucifer meminta pengertian. Sementara, tidak ada yang akan menyangka jika sedari awal Lexia dan Lucifer berbincang, semua pembicaraan mereka di dengar langsung oleh Alicia. Tampak tanggannya yang terkepal kuat dan giginya gemertak saking kesalnya.
Ia meyakinkan dalam dirinya sendiri jika tidak akan pernah jatuh lagi dalam pesona seorang Lucifer lagi. Dan jika setelah ini Lucifer akan memainkan sandiwaa seolah menjaga Alicia dan bayi mereka- maka yang harus Alicia lakukan adalah menemani pria itu bersandiwara.
__ADS_1